
* Seminggu kemudian **
"Selamat pagi Papa, Mama!!" seru salah seorang anak dari Naura dan Abian.
"Selamat pagi, Ilyas." jawab Naura.
"Apa kamu kemarin bertemu dengan nenek Lena?" tanya Abian kepada putranya.
"Memangnya ada apa pa?" tanya Ilyas kepada sang ayah.
"Tidak tidak apa-apa sih, Papa cuma nanya aja soalnya kata kakek nenek sedang jalan-jalan ke luar negeri." jawab Abian.
"Iya Pa, kemarin nenek baru pulang. Papa tahu nggak, nenek Lena dan nenek Resti habis membeli oleh-oleh banyak banget deh Pa." ucap Ilyas yang membuat Naura langsung menghentikan kegiatan makannya.
"Lalu, nenek bilang ada oleh-oleh untuk Mama nggak?" tanya Naura dengan penuh semangat.
"Jelita dapat kadonya nggak, bang?" tanya Jelita kepada sang kakak yang membuat Ilyas sedikit tersenyum.
"Ada banyak banget, mungkin hadiahnya untuk Jelita semua." jawab Ilyas.
"Curang, nenek curang. masak hadiahnya cuma untuk Jelita saja, lalu untuk Bastian tidak ada? kalau begitu Bastian bakal ngambek, lihat aja kalau nenek ke sini aku nggak mau nemuin mereka." ucap Bastian yang kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.
Diselah perbincangan mereka, dua wanita tua itu akhirnya datang dengan membawa begitu banyak hadiah ke tempat mereka.
"Assalamualaikum!!" seru Bu Rasti dan bu Lena.
"Waalaikumsalam." jawab Naura yang kemudian melihat kalau ibu dan ibu mertuanya sudah ada di sana.
"Lihatlah nenek Lena sama nenek Rasti sudah ada di sini." ucap Abian yang membuat Bastian langsung memalingkan wajahnya.
"Loh.., Ada apa dengan cucu nenek ini? kok lihat neneknya malah nggak suka?" tanya Bu Lena kepada Bastian.
"Jelita suka, Jelita suka nenek datang. datang bawa hadiah kan?!" seru Jelita yang kemudian mendatangi Bu Rasti dan bu Lena.
"Aku nggak mau temenan sama nenek, nenek berdua ini tidak sayang pada Bastian." ucap Bastian yang ngambek.
"Lho.., kok bilang gitu. Memangnya apa yang nenek lakukan, nenek melakukan kesalahan apa?" tanya Bu Rasti.
__ADS_1
"Pokoknya Bastian nggak mau temenan sama nenek berdua." jawab Bastian.
"Apa Bastian yakin?" tanya Bu Lena.
"Iya." jawab Bastian.
"Tapi kalau nenek Lena sama nenek Rasti bawa robot Gundam sama para pemain Revenger bagaimana?" tanya Bu Rasti yang membuat Bastian langsung menoleh menatap kedua neneknya.
"Nenek yakin?" tanya Bastian kepada bu Rasti dan Bu Lena.
Dua wanita tua itu menganggukkan kepalanya, tak berselang lama beberapa pelayan langsung masuk ke dalam rumah Abian sembari membawa begitu banyak hadiah untuk mereka semuanya.
"Nyonya, ini mau ditaruh di mana?" tanya beberapa pelayan pria kepada bu Rasti dan Bu Lena.
"Taruh di sini semua, setelah itu suruh seluruh pekerja kemari." minta Bu Rasti.
"Iya, jangan lupa suruh ke sini semuanya. jangan ada yang tertinggal, Siapa yang lagi izin Nanti bilang." ucap Bu Rasti yang membuat beberapa pelayan itu langsung menganggukkan kepalanya dan bergegas untuk memanggil teman-teman mereka.
"Nenek punya kado untuk pastian tidak?" tanya Bastian kepada dua neneknya.
"Tentu aja, masak cucu kesayangan kamu nggak diperhatiin ya." jawab Bu Lena.
"Ya enggak mungkin lah, nenek aja bawa hadiah untuk semua orang. masak buat Bastian tidak ada." ucap Bu Rasti yang membuat Bastian langsung tersenyum.
Akhirnya Bu Rasti dan Bu Lena memberikan begitu banyak hadiah yang sudah dibeli oleh dua wanita tua tersebut. mulai dari Abian, Naura, Ilyas, Bastian, jelita, Mbok Asih dan semua pelayan yang ada di rumah tersebut.
"Tuh kan dapat semuanya." ucap Bu Lena yang membuat ketiga anak Abian dan Naura langsung tersenyum sumrinya.
"Terima kasih ya nek." ucap Ilyas.
"Tentu saja sayang." jawab Bu Lena.
"Oh ya nenek juga dapat pesanan dari kakek Anggoro dan kakek Teguh." pucat Bu Rasti.
"Dapat apa Nek?" tanya Bastian.
Sesaat kemudian Bu Lena memberikan 3 kado yang tidak terlalu besar itu kepada Ilyas, Bastian dan Jelita. memang orang-orang yang ada di tempat itu tidak pernah membedakan antara Ilyas, Bastian dan Jelita. mereka bertiga mendapatkan kasih sayang yang sama, mereka bertiga mendapatkan semua yang pantas mereka dapatkan.
__ADS_1
Walaupun Ilyas sudah mengetahui kalau dirinya hanyalah anak angkat saja namun tidak pernah sekalipun keluarga itu membedakan dirinya. Ilyas selalu bersyukur karena keluarga itu mengadopsinya, memberikan kasih sayang padanya bahkan memberikan dia cinta yang benar-benar sangat luar biasa.
"Terima kasih ya nek." ucap Ilyas yang kemudian memeluk Bu Rasti dan Bu Lena.
"Tentu saja sayang, itu adalah hadiah dari kakek Anggoro dan kakek Teguh. jadi mulai sekarang Bastian harus belajar dengan giat ya, karena kata kakek Anggoro dan kakek Teguh jika Ilyas sudah masuk SMA dan sudah cukup umur kakek mau Ilyas belajar menjadi seorang pengusaha." ucap Bu Rasti.
Hanya ada kebahagiaan yang selalu terpancar dari wajah Ilyas, pemuda itu selalu bertekad untuk menjaga dua adiknya. Ilyas tidak akan pria itu tidak akan membiarkan adiknya mengalami sesuatu. Apapun akan dia lakukan demi kebahagiaan dua adiknya.
Di tempat lain terlihat seorang pria yang tidak lain adalah Akbar, pria itu sedang berdiri dengan begitu angkuhnya. dalam waktu 10 tahun Dia sudah menjadi pengusaha yang sukses, Dia adalah pengusaha tangan dingin dengan semua yang sekarang dia dapatkan.
"Sayang." Panggil seorang wanita kepada Akbar.
"Ada apa?" jawab Akbar.
"Nanti tolong kamu belikan sesuatu kalau udah keluar ya." minta seorang wanita kepada Akbar kalau kamu ingin membeli sesuatu.
"Beli saja sendiri, aku sedang sibuk." jawab Akbar yang kemudian meninggalkan wanita itu.
Raut wajah yang begitu sedih terlihat di wajah seorang wanita yang bernama Citra, seorang wanita yang sudah dinikahi oleh atas seorang wanita kaya yang mewarisi seluruh harta kekayaan ayahnya. tipu daya cinta yang dimiliki Akbar membuat Citra memberikan segalanya, bahkan Citra rela menyerahkan seluruh perusahaannya untuk dikelola oleh Akbar.
"Kamu sabar ya Nyonya." ucap salah satu pelayan kepada Citra.
"Apa yang harus aku lakukan, aku sudah menyerahkan segalanya kepada pria itu. tapi, apakah dia tidak bisa memberikan aku secuil perasaannya kepadaku, setiap hari aku selalu memberikan dia yang terbaik Namun tidak pernah sekalipun pria itu menatapku sebagai seorang istri." ucap Citra.
"Anda sudah memilihnya, anda sudah memberikan segalanya. Jika anda berhenti di sini maka pria itu akan mengambil segalanya dari Anda." ucap si pembantu kembali.
"Entahlah apa yang harus aku lakukan, aku begitu tergila-gila pada pria itu. aku serahkan segalanya padanya namun kenyataannya begitu pahit, cinta yang aku berikan padanya dia balas dengan getirnya kehidupan yang selalu dia tunjukkan padaku." ucap Citra.
Setiap hari wanita itu berusaha untuk menjadi seorang istri yang baik bagi Akbar, namun sayangnya tidak pernah sekalipun Akbar menatap cinta sebagai istri.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
__ADS_1
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu