
"CCTV, semenjak kapan ayah memasang CCTV di ruangan Abian?" tanya Akbar kepada sang ayah.
"Memangnya kenapa aku harus mengatakan padamu, Akbar. aku juga sudah memasang kamera CCTV di seluruh rumah ini semenjak kau terbangun waktu itu. Ayah yakin kamu akan melakukan kesalahan kembali karena itu Ayah sudah memastikan untuk tidak mengulangi kesalahan berulang kali." jawab Pak Anggoro .
"Maksud Ayah apa?" tanya Akbar yang seolah ingin meminta penjelasan kepada sang ayah.
"Apakah kamu harus selalu diberikan peringatan Akbar ataukah kamu harus menjadi anak kecil kembali dan menjadi dewasa?" tanya Pak Anggoro yang benar-benar ingin mengatakan semua unek-unek yang ada di hatinya.
"Jadi selama ini ayah tidak pernah percaya denganku?" tanya Akbar kepada sang ayah.
"Kamu sudah melakukan kesalahan berulang kali, Akbar. berulang kali Ayah memberikanmu Maaf, berulang kali juga memberikanmu maaf. kamu sudah menghancurkan adikmu berulang kali, kamu sudah menghancurkan pernikahan adikmu dua kali. Kamu memanfaatkan keadaan Abian yang memang tidak memungkinkan untuk saat itu, bukannya kamu menolong adikmu malah kamu menghancurkannya. Apakah semua itu masih kurang Abian?" tanya Pak Anggoro.
Akbar kembali menunjukkan senyumnya, pria itu benar-benar tidak pernah merasa bersalah sama sekali. "Bukan maksudku untuk membuat Abian seperti seorang pria tidak berguna, ayah. tapi salahkan saja dirinya sendiri kenapa dia tidak mampu membuat istrinya bahagia. tanyakan sendiri kenapa dia tidak bisa membuat istrinya merasakan kepuasan." jawab Akbar sembari menunjukkan senyum mengejek ke arah Abian.
Naura yang berada di belakang tubuh Akbar nampak wanita itu tersentak, Naura benar-benar tidak pernah mengira kalau Akbar adalah seorang pria yang tidak akan pernah merasa bersalah sama sekali. sudah berulang kali pria itu membuat kesalahan, Sudah berulang kali pria itu menghancurkan kehidupan Abian.
Naura baru mengetahui jika kedua pernikahan Akbar hancur karena kakaknya, Naura baru mengetahui kalau siapa sebenarnya pria iblis yang dikatakan oleh Mbok Asih. jantung Naura berdebar begitu kencang, wanita itu nampak merasa begitu kasihan kepada sang suami. langkah kaki Naura mendekati Akbar, salah satu tangannya langsung meraih pakaian Akbar.
PLAKK...
__ADS_1
seketika suara pukulan menggema di ruang tengah rumah Pak Anggoro, suara tamparan dari seorang wanita yang dari tadi mendengar semua penghinaan yang dikeluarkan oleh kakaknya. Naura menatap Akbar dengan tatapan mata yang benar-benar ingin mengatakan kalau pria itu menjijikkan.
"Pantas saja dirimu dibilang sebagai iblis, pria brengsek tidak tahu diri dan tidak tahu malu Aku tidak pernah mendengar mengenai kebusukan mu, suamiku menutup aibmu dengan begitu baik Namun nyatanya kebaikan suamiku Ke balas dengan semua kepahitan seperti ini. kamu tidak pantas disebut sebagai seorang kakak, kamu lebih pantas disebut sebagai pria tidak mempunyai hati. kamu hanyalah seorang pria tapi kamu tidak pantas disebut sebagai seorang pria sejati. Kamu hanyalah seorang pria banci, seorang pria yang tidak mempunyai jati diri. kamu adalah pria yang harusnya tinggal di antara para waria di jalanan, kau benar-benar pria tidak punya perasaan!!" seru Naura dengan begitu banyak perkataan yang dia keluarkan. hatinya benar-benar merasa sakit, apa yang dilakukan oleh suaminya ternyata tidak ada gunanya sama sekali. orang yang selalu dia tolong orang yang selalu dianggap sebagai saudara ternyata adalah orang yang sudah membuat Abian hancur.
Hati Naura benar-benar merasa sakit, itu Kenapa Mbok Asih selalu mengatakan kalau Naura harus selalu berhati-hati kepada Akbar.
"Aku baru tahu kalau kamu adalah aib yang harus segera disingkirkan, kamu ada sebuah kotoran yang harus segera dibersihkan!!" seru Naura.
Bu Lena tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun, semua rasa sakit yang ada di hatinya serasa diwakilkan oleh Naura kata-kata yang selama ini ingin dia keluarkan benar-benar tersampaikan oleh perkataan Naura. Bu Lena hanya bisa meneteskan air matanya, satu anaknya membangun kebahagiaan dan satu anaknya menghancurkan kebahagiaan saudaranya sendiri.
"Nasibku memang benar-benar sangat malang mempunyai seorang Putra yang tidak mempunyai hati. nasibku benar-benar sangat malang, Aku harus Hidup diantara kebusukan salah satu Putraku." ucap Bu Lena yang terus meneteskan air matanya.
"Maafkan Ibu, Naura. maafkan Ibu maafkan Ibu karena sudah melahirkan seorang pria yang benar-benar tidak mempunyai hati." ucap Bu Lena yang bersimpuh di hadapan Naura. seperti apapun kenyataannya Naura sangat mengerti bagaimana kondisi ibu mertuanya itu.
"Sudahlah Bu, kenapa ibu harus menangis. Apakah ibu benar-benar ingin menjadi seorang wanita tidak selamanya kita bisa menjadi tegar Ibu tidak selamanya kita akan menjadi seorang wanita yang mampu bertahan. Lihatlah semua ini adalah sebuah ilusi semua ini adalah cobaan. Maafkan jika aku tidak bisa memaafkan pria ini, Ibu. maafkan aku jika aku tidak akan pernah menganggapnya sebagai saudara suamiku. maafkan jika aku menyakiti hati ibu." ucap Naura.
Pak Anggoro dan Abian hanya bisa terdiam, Naura akhirnya tahu apa yang hendak dilakukan oleh Akbar kepadanya.
"Siapa yang meminta maaf darimu, Siapa yang memohon ampun kepadamu. aku tidak peduli jika kau tidak memaafkanku, aku tidak peduli jika kau tidak menganggapku sebagai seorang saudara. apa pedulinya Aku padamu kau hanyalah sebuah alat yang ingin ku jadikan jalan untuk menghancurkan pria yang benar-benar aku benci." ucap Akbar.
__ADS_1
Sekali lagi dan sekali lagi Akbar terus menerus menyakiti orang-orang yang ada di sekitarnya. kata-katanya tidak pernah dia ucapkan dengan benar kata-katanya selalu menyakiti orang lain, pernahkah Akbar berpikir untuk menganggap seseorang sebagai keluarganya. pernahkah Akbar menganggap orang lain berharga di matanya semuanya, serasa kosong sepertinya Akbar hidup di alam yang tidak berpenghuni. tidak memerlukan siapapun untuk menjadi tempatnya berlabuh.
"Mulai saat ini pergilah dari rumahku, carilah kehidupanmu carilah jalanmu. buatlah mimpi-mimpi yang selama ini kau tanam tumbuh, Namun aku tidak ingin kau berada di sekeliling keluargaku. mulai saat ini aku tidak akan bisa menerimamu mungkin hubungan darah ini tidak akan pernah putus, tapi dosa yang telah kau lakukan begitu banyak, aku tidak sanggup menerima dosa sebesar itu Aku tidak sanggup menerima dan memaafkan seluruh kelakuanmu. pergilah dari sini menjauhlah dari keluargaku." ucap Pak Anggoro yang meminta Akbar untuk segera pergi dari rumahnya.
Terlihat Akbar hendak memutar tubuhnya dan berjalan ke lantai 2 untuk mengambil barang-barangnya.
"Jangan pernah mengambil satu barang pun dari rumahku, tinggalkan semua yang telah aku berikan. cobalah hidup sendiri carilah Apa yang kau inginkan dengan kekuatanmu Jangan pernah kau menyentuh milikku." ucap Pak Anggora.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
__ADS_1