
Tiba-tiba saja salah satu kaki Naura terulur saat dia berlari. Hal itu membuat Wilona yang terus berlari tanpa melihat tempat lain selain menatap Abian, tentu saja wanita itu langsung tersungkur di tanah.
BRUKK..
Dengan sengaja Naura membuat salah satu kakinya menyenggol kaki Wilona, Hal itu membuat wanita itu langsung terjatuh hingga wajahnya nyungsep jalan yang masih berupa tanah tersebut.
"Apa yang kau lakukan?!" seru Wilona yang melihat Naura secara tidak sengaja atau sengaja telah menyenggolnya.
"Ada apa?" tanya Naura yang berpura-pura memutar tubuhnya untuk mendekati Wilona.
"Apa Kamu sengaja untuk menyenggolku tadi hingga aku terjatuh?!" teriak Wilona.
"Kenapa aku harus melakukannya aku seperti tidak punya pekerjaan saja." jawab Naura.
"Aku yakin Kamu pasti sengaja melakukannya karena kamu cemburu padaku kan?!" seru Wilona.
"Buat apa aku harus cemburu padamu? Memangnya kau ini siapa?" tanya Naura yang membuat Wilona semakin marah.
"Katakan saja kalau kamu marah padaku, kan?!" teriak Wilona.
"Kenapa aku harus marah, Memangnya apa yang telah kamu lakukan?" tanya Naura yang berbicara dengan nada yang sedikit berbelit-belit. Hal itu membuat Wilona benar-benar sangat marah, Di Jakarta ada parasit yang bernama Franda. sekarang di Bandung ada parasit yang bernama Wilona, Naura harus pandai menjaga hubungannya Bersama sang suami agar tidak ada yang namanya pelakor.
"Apaan sih, kamu ini PD banget mengatakan hal itu. kayak kamu itu wanita hebat aja, Ngapain juga aku harus cemburu padamu. memangnya kamu jalan sama kekasihku?" tanya Naura yang kemudian berjalan meninggalkan Wilona.
Salah satu tangan Wilona mengepal begitu erat, wanita itu benar-benar kesal dengan semua perkataan yang diucapkan oleh Naura. dasar wanita sinting!!" seru Wilona.
Naura tidak menanggapi, wanita itu kemudian berjalan memutar menuju tempat sang suami. Abian yang melihat kejadian itu dia hanya mampu tersenyum dengan semua yang dilakukan oleh istrinya itu.
"Apa sudah selesai, Sayang?" tanya Abian.
"Naura menganggukkan kepalanya sembari menunjukkan senyumnya, itu artinya Naura sudah memberikan pelajaran kepada wanita pelakor alias mantan istri tidak bermutu tersebut.
"Dasar wanita kurang ajar!!" teriak Wilona sembari menunjuk Naura.
Percuma saja karena Naura dan Abian tidak menghiraukan dirinya, malah mereka berdua lari pagi mengelilingi tempat Tuan Teguh.
__ADS_1
"Tempat ini lebih besar dari tempatmu ya, Mas?" ucap Naura.
"Tentu saja Sayang, apakah kamu tahu.., Tuan Teguh itu adalah orang yang paling kaya loh." jawab Abian.
"Benarkah?" tanya Naura.
"Benar sekali, walaupun pria itu kaya tapi dia adalah pria yang paling setia." ucap Abian.
"Benarkah?" tanya Naura lagi.
"Iya, kamu tahu nggak istri dari tuan Teguh itu sangat cantik, bahkan wanita itu kalau berbicara begitu lembut." ucap Abian kembali.
"Kalau begitu Tuan Teguh sangat beruntung ya, Mas. karena diberikan Anugerah sama Tuhan dengan semua yang dia miliki." ucap Naura.
"Tentu saja sayang, Tuan Teguh adalah pria yang paling setia. seorang pria yang paling bertanggung jawab." jawab Abian.
"Benarkah?" tanya Naura kembali.
"Pasti," jawab Abian.
"Teguh adalah sosok Ayah yang sangat luar biasa ya, Mas?" tanya Naura.
"Ada apa mas?" tanya Naura.
"Tapi sayangnya Tuan Teguh itu tidak mempunyai anak lo sayang." ucap Abian.
"Memangnya kenapa mas?" tanya Naura.
"Nggak tahu sih, tapi yang Mas tahu Tuan Teguh itu tidak mempunyai anak._ jawab Abian kembali.
Terlihat sepasang suami istri itu saling bercanda gurau sembari berjalan sampai di sekitar taman yang ada di tempat itu.
"Coba kalau aku menjadi anaknya, pasti aku sangat bahagia sekali ya Mas." ucap Naura.
"Mungkin." jawab Abian. nampak pria itu tersenyum kepada sang istri, pria itu mengelus rambut istrinya sembari bercanda gurau. sekitar 10 menit kemudian terlihat seorang wanita yang berusia sekitar 50 tahun berjalan mendekati Abian dan Naura.
__ADS_1
"Selamat pagi!!" seru Bu Rasti yang berjalan santai di sekitar taman mansion miliknya.
"Selamat pagi." jawab Naura.
Tatakan mata Abian menatap istri dari tuan Teguh tersebut. "Nyonya." Panggil Abian.
"Pagi Tuan Abyan." sapa Bu Rasti.
"Selamat pagi Bu." jawab Abian.
Tatapan mata Bu Rasti nampak menatap Naura yang tersenyum kepadanya, raut wajah penuh kerinduan benar-benar ditunjukkan oleh Bu Rasti untuk putrinya tersebut.
"Kalian mau ke mana?" tanya Bu Rasti kepada Abian.
"Mau jalan-jalan di sekitar tempat ini, Bu." jawab Naura.
"Kalian mau tidak jalan-jalan di sekitar perkebunan yang ada di tempat ini?" tanya Bu Rasti.
Naura terus menatap seorang wanita yang ada di depannya itu, entah mengapa jantungnya berdebar begitu kencang perasaannya begitu tenang saat mendengar suara wanita yang ada di depannya itu. ada rasa kerinduan, ada kehangatan bahkan Naura terus menatap seorang wanita yang tidak terlalu dia ingat wajahnya tersebut
"Nyonya Abian mau ikut kami juga, tidak?" tanya Bu Rasti.
Naura tidak menjawab, Wanita itu benar-benar sangat penasaran dengan sosok wanita yang ada di depannya itu. "Sayang, Bu Rasti tanya pada kamu kamu mau ikut, tidak?" tanya Abian sembari menyentuh pundak sang istri.
"Iya, Sayang. ada apa?" tanya Naura yang terkejut.
"Bu Rasti tanya apa kamu mau ikut lihat-lihat perkebunan?" tanya Abian kembali.
Naura menganggukkan kepalanya, saat kemudian durasi meminta salah satu pelayannya untuk mengantar mereka berdua. Entahlah Naura Naura terus menatap sosok wanita yang berjalan terlebih dahulu itu, ada sebuah kerinduan yang sangat luar biasa sebuah kerinduan yang benar-benar begitu dia dambakan selama ini.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
__ADS_1
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar