ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Kerja keras


__ADS_3

"Tuan." panggil Sandi.


"Ada apa?" tanya Naura.


"Apa yang kau lakukan sama wanita itu?" tanya Abian sambil menunjuk ke arah Franda.


"Apa yang kami lakukan?" tanya Naura.


"Sandi, apa hukum bagi karyawan yang membangkang?" tanya Abian kepada Sandi.


"Di skors selama 1 bulan atau di pindah di bagian kebersihan." jawab Sandi.


"Maaf tuan, tadi saya tidak bermaksud menabrak nona Franda." jawab Sisil.


"Baiklah kalau begitu, coba kau ceritakan apa yang terjadi tadi?" tanya Abian kepada Sisil. pegawai yang sudah bekerja selama 4 tahun itu tentu saja mengatakan kebenaran mengenai kejadian yang tadi terjadi. dasar Franda saja yang selalu membuat kehebohan dia menganggap dirinya adalah orang yang paling dicintai oleh Abian.


Beberapa saat kemudian Abian menatap Naura yang sudah berdiri di depannya. "Aku peringatkan kepadamu untuk tidak membuat masalah, jika tidak kau tahu kan apa yang akan aku lakukan?" tanya Abian.


Naura hanya memutar bola matanya jengah. Jika dia bisa terlepas dari situasi memalukan waktu itu tentu saja dia pasti akan melarikan diri.


"Tentu saja Tuan besar, saya akan mengingat apa yang Tuan besar katakan. jangan khawatir Saya tidak akan melakukan kekacauan di perusahaan tuan besar." jawab Naura sambil menunjukkan senyum kebohongan yang begitu membuat Abian ingin tertawa.


Setelah hari itu Naura berteman baik dengan Sisil, patricio adalah pria yang mempunyai segudang pengetahuan mengenai seorang wanita, pria itu bisa melihat kalau Naura mempunyai sebuah rahasia yang tidak dia katakan. namun Naura adalah tipe wanita yang suka mengatakan sesuatu dengan jelas bahkan Naura juga juga juga sudah memberitahukan kepada Sisil mengenai kondisi dirinya.


Beberapa hari kemudian, hari ini Naura sudah bersiap-siap dengan beberapa pakaian yang sudah diberikan oleh sandi kepadanya. "Kamu harus ingat, itu semuanya adalah hutang perusahaan. jika kau sudah mempunyai uang kau harus mulai membayar baju-baju itu." ucap sandi yang diperintahkan oleh Abian mengatakan hal itu.


"Tenang saja tuan sandi, aku akan membayarnya nanti." jawab Naura.


"Aku kan sudah bilang jangan panggil aku dengan panggilan Tuan, panggil aku kakak mas atau apapun." ucap sandi.


"Baiklah kalau begitu, boleh tidak Aku memanggilmu Abang Sandi?" tanya Naura sambil menunjukkan senyum yang benar-benar akan membuat seorang pria luluh padanya.


"Terserah padamu deh, kalah juga berbicara denganmu jika terus menerus." jawab Sandi yang kemudian pergi meninggalkan Naura yang berada di kamar pembantu.


Sedikit informasi kalau sekarang Naura tidak berada di kamar tamu melainkan dia berada di kamar pembantu seperti yang lainnya. entah apa yang ada di pikiran Abian malah istrinya sekarang ditaruh di kamar pembantu dan tidak akan pernah mengakuinya sama sekali.

__ADS_1


"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Bu Salamah kepada Naura.


"Ini lho Bi, aku mau membuat makanan buat bekalku." jawab Naura.


"Di perusahaan kan mendapat jatah makanan, Kenapa harus membawa bekal makanan?" tanya Bu Salamah.


"Bibi ini nggak tahu aja, hari ini aku harus keluar dari perusahaan karena hari ini aku harus mengikuti pegawai magang untuk memeriksa beberapa barang yang akan datang." jawab Naura.


Bu Salamah hanya bisa tersenyum dengan gadis muda yang ada di depannya itu, walaupun Naura tingkahnya sangat kasar namun jika dia berbicara dengan yang lebih tua maka sikapnya akan sedikit lembut.


"Kamu punya uang nggak buat naik angkutan umum?" tanya Bu Salamah kepada Naura.


"Sudah bi, kemungkinan cukup buat sama pulang nanti." jawab Naura.


Akhirnya Naura pergi dari rumah besar milik Abian Maulana, walaupun sebagai istri samar-samar Naura hanya bisa melanjutkan kehidupannya. lebih baik seperti ini daripada harus menjadi istri kesekian dari pria tua cabul tidak tahu diri.


Tatapan mata Abian menatap Naura yang sudah keluar dari rumahnya, wanita muda itu berjalan dengan tergesa-gesa dan berlari ke jalan raya untuk mencari kendaraan umum.


"Apakah semuanya sudah siap, Tuan?" tanya Sandi kepada Abian.


Akhirnya Abian masuk ke dalam mobil, dia menatap seorang wanita yang tidak lain adalah istrinya yang sedang menunggu angkutan umum di luar rumahnya.


"Apakah kita harus menyuruhnya naik mobil ini, tuan?" tanya Sandi.


"Tidak usah, biarkan saja dia naik angkutan umum. nanti lama kelamaan dia malah melunjak." jawab Abian.


Akhirnya Naura hanya bisa menunggu, sekitar 5 menit saat kemudian ada angkutan umum yaitu bus, Naura memasuki kendaraan itu dan berdiri berdesakan dengan para penumpang yang lain.


Sekitar 45 menit kemudian Naura sudah sampai di perusahaan, wanita itu keluar dari bus dengan langkah kaki yang tergesa-gesa.


"Hai Naura!" seru Patricio yang baru sampai di perusahaan dengan menggunakan sepeda motor miliknya.


"Hai Mas." jawab Naura yang kemudian masuk ke dalam perusahaan. langkah langkah kaki Naura berjalan sedikit tergesa-gesa sedangkan Patricio pria itu berlari untuk mengikuti Naura.


"Apakah semuanya sudah siap?" tanya patricio.

__ADS_1


"Sudah Mas, aku juga sudah membawa bekal makanan." jawab Naura.


"Buat apa?" tanya Patricio kepada Naura.


"Aku kan belum dapat gaji, jadi nanti aku makan pakai apa." jawab Naura sambil menunjukkan senyumnya.


Patricio sebenarnya adalah salah satu Putra pengusaha, namun pria itu tidak ingin dianggap mendompleng ayahnya jadi dia memilih untuk bertahan sendiri dengan semua cita-cita yang dia miliki. Langkah kaki dua orang itu masuk ke dalam perusahaan dengan terburu-buru, sedangkan Abian yang hendak masuk ke dalam salah satu lift karyawan dia nampak menatap Naura yang sedang berbicara dan tersenyum kepada patricio.


"Oh ya Mas, nanti kalau melakukan sesuatu beritahu aku ya. kalau aku melakukan kesalahan kan tidak lucu." ucap Naura.


"Tentu." jawab Patricio.


Kondisi mereka sekarang ini mereka berada di dalam lift berbicara dengan begitu akrab dan bercanda gurau di dalam lift. Abian dan Sandi yang mendengar percakapan dua orang itu nampak mereka benar-benar seperti seorang penguping mereka terus menguping pembicaraan Naura yang sekarang bersama dengan Patricio.


"Oya mas, cepat kita sudah sampai di lantai 3." ucap Naura yang kemudian menarik tangan patricio untuk keluar dari lift.


"Kelihatannya mereka berdua sangat dekat sandi?" tanya Abian kepada Sandi.


"Saya kurang tahu bos, kemungkinan mereka memang dekat apalagi Patricio adalah pemimpin di tempat itu, jadi mau tidak mau wanita itu harus selalu menanyakan mengenai pekerjaannya dengan dia." jawab Sandi.


Sebuah senyum yang terlihat begitu menawan, apalagi sekarang Naura benar-benar seperti seorang wanita karir yang selalu bekerja dengan begitu giat dan rajin.


"Apakah dia tidak pernah melakukan kesalahan, Sandi?" tanya Abian kepada Sandi.


"Kelihatannya dia sangat menurut, Tuan. apalagi Patricio selalu baik padanya." jawab Sandi yang membuat Abian sedikit tersentil dengan kata-kata bawahannya itu.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan


- Isteri kesayangan tuan besar

__ADS_1


__ADS_2