
Naura mulai mengingat apa yang terjadi saat mereka berada di Bandung, di sebuah mansion mewah milik Tuan Teguh. Naura memejamkan matanya, Wanita itu mengingat apapun yang dilakukan oleh Wilona, wanita itu terus-menerus mengejar Abian, dia tidak pernah sekalipun menganggap Naura ada. wanita itu tidak tahu malu tidak tahu diri bahkan wanita itu selalu membuat Abian sangat kesal.
"Kamu ingat kan? apakah mungkin Abian melakukan hal itu, cintanya kepadamu adalah cinta yang luar biasa. sayangnya padamu adalah sayang yang begitu luar biasa, apakah mungkin jika Abian melakukan hal itu? apakah mungkin pria itu sanggup menghianati mu?" tanya Bu Rasti dengan suara yang begitu lembut.
Bu Lena benar-benar tidak menyangka kalau Bu Rasti begitu penyayang, wanita itu bersikap begitu lembut kepada Naura.
Saat di rumah itu orang-orang sedang menenangkan Naura, dua kecoa pengganggu tiba-tiba datang yang membuat Naura semakin merasakan sedih yang sangat luar biasa.
"Naura!!" seru pak Farhan.
Orang-orang yang ada di ruang tengah langsung menoleh saat melihat Pak Farhan sudah masuk Bersama sang istri.
"Kalian mau apa kemari?!" tanya Bu Lena.
"Tentu saja aku kemari karena aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu." jawab Pak Farhan.
"Ada apa?" tanya Bu Lena.
"Lihatlah Apa yang dilakukan oleh putramu yang sok suci itu, pria itu selalu mengatakan dia jujur, dia setia lalu apa yang dia lakukan. Dia berkhianat di belakang Naura!!" seru Bu Warni yang benar-benar memprovokasi Naura .
"Hentikan mulut kalian!!" seru Bu Lena.
"Kenapa kami harus menghentikan perkataan kami, apa yang kami katakan itu benar. putramu itu adalah pria brengsek, di sini dia selalu mengagumkan cinta dan kesetiaan. namun ketika dia keluar dari rumahnya dia langsung mencari seorang wanita untuk dia tiduri. Apakah itu bukan namanya pria brengsek!!" seru Pak Farhan.
Bu Lena benar-benar dibuat kesal oleh pasangan suami istri tidak tahu diri itu. di sini menantunya benar-benar tertekan ditambah lagi dengan kedatangan tukang adu domba dan tukang nyinyir luar biasa.
"Lebih baik kalian pergi dari sini, jika tidak aku akan mengusir kalian!!" teriak Bu Rasti dengan nada suara yang begitu menggema. wanita itu benar-benar tidak terima saat menantunya di hina seperti itu. Bu Rasti bisa melihat kejujuran, kesetiaan dan kasih sayang yang begitu tulus dari Abian untuk putrinya.
"Siapa Kau, berani sekali Kau membentakku. Wanita itu adalah putriku jadi aku berhak untuk mengatakan sesuatu kepadanya. pria yang dia nikahi itu adalah pria brengsek, seorang penghianat tukang selingkuh!!" seru Pak Farhan.
__ADS_1
Seketika Bu Rasti berdiri, wanita itu mengambil sebuah vas bunga yang ada di meja ruang tengah. "Apakah kalian pernah merasakan kematian?" tanya Bu Rasti.
Bu Warni dan Pak Farhan menatap Bu Rasti yang sudah memegang vas bunga panjang yang ada di tangannya. "Kamu mau apa?!" teriak Bu Warni.
"Kalau hari ini aku tidak membunuh kalian maka hari-hari yang ku lalui itu adalah sebuah penderitaan abadi." jawab Bu Rasti.
Pak Farhan tidak takut dengan gertakan dari Bu Rasti, pria itu terus membuat Naura semakin frustasi bahkan benar-benar merasakan penderitaan yang begitu dalam.
"Inilah karma karena kamu tidak pernah baik kepada orang tuamu, Naura!!" seru Pak Farhan.
Naura hanya memejamkan matanya sembari menghembuskan nafasnya dengan begitu dalam.
"Pergi dari sini!!" seru Bu Rasti.
"Kamu mau melawanku? kamu itu hanya seorang wanita, aku tidak peduli walaupun kamu adalah istri dari orang kaya. aku sudah muak dengan kalian semua!!" seru Pak Farhan.
"Kalian berdua ini adalah pasangan yang sangat luar biasa, kalian berdua ini adalah sampah, kalian berdua ini adalah kotoran!" seru Bu Rasti.
Para pembantu dan pekerja yang ada di rumah Abian terlihat mereka menatap Bu Rasti yang sedang melawan Pak Farhan dan Bu Warni. langkah kaki Bu Mbok Asih mendekati Pak Farhan dan Bu warni, sepasang suami istri yang benar-benar sangat menyebalkan itu.
"Jika kalian tidak mau pergi dari tempat ini maka kalian akan kami bunuh, akan kami buang mayat kalian ke penampungan anjing!!" teriak Mbok Asih.
pak Farhan melihat para pekerja di rumah Abian yang sudah membawa peralatan dapur tongkat dan lain sebagainya, nyali Pak Farhan seketika menciut Sedangkan Bu Warni langsung melangkahkan kakinya mundur.
"Lebih baik kita mundur dahulu, suamiku. jika tidak mereka benar-benar akan membuat kita babak belur." ucap Bu warni.
"Siapa yang berani? Aku mau tahu apa yang akan mereka lakukan padaku, jika mereka mau membunuhku silahkan saja. aku akan lapor polisi!!" teriak Pak Farhan.
Akhirnya orang-orang yang ada di rumah Abian kehilangan kesabaran mereka, beberapa orang itu langsung mendekati Pak Farhan dan Bu Warni. Ya bisa dibilang jurus jitu mendekati maut itulah yang dilakukan oleh Pak Farhan dan Bu Warni, para pekerja yang ada di rumah Abian seketika menghajar Pak Farhan dan Bu Warni habis-habisan.
__ADS_1
BUKK..
BUKK..
mereka memukul, menendang dan lain sebagainya. bisa dibayangkan bagaimana rupa mereka sekarang ini, babak belur? tentu saja hidung berdarah dan lain sebagainya.
"Kalian kira kami ini bercanda? sekarang seret mereka keluar, jika mereka berani mengadu kepada polisi biar aku yang akan mengeluarkan kalian setelah itu aku akan membuat sepasang suami istri brengsek ini masuk ke penjara. apalagi aku juga akan melakukan tuntutan masa lalu yang akan membuat kalian tidak akan bisa hidup tenang!" seru Bu Rasti.
Sepasang suami istri itu tidak tahu apa yang dikatakan oleh Bu Rasti, namun nyawa yang semakin mendekat pada maut sudah nampak pada Pak Farhan dan Bu Warni. tubuh yang sudah bapak belur itu akhirnya berjalan keluar dari rumah Abian.
"Dasar sialan, berani sekali mereka melakukan hal ini padaku. mereka benar-benar menghajar kita." ucap Pak Farhan.
"Aku sudah bilang kan kita harus pergi dari sana, Pak. namun Apa yang kau lakukan? berani sekali mereka menghajar kita!!" seru Bu Warni.
"Lihat saja aku pasti akan membalas mereka." ucap pak Farhan. pria itu benar-benar tidak pernah berubah sama sekali, lihat saja tubuhnya Sudah babak belur, mulutnya sudah monyong, matanya sudah dipenuhi lingkaran hitam. kakinya sudah berjalan diseret Namun semua itu tidak membuat Pak Farhan menjadi baik, pria itu masih tetap saja menjadi pria brengsek yang selalu ingin menyakiti putrinya sendiri.
Di tempat lain terlihat Tuan Teguh berusaha untuk membuat Abian tenang, pria tua itu meyakinkan Abian kalau wanita itu menjebaknya. tuan Teguh selalu melihat siapapun yang berada di dekatnya dengan tatapan mata yang penuh dengan tidak percayaan dan waspada.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
__ADS_1