ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Pembalasan Naura


__ADS_3

Sakit, itulah yang sekarang di rasakan oleh Naura, gadis muda itu benar-benar seperti wanita bodoh yang sudah di bohongi.


"Naura, nanti kamu ikut aku melihat desain baju yang aku buat ya." ajak Rafli.


"Ikut aja Naura," Bu Lena yang sedikit memaksa.


"Wanita itu banyak pekerjaan di kantor." Abian yang langsung memotong pembicaraan Naura dan Rafli.


"Jangan hiraukan dia, nanti ibu yang akan bertanggung jawab." Bu Lena mulai menunjukkan taringnya.


"Dia itu pegawai ku, bukan pegawainya." jawab Abian yang tidak terima.


"Pekerja juga ada liburnya, biar dia libur. lagian aku akan meminta Naura untuk kerja sama Rafli." Bu Lena benar-benar akan membuat putranya tidak bisa melawan.


"Enak banget ni ibu, main ngasih isteri orang seenak dirinya." guman Abian dalam hati. tentu saja Abian belum bisa mengatakan mengenai status Naura yang sudah menjadi isterinya.


Saat mereka sedang memperdebatkan sesuatu, terlihat seorang wanita sudah masuk ke ruang makan.


"Selamat pagi, Tante!" seru Franda.


"Pagi." jawab Bu Lena dengan nada sewot.


"Ayo Naura, kita segera pergi." ajak Rafli.


terlihat Rafli tidak ingin Naura sakit hati saat melihat suaminya sedang bersama wanita lain.


"Ayo Naura." Bu Lena yang meminta Naura untuk segera pergi dari tempat itu. tentu saja wanita itu tidak ingin Abian terus menyakiti Naura dengan semua tingkah yang sudah dia lakukan.


"Wanita itu tidak boleh pergi dengan kalian, masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan." ucap Abian.


"Mintalah bantuan dengan calon istrimu itu, Naura akan bekerja dengan Rafli mulai saat ini." jawab pak Anggoro yang kemudian membawa pergi Naura. pria tua itu juga kesal dengan semua perilaku dari Abian, bukan karena sesuatu putranya itu benar-benar tidak mempunyai etika sama sekali bahkan pria itu benar-benar tidak mempunyai prinsip hidup. jika dia sudah menikahi seorang wanita lalu mengapa dia tidak mengakuinya, Jika dia tidak menginginkan pernikahan itu lalu Mengapa Abian malah menikahi Naura dan membuat Naura benar-benar seperti wanita tidak berdaya.


Setelah mengatakan hal itu akhirnya Abian tidak bisa melakukan apapun, jika ayahnya sudah marah Abian tidak akan mampu untuk melawan ayahnya sama sekali. akhirnya pagi itu Naura pergi bersama Pak Anggoro dan sang istri, mereka membawa Naura pergi dari rumah Abian dengan semua kekesalan yang mereka pendam.

__ADS_1


"Sudahlah bu, Pak. tidak usah dibawa ke hati lagian Dia mempunyai kehidupan sendiri, mungkin pernikahan Kami hanyalah karena sesuatu yang mungkin dia takut jika aku membuka rahasianya." jawab Naura.


Akhirnya pak Anggoro, Naura, Bu Lena dan Rafli pergi ke suatu tempat, pak Anggoro benar-benar penasaran dengan perkataan yang diucapkan oleh Naura. saat berada di sebuah rumah makan pinggir jalan tentu saja Pak Anggoro mulai menanyakan kembali mengenai perkataan Aura tadi.


"Apa maksudmu, Naura? Coba kau jelaskan kepada Bapak?" tanya pak Anggoro.


Naura menjelaskan mengenai cerita pertemuan mereka di salah satu hotel tersebut, Naura juga menceritakan mengenai dirinya yang hendak dijual ayahnya kepada hidung belang sebagai istri kelima atau enam


Pak Anggoro, Bu Lena dan Rafli langsung terdiam tanpa bisa mengatakan apapun, mereka benar-benar sangat terkejut dengan semua kata-kata yang diucapkan oleh Naura.


"Jadi pria itu menjadikanmu istri karena kau sudah melakukan kesalahan yang tidak kau sengaja?" tanya Pak Anggoro.


Naura sedikit menganggukkan kepalanya.


"Baiklah kalau begitu kita lakukan rencana kita seperti semula, lagi pula Ibu juga sangat kesal dengan semua sikap yang ditunjukkan oleh Abian." ucap Bu Lena.


"Sudahlah Bu, mungkin Mas Abian lebih nyaman dengan wanita itu karena itu dia ingin menikahi Franda. jika pria itu ingin menikahnya tidak apa-apa, jika dia meminta aku untuk menandatangani surat penceraian itu pun jika tidak apa-apa." jawab Naura yang mencoba untuk menenangkan hatinya.


"Dengarkan aku, Naura. kamu adalah wanita yang sangat luar biasa, mandiri kerja keras dan mampu untuk bertahan. jangan sampai ayahmu menemukanmu ataupun membawamu kembali kepada kehidupanmu dulu, kamu harus bisa bertahan jika Mas Abian tidak ingin mengakuimu maka kau bisa mencari lelaki yang lebih bisa kau andalkan, mencari seorang pria yang akan menjadikanmu tumpuan hidupnya dan menjadikanmu belahan jiwanya." ucap Rafli yang membuat Naura sedikit tersenyum.


"Aku bukanlah wanita yang mudah menyerah, Mas. aku bukanlah wanita lemah yang akan menangis dengan semua kesedihan yang melandaku. aku adalah wanita yang akan bertahan dari apapun, badai sekuat apapun akan ku terjang." jawab Naura yang menunjukkan senyum kepada orang-orang yang ada di sana.


"Baiklah kalau begitu mari kita buat Abian menyesal, Mari kita buat pria itu menangis dan berlutut agar kau mau kembali padanya!!" seru Bu Lena yang membuat ketiga orang itu juga Mulai bersemangat.


Mulai dari hari ini Naura sudah memutuskan untuk tidak mau lagi disakiti oleh Abian, jika pria itu tidak mau mengakuinya itu tidak apa-apa. berarti dia masih mempunyai kesempatan untuk mencari pria yang bisa melindunginya.


** Satu minggu kemudian **


"Selamat pagi." sapa Naura yang berada di perusahaan Abian. wanita itu terlihat bersikap begitu biasa, Abian menatap Naura yang sudah datang dengan semua sifatnya yang selalu riang.


"Apakah kau sudah menandatangani semua laporan yang aku berikan kemarin?" tanya Naura kepada Abian.


"Sudah, memangnya kenapa?" tanya Abian.

__ADS_1


"Hari ini kelihatannya kau akan ada rapat dengan salah satu direktur perusahaan." jawab Naura.


"Siapa?" tanya Abian.


"Kalau tidak salah namanya Pak Azrul, dia salah satu direktur perusahaan sekaligus wakil CEO dari perusahaan Bakti." jawab Naura.


"Kalau begitu Hari ini aku akan ikut denganku untuk rapat, karena Sandi harus melakukan sesuatu di salah satu tempat pembangunan." ucap Abian.


Naura menganggukkan kepalanya, setelah mengatakan hal itu dia langsung duduk di kursinya, tatapan mata Abian terus menatap Naura, seorang wanita yang dia pikir masih belum tahu statusnya.


"Oh ya Naura, nanti siang kau akan ikut makan denganku!" seru Abian.


"Tidak, terima kasih Pak beruang. Hari ini aku ada janji makan dengan Mas Rafli di salah satu restoran yang ada di dekat sini." jawab Naura.


Abian yang mendengar jawaban seperti itu tentu saja hatinya sedikit tersentak. "Kamu akan makan dengan Rafli?" tanya Abian.


"Iya Pak beruang, aku akan makan dengan Mas Rafli. katanya dia ingin memperlihatkan kepadaku mengenai desain pakaian terbarunya." jawab Naura.


Dari hari ke hari Naura semakin dekat dengan Rafli, Hal itu membuat Abian sedikit merasakan cemburu yang sangat luar biasa. salah Abian sendiri yang tidak mau mengakui Naura malah selalu bersama dengan Franda.


"Baiklah kalau begitu nanti aku akan makan dengan Franda saja." ucap Abian.


Naura hanya menunjukkan senyumnya, dia harus membuat semua keadaan senormal mungkin dengan semua pembalasan yang sudah ada di tangan Naura.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan


- Isteri kesayangan tuan besar

__ADS_1


__ADS_2