
BRAKKK..
suara piring pecah karena Azrul benar-benar sangat marah, pria itu masih belum mendapatkan informasi mengenai keberadaan Naura. entah apa yang terjadi karena Naura belum juga menampakkan dirinya namun Abian sudah berada di perusahaan.
Terlihat Abian menunjukkan sikap yang begitu biasa, Azrul tidak bisa menuduh Abian dengan tuduhan Kalau pria itu akan melakukan sesuatu kepada Naura, karena nyatanya ternyata Abian memiliki bukti kalau dia sedang berada di salah satu negara yang ada di Eropa sedangkan Naura belum menampakkan dirinya.
"Kenapa kau marah-marah seperti itu, kak?" tanya Silvia kepada Azrul.
"Bagaimana Aku tidak marah, sudah satu bulan Naura tidak ada kabarnya. Aku yakin kalau pria itu sekarang berusaha untuk menghilangkan Naura." jawab Azrul.
"Memangnya kenapa Tuan Abian harus melakukan itu, Kak? karena yang aku dengar dia akan menikahi Franda." ucap Silvia.
"Siapa yang melakukan hal itu." Azrul yang terlihat terus mencari keberadaan Naura.
"Apa tidak lebih baik kita lapor polisi saja, kak?" tanya Azrul.
"Aku sudah melapor kepada polisi, mereka bilang kalau kemungkinan Naura pergi ke suatu tempat." jawab Abian.
** Bandung **
"Selamat pagi!!!" seru Bu Lena yang baru pulang dari pasar bersama Naura.
"Kalian dari mana saja?" tanya Pak Anggoro kepada sang istri dan Naura.
"Kami terbaru dari pasar Pak." jawab Naura.
"Kalian beli apa saja?" tanya Abian yang baru keluar dari pintu kamarnya.
"Kami beli sayuran, buah-buahan sama ikan, mas." jawab Naura.
"Memangnya kamu suka ikan mas?" tanya Abian yang membuat Bu Lena memutar bola matanya dengan begitu kesal.
__ADS_1
"Bukannya ikan mas, Tapi dia itu beli ikan. dia manggil kamu Mas bukannya ikan mas." cibir bu Lena yang membuat Naura hanya tersenyum melihat ibu mertuanya yang bersikap seperti itu kepada sang suami.
"Aku kira dia beli ikan mas." jawab Abian sembari tersenyum malu dengan perkataan sang ibu.
"Kamu aja yang tulalitnya tingkat dewa, masa dipanggil Mas kok bilangnya ikan mas." gerutu Bu Lena yang kemudian mengajak Naura ke dapur.
Setiap hari Abian terkadang bolak-balik dari perusahaan ke tempatnya, entah apa yang terjadi namun Abian tidak akan membiarkan Azrul mengetahui kalau Naura sekarang bersamanya. 3 jam waktu yang di perlukan oleh Abian untuk sampai ke perusahaannya.
"Yang, masakin mas ikan bakar ya." pinta Azrul.
"Ogah..," jawab Bu Lena.
"Apaan sih Bu, kenapa pakai jawab segala sih. aku kan tidak berbicara sama ibu." ucap Abian yang membuat Bu Lena sedikit kesal kepada putranya itu.
"Dasar anak Malin Kundang, kamu itu benar-benar durhaka banget ya." cerocos Bu Lena yang terlihat begitu kesal dengan putranya.
"Apaan sih Bu, aku kan sedang meminta istriku untuk memasak. ngapain sih ibu ikut-ikutan." canda Abian.
"Hus..., ibu gak boleh bicara gitu." jawab pak Anggoro yang kemudian mendekati sang istri.
"Lihat deh ayah, ibu benar-benar mengatakan hal itu padaku. sepertinya aku ini benar-benar tidak berguna sama sekali." terlihat Abian berusaha untuk mendapatkan kepercayaan dari ayahnya.
"Aku tidak akan mendukungmu, Abian. lagi pula kau sudah membuat Naura terluka seperti itu!" seru Pak Anggoro yang membuat Abian langsung terdiam.
"Hahaha rasain kamu." ledek Bu Lena yang membuat Abian nampak mencibirkan bibirnya.
"Kalau Mas mau makan ikan bakar bantu sini, jangan cuma berdiri aja. lagian mas bilang kan hari ini libur kerja, masak nggak mau bantuin." sindir Naura yang membuat Abian langsung mendekati sang istri dan bertanya apa yang bisa dia lakukan.
Tentu saja Pak Anggoro dan Mbok Asih yang melihat hal itu mereka berdua nampak sedikit tersenyum.
"Aku berdoa kepada Tuhan semoga Abian segera mendapatkan kebahagiaan." ucap mbok Asih.
__ADS_1
"Semoga saja ya mbok." jawab Pak Anggoro yang membuat Bu Lena sedikit tersenyum. senyum yang penuh dengan makna sangat luar biasa. ternyata Bu Lena sudah mempersiapkan sesuatu agar Sang putra dan menantunya segera memberikan mereka kebahagiaan sebagai kakek dan nenek.
"Naura, Abian segera kalian makan makanannya!!" seru bu Lena.
Setelah hampir satu jam lebih mereka berkutik di dapur, terlihat Bu Lena dan Pak Anggoro saling tersenyum satu sama lain saat Naura dan Abyan memakan makanan dan minuman yang sudah mereka persiapkan.
"Oh ya Naura, Sebentar lagi Ibu dan Ayah mau keluar sebentar. kami mau ke rumah salah satu teman kami." ucap Bu Lena.
"Memangnya mau ke mana Bu?" tanya Naura sambil menatap Ibu mertuanya itu.
"Ya tentu saja mau jalan-jalan sama suami ku dong." jawab Bu Lena yang menunjukkan senyumnya kembali.
Abian terlihat tidak menghiraukan perkataan ibunya, tentu saja wanita itu hanya tersenyum dengan semua rencana yang sudah dia buat. hari ini atau tepatnya Malam ini setelah makan terlihat Naura dan Abian merasakan sesuatu.
"Rencana kita sudah terlihat Pak." ucap Bu Lena.
"Diam Bu, Nanti ketahuan bisik." pak Anggoro.
"Butuh waktu sekitar 1 jam untuk obat itu bereaksi, setelah 1 jam kemudian akhirnya Bu Lena dan Pak Anggoro pergi keluar dari rumah mereka.
Sedikit cerita kalau Abian dan Naura sudah menikah kembali satu minggu yang lalu, Bu Lena dan Pak Anggoro memutuskan untuk menikahkan sepasang suami istri itu secara sah, secara hukum dan sebagainya. Pak Anggoro tidak ingin ada kebohongan yang dilakukan lagi oleh putranya, dia ingin Naura menjadi istri sah dan harus segera diakui oleh Abian.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar
__ADS_1