ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Menjadi seorang isteri


__ADS_3

"Sayang, nanti mas mau berangkat agak pagi, apa kamu mau ikut?" tanya Abian kepada sang isteri.


"Boleh mas, apalagi aku sudah lama tidak ke perusahaan. aku rindu mereka." jawab Naura.


Dengan segera Naura bergegas ke kamarnya, wanita itu nampak segera mengganti pakaiannya dengan pakaian kerja seperti yang biasa dia pakai. sekitar 10 menit kemudian Naura sudah turun, terlihat Abian menatap istrinya yang sudah berganti pakaian.


"Kok pakai pakaian itu, sayang?" tanya Abian kepada sang istri.


"Aku kan biasanya pakai pakaian seperti ini, mas." jawab Naura.


"Itu kan beda sayang, sekarang kamu itu adalah istriku. nanti kalau kamu ke perusahaan kamu bantu-bantu Mas aja, jangan pakai pakaian karyawan." ucap Abian yang membuat Naura sedikit tersenyum.


"Kenapa tidak boleh Mas, biasanya kan seperti itu." jawab Naura.


"Ya beda dong, sekarang ini aku ingin mengatakan kepada dunia kalau kamu itu istriku bukan karyawanku." jawab Abian yang membuat Naura semakin ingin menggoda suaminya.


"Sayang, jangan diakuin dulu dong pernikahan kira, aku kan masih mau bekerja bersama teman-temanku. nanti kalau kamu ngakuin aku sebagai istrimu malahan nanti aku nggak bisa apa-apa di perusahaan." ucap Naura yang membuat Abian langsung melotot.


"Ya nggak bisa begitu dong sayang, Memangnya kamu mau ngapain di perusahaan Kalau tidak mau diakuin sebagai istriku?" tanya Abian yang membuat pria itu sedikit kebingungan.


"Dulu kan walaupun kita sudah menikah kamu cuma menganggapku sebagai karyawan, lah sekarang kita seperti itu aja biar para karyawan tidak terlalu canggung." jawab Naura.


"Ya gak bisa begitu dong, sekarang kamu itu adalah istriku, ya aku tidak mungkin mengakui kamu sebagai karyawanku." jawab Abian yang tetap bersih kuku.


"Biarin aja lah Mas, sekarang kita berada perusahaan, Nanti kalau sudah selesai kita kembali pada pekerjaan sebelumnya." ucap Naura kembali.


"Ya nggak bisa begitu dong sayang, sekarang kamu itu istriku Bukan karyawanku." Abian tetap bersih kuku.


"Mau tak mau Naura harus mengalah ,sebenarnya wanita itu masih yang bekerja sebagai seorang karyawan daripada harus menjadi istri dari pemilik perusahaan.


"Jangan-jangan kamu ingin menemui seseorang?" tanya Abian yang membuat Naura langsung memutar dia mola matanya.


"Aku mau menemui siapa, memangnya?" tanya Naura.


"Lah memangnya kamu mau menemui siapa? " tanya Abian.


"nggak." ucap Naura.


"Kok nggak, mau nanti aku yang sebagai istriku." jawab Abian yang membuat Naura sedikit tersenyum


".jangan-jangan kamu mengira kalau aku mau menemui para stop yang ada di bagian keuangan ya jawab Naura yang membuat Abian langsung memalingkan wajahnya.

__ADS_1


Sudah satu bulan Abian dan Naura berada di Bogor, sepasang suami istri itu terlihat begitu bahagia.


"Selamat pagi, tuan!" seru para pekerja.


Tatapan mata para karyawan yang ada di perusahaan Abian nampak menatap seorang wanita yang di gandeng oleh Abian.


"Bukankah itu Naura?" tanya para karyawan yang berada di sana.


"Iya, kok sama tuan Abian ya?" tanya karyawan yang lain.


"Iya, apalagi tuan Abian mengandeng tangan Naura seperti itu." jawab karyawan lainnya.


Sebuah senyum terus ditunjukkan oleh Abian saat pria itu menggandeng tangan Naura, tak ada yang salah di mata Abian namun di mata para karyawan nampak mereka terus menatap Naura yang digandeng oleh Abyan dengan begitu erat.


"Sandi!" Panggil Abian saat melihat Sandi berada di luar kantornya.


"Iya Tuan." jawab Sandi.


"Tolong kamu persiapkan beberapa berkas-berkas perusahaan kita dan perusahaan tuan Ismail." pinta Abian.


"Baik Tuan." jawab Sandi yang kemudian menatap Naura yang ada di samping Abian.


Tatapan mata Sandi menatap Naura yang datang bersama Abian, namun yang membuat Sandi gagal fokus adalah tangan Abian terus menggenggam erat tangan Naura tanpa mau melepaskannya.


"Maaf tuan, gagal fokus." jawab Sandi yang kemudian pergi.


Naura yang mendengar jawaban dari Sandi terlihat wanita itu tersenyum sembari menatap wajah sang suami.


"Kenapa kamu tersenyum seperti itu, sayang?" tanya Abian kepada Naura.


"Tentu saja aku tersenyum, Sayang. apa kamu tidak dengar dengan jawaban sama Mas Sandi tadi." ucap Naura.


"Memangnya kenapa? tanya Abian kembali.


"Katanya dia gagal fokus karena melihatmu terus menggenggam tanganku." jawab Naura yang membuat Abian tidak menghiraukan perkataan istrinya dan membawa istrinya langsung masuk ke dalam kantornya. seperti biasa akan ada nyamuk nyamuk pengganggu yang akan merusak sebuah kebahagiaan.


Terlihat Franda sudah berada di luar perusahaan dan ingin mencari seorang pria yang masih dia aku sebagai calon suaminya. beberapa menit kemudian terlihat Franda sudah berada di depan kantor Abian. tanpa mengetuk pintu wanita itu langsung masuk ke dalam kantor Abian sembari menunjukkan senyumnya yang begitu luar biasa.


"Sayang!" seru Franda yang sudah masuk ke dalam kantor Abian sembari berjalan menuju meja kantor Abian.


Abian yang mendapat sapaan seperti itu tentu saja itu langsung menatap Naura.

__ADS_1


"Sayang, kamu ini ke mana saja sih.., sudah dua hari lho aku mencarimu!" seru Franda yang bersikap begitu manja.


Naura yang melihat hal itu, dia hanya menampakkan senyumnya. wanita itu terlihat terus mengerjakan pekerjaan yang ada di mejanya.


Tatapan mata Abian terus menatap Naura, pria itu terlihat sudah gelagapan bahkan langsung mundur ketika Franda mencoba untuk mendekatinya.


"Apa yang kau lakukan di sini, Franda?" tanya Abian.


"Tentu saja aku mencarimu." jawab Franda.


"Aku sudah bilang Kan kalau aku tidak ingin menemuimu lagi." jawab Abian.


"Kenapa sih kamu bersikap seperti ini, Apakah ada sesuatu yang salah?" tanya Franda.


Abian terus menatap istrinya, terlihat Naura bersikap seolah dia tidak tahu apa-apa. sesaat kemudian terlihat Franda menatap ke arah pandangan Abian.


"Kamu, lagi ngapain kamu di sini?" tanya Franda kepada Naura.


"Memangnya apa yang aku lakukan." jawab Naura.


"Kenapa kamu tiba-tiba berada di sini?" tanya Franda kembali.


"Aku kan kerja." jawab Naura.


"Aku tidak melihatmu selama satu bulan lebih, tiba-tiba kau kembali lagi ke sini?" tanya Franda kembali dengan raut wajah yang benar-benar tidak suka dengan keberadaan Naura.


"Memangnya apa yang salah, Aku kemari kan hanya untuk bekerja." jawab Naura.


Sesaat kemudian terlihat Franda menatap Abian kembali, wanita itu tersenyum genit sembari mendekati Abian. "Sayang.., maafin aku dong. ayo kita balikan lagi ya, kenapa sih kok tiba-tiba ingin putus dan memutuskan pertunangan kita?" tanya Franda kepada Abian.


Jantung Abian berdebar begitu kencang saat Franda mengatakan kata-kata seperti itu, Abian takut kalau istrinya itu akan salah paham dan mengira kalau selama ini dia masih berhubungan dengan Franda saat Naura berada di Bandung.


"Kamu ini ngapain sih mengatakan hal itu, kita kan sudah tidak ada hubungan sama sekali. sekarang aku minta kamu pergi dari sini." pinta Abian yang membuat Franda sedikit bersikap nekat.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan

__ADS_1


- Isteri kesayangan tuan besar


__ADS_2