ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Naura jagoan


__ADS_3

Setelah mendengar dan mengetahui mengenai seorang wanita yang di jadikan isteri oleh putranya, tentu saja Bu Lena sangat syok.


"Dasar wanita tidak tahu diri!" seru Franda.


"Memangnya kenapa, apa yang telah aku lakukan?" tanya Naura.


"Berani sekali kamu melakukan hal ini padaku!" seru Franda yang terlihat mulai berakting.


"Memangnya apa yang aku lakukan? aku tidak melakukan apapun. dan lagian kenapa aku harus melakukan sesuatu seperti itu?" tanya Naura.


"Kamu benar-benar wanita tidak tahu diri!!" seru Franda. setelah melakukan akting yang terus-menerus akhirnya Naura hanya tersenyum kemudian pergi meninggalkan Franda dan tentu saja Franda sangat marah. dia benar-benar kesal karena Naura tidak menghiraukan dirinya terus-menerus, bahkan Franda melakukan hal itu.


"Sudah diam!!" seru Bu Lena yang terlihat mulai kesal dengan Franda.


"Tapi tante, ini wanita yang sangat menyebalkan." rengek Franda yang mulai mencari muka.


Terlihat Bu Lena langsung pergi meninggalkan Franda, wanita itu langsung pergi ke dapur dan menemui Franda.


"Naura." panggil Franda.


"Nyonya." jawab Naura yang menatap wajah Bu Lena.


"Tolong kamu buatkan lagi teh hijau seperti yang aku minta." pinta Bu Lena.


"Baik bu." jawab Naura yang kemudian membuatkan teh hijau untuk Bu Lena.


Tatapan mata Bu Lena terus menatap wajah Naura, wanita itu terlihat begitu Penasaran dengan wanita yang ada di depannya.


"Naura, nanti antarkan aku suatu tempat ya." pinta Bu Lena.


"Ke mana ya Bu?" tanya Naura.


"Pergi beli baju." jawab Bu Lena.


Naura menganggukkan kepalanya, dia tidak mungkin menolak permintaan ibu dari bosnya. setelah beberapa jam kemudian Naura pergi bersama Bu Lena ke salah satu butik ternama.


** Butik Camelia **


"Bagaimana, apakah ini cocok denganku?" tanya Bu Lena kepada Naura.


Dari tatapan mata Bu Lena, terlihat Bu Lena tahu kalau Naura tidak suka dengan pakaiannya.


Di rumah Abian tentu saja Franda sangat kesal karena terus menerus tidak di hiraukan oleh Bu Lena.


"Dasar wanita tua menyebalkan, liat aja aku pasti akan membuat dia menyesal karena tidak pernah menyukai aku." Franda yang terus menggerutu tidak karuan.

__ADS_1


"Ada apa mbak?" tanya salah satu pembantu.


"Nggak ada apa-apa, pergi sana!" bentak Franda yang kemudian pergi meninggalkan pembantu yang mendekatinya.


"Dasar tidak tahu diri, berlagak sok jadi tuan rumah." guman bibi pembantu dalam hati.


Kembali di tempat Bu Lena yang sedang berbelanja.


"Kalian serahkan barang berharga kalian." pinta seorang pria yang dari tadi mengikuti Bu Lena dan Naura.


"Siapa kamu?" tanya Bu Lena yang melihat Seorang pria sudah mendekati mereka.


"Jangan banyak tanya, cepat serahkan barang yang aku minta!" teriak seorang pria yang kemungkinan besar dia adalah perampok atau pencopet.


"Kenapa kami harus menyerahkan barang-barang milik kami?" tanya Naura yang menatap pria yang berusaha untuk mencuri dari mereka.


"Jika kamu tidak menyerahkan barang-barang kalian, maka aku akan membunuh kalian!!" bentak perampok.


Memang sekarang ini Naura dan bu Lena berjalan dengan Naura hendak makan di sebuah tempat. mereka sengaja berjalan ke restoran tersebut sembari berbincang-bincang, sangat tidak beruntung atau bagaimana malah seorang pria yang ingin mencuri dari mereka.


"Sudahlah Naura, kita berikan saja nanti kita diapa-apakan lho..," ucap Bu Lena.


"Tidak bu, Enak aja. Jika dia berani mencuri maka aku akan menghajarnya." jawab Naura yang sudah menantang si pria.


Nampak si pria tersenyum seolah dia meledek Naura. "Kamu kira kamu bisa melawanku?' tanya si pria.


"Memangnya apa yang akan kamu lakukan?" tanya Naura.


"Aku akan menghajarmu." jawab si pria.


BUKK


BRUKK.


Naura langsung memberikan perlawanan, wanita muda itu langsung menghajar si pria tanpa ampun.


BUKK..


satu tendangan kembali di berikan oleh Naura, si pria nampak tidak mampu melawan Naura yang tiba-tiba memberikan perlawanan.


"Dasar wanita kurang ajar, lihat saja aku pasti akan memberikanmu pelajaran!!" teriak si pria.


Naura yang mendengar perkataan seperti itu, tentu saja dia hanya diam. dia tidak akan melakukan apapun atau untuk berusaha melawan pria itu.


"Jika kamu ingin melakukan sesuatu lakukan saja, tapi kamu harus tahu aku Pastikan kau menerima semua yang pasti kamu dapatkan." ucap Naura yang kemudian mengajak Bu Lena pergi.

__ADS_1


"Wow...," Bu Lena benar-benar terpukau dengan semua yang dilakukan oleh Naura. wanita itu tidak bisa mengungkapkan kata-katanya, Dia hanya bisa memandang Naura dengan tatapan mata yang begitu takjub. "Luar biasa." ucap Bu Lena dalam hati.


"Ayo bu, lebih baik kita pergi dari sini." pinta Naura yang kemudian membawa bu Lena pergi.


Tatapan mata Naura seolah memberikan pria itu peringatan bahwa dia akan mendapatkan balasan yang lebih parah jika pria itu berusaha nekat mana mungkin pria itu perusahaan nekat tubuhnya Sudah babak belur karena Naura mengajarnya habis-habisan. Bu Lena terus menatap Naura, wanita itu memandang Naura dari atas kepala hingga ujung kaki.


"Dia benar-benar menantu ideal." ucap Bu Lena yang kemudian mengajak Naura untuk masuk ke dalam restoran.


Saat berada di restoran Bu Lena terus menampakkan senyumnya, menatap Naura dengan tatapan mata yang begitu terpesona.


"Ada apa Bu?" tanya Naura kepada bu Lena.


"Tidak apa-apa, aku hanya kaget karena kamu pandai berkelahi." jawab Bu Lena.


Naura hanya bisa tersenyum, memang dari dulu dia harus melatih dirinya agar dia tidak selalu dijajah oleh ibu tirinya.


Sekitar 10 menit kemudian terlihat seorang pria memandang Naura yang sedang duduk bersama dengan Bu Lena, tatapan matanya menatap Naura dengan begitu intens. terlihat pak Farhan menatap Naura, pria itu akhirnya menemukan keberadaan putrinya.


"Dasar wanita sialan, aku pasti akan memberikanmu pelajaran." ucap pak Farhan yang terlihat berjalan mendekati Naura.


"Ternyata kamu ada di sini!!" seru Pak Hasan. Pak Farhan Akhirnya sudah menemukan keberadaan Naura. seketika pria itu menarik salah satu tangan Naura.


"Apa yang kau lakukan?!" seru Bu Lena.


Naura langsung mengempeskan tangan ayahnya, tatapan mata penuh kebencian ditunjukkan oleh Naura ketika dia melihat ayahnya berada di sana.


"Mau apa, Mau apa kau kemari?!" seru Naura.


"Tentu saja aku kemarin karena aku harus membawamu pulang." jawab Pak Farhan.


Naura terlihat menunjukkan senyumnya yang begitu sini, senyum yang benar-benar ingin mengatakan kalau Ayahnya adalah pria brengsek tidak tahu diri.


"Dengarkan Aku baik-baik pria tua, pergilah dari sini sebelum aku membuat keributan!" bentak Naura.


"Lihat saja, aku pasti akan membuatmu merasakan hukuman yang sangat berat!!" seru pak Farhan yang terlihat kembali menarik tangan Naura.


Sesaat kemudian Naura langsung menendang tubuh ayahnya. "Apakah kau ingin aku berteriak di tempat ini, apakah aku harus mengatakan Kalau pria sepertimu adalah pria yang berusaha untuk menjual putrinya!!" teriak Naura yang membuat Bu Lena langsung terdiam.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan

__ADS_1


- Isteri kesayangan tuan besar


__ADS_2