
"Apakah kamu senang berada di sini?" tanya Bu Rasti kepada Naura.
"Tempat ini sangat bagus Bu." jawab Naura.
"Oh ya, yang aku dengar dari suamiku kalau kamu mengajukan dua proposal untuk rumah sakit dan sekolah ya?" tanya Bu Rasti yang membuat Naura menatap wanita itu.
"Benar Bu, saya mempunyai cita-cita untuk membangun rumah sakit dan sekolah untuk anak-anak yang tidak mampu." jawab Naura.
"Kenapa kau ingin melakukannya?" tanya Bu Rasti.
Langkah kaki Naura seketika terhenti, wanita itu menatap sebuah tempat yang benar-benar sangat jauh. "Entahlah Bu, tapi sewaktu aku sangat kecil ibuku bilang kalau dia mempunyai cita-cita untuk membangun sebuah sekolah dan rumah sakit." jawab Naura.
DEG..
jantung bu Rasti serasa berhenti berdetak ketika putrinya mengatakan hal itu, memang dulu Bu Rasti mempunyai cita-cita untuk membangun rumah sakit ataupun sekolah bagi orang-orang yang tidak mampu. begitu banyak orang tidak mampu yang tidak bisa mengobati dirinya, begitu banyak anak yang tidak sekolah karena tidak mampu untuk membayar biaya sekolah.
Terlihat Bu Rasti tersenyum, wanita itu menatap putrinya yang benar-benar sudah dewasa dulu. nama Bu Rasti bukanlah Bu Rasti, melainkan Rahma. setelah menikah dengan Tuan Teguh.., Tuan Teguh mengganti nama Bu Rahma menjadi Bu Rasti.
"Apa kamu pernah mengingat wajah ibumu?" tanya Bu Rasti.
Naura menggelengkan kepalanya. "Samar-samar saya mengingat wajah Ibu saya, tapi tidak terlalu jelas karena waktu itu saya hanyalah seorang anak kecil yang berusia beberapa tahun." jawab Naura.
Kesedihan bu Rasti benar-benar sangat luar biasa, hatinya bagaikan teriris ketika dirinya mendengar jawaban dari Naura. puluhan tahun dia tidak bisa mencari keberadaan putrinya karena Pak Farhan pindah ke suatu tempat agar seluruh harta milik Bu Resti berpindah tangan kepadanya. namun Tuhan berkehendak lain ketika kecelakaan yang ada di rumahnya itu Bu Rasti masih hidup, Pak Teguh menyelamatkan Bu Rasti dan membawanya berobat ke tempat yang jauh.
Pagi itu Bu Rasti mengajak Naura dan Abian berjalan-jalan di sekitar perkebunan miliknya, perkebunan buah-buahan sayur-sayuran dan apapun ada di tempat itu. Bu Rasti mengajak Naura untuk memetik strawberry dan sayur-sayuran untuk mereka bawa ke mansion.
__ADS_1
"Apa kamu suka memasak, Naura?" tanya Bu Rasti.
Naura menganggukkan kepalanya, wanita itu tersenyum sembari menatap wanita tua yang ada di sampingnya.
"Isteri saya pandai memasak, nyonya. karena dia adalah wanita tangguh yang selalu berjuang untuk dirinya sendiri." jawab Abian.
Bu Rasti dapat melihat kalau kesedihan yang dimiliki oleh Naura begitu dalam, wanita itu masih belum tahu kalau mantan suaminya itu berusaha untuk menjual putrinya kepada seorang pria kaya.
** Kita berpindah tempat di rumah Pak Farhan dan Bu Warni. **
"Kau sudah mendapatkan alamat pria itu, Pak?" tanya Bu warni kepada Pak Farhan.
"Tentu saja aku sudah mendapatkan alamat pria itu, Dengan begitu kita bisa segera mencari tahu mengenai keberadaan anak sialan itu." jawab Pak Farhan.
"Tentu saja aku sudah tahu, aku akan membuat skenario yang sangat hebat agar anak sialan itu percaya dengan semua rencana kita." jawab Pak Farhan.
"Kamu benar-benar orang yang sangat pandai berakting, Pak. bahkan tidak ada yang tahu kalau kau telah membunuh istrimu hanya untuk bersenang-senang denganku." ucap bu Warni.
"Diam, jangan pernah mengatakan hal itu. jika sampai ada orang yang mendengar perkataanmu bisa-bisa aku masuk penjara. dasar wanita bodoh!!" seru Pak Farhan yang membuat bu Warni langsung terdiam.
Sepasang suami istri itu benar-benar tidak ingin hidup melarat, tidak ingin hidup susah dengan semua kebobrokan mereka sekarang ini. rencana terus dikembangkan oleh Pak Farhan agar dirinya dapat mengambil seluruh harta yang dimiliki oleh putrinya tersebut.
"Kira-kira dia sedang melakukan apa ya, Pak?" tanya Bu Warni.
"Mana Aku tahu tahu, kamu kira aku ini pelayannya? tahu apa yang dia lakukan sekarang." jawab Pak Farhan.
__ADS_1
"Yang aku dengar kalau pria yang bernama Abian itu adalah putra dari pengusaha bernama Anggoro, pria itu terkenal dengan semua kekejaman dan sifatnya yang begitu tegas." ucap Bu warni.
"Kamu jangan macam-macam ya, kalau sampai kamu melakukan sesuatu yang bodoh.., lihat saja aku pasti akan membunuhmu." ancam Pak Farhan.
"Memangnya apa yang mau aku lakukan, Pak? Kamu kira aku akan menggoda pria itu dan meninggalkanmu?" tanya Bu Warni yang membuat Pak Farhan langsung mencengkram dagu istrinya tersebut.
"Aku sudah menghabisi istriku karena dia tahu aku sudah berselingkuh denganmu, kamu adalah teman istriku tapi kau membuat aku melakukan serong denganmu. Kau membuatku menidurimu, kau membuatku tergoda dengan tubuhmu!!" bentak Pak Farhan yang membuat Bu warni langsung terdiam.
Ternyata Bu warni adalah sahabat karib dari Bu Rasti, wanita itu menghianati sahabatnya untuk bisa hidup senang dengan semua kekayaan bu Rasti.
"Aku tidak akan melakukan kebodohan itu, pak. lagi pula aku tidak akan pernah menghianati mu." ucap Bu Warni.
"Jika sampai kau berani menghianatiku, lihat saja apa yang aku lakukan. akan kubunuh kamu dan akan kubuang mayatmu di jurang." ancam Pak Farhan kembali.
Akhirnya sepasang suami istri itu melakukan dialog untuk membuat rencana mereka mulus, mereka harus belajar berakting untuk mengambil simpati Naura dan membuat orang tua Abian mau menerima mereka di tempat yang mewah tersebut.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar
__ADS_1