
Pak Farhan benar-benar adalah seorang pria yang sangat menjijikkan, dia lupa dengan semua yang terjadi. ketika pak Farhan memasuki ruang sidang dan bersaksi untuk melawan Abian, seketika Bu Lena tersenyum. wanita itu akan membalas dendam kepada pak Farhan dan Bu Warni.
"Dasar pembunuh!!" seru Bu Rasti yang sudah berdiri dan menunjuk ke arah pak Farhan.
"Tenang Bu," pinta para polisi.
"Dasar pembunuh, pria bangsat tidak tahu diri!!" seru Bu Rasti.
Pak Farhan menoleh menatap ke arah Bu Rasti.
"Apa ada yang ingin anda sampaikan, Nyonya?" tanya pengacara Abian.
"Tentu, saya akan mengatakan apa yang bisa saya katakan!!" seru Bu Rasti.
Bu Rasti sudah memutuskan untuk memberikan hukuman kepada pak Farhan. semua bukti masa lalu sudah di berikan kepada hakim.
"Siapa anda sebenarnya, nyonya?" tanya hakim.
"Saya adalah mantan isteri dari pria itu." jawab Bu Rasti.
Seketika orang-orang yang ada di ruangan itu terdiam, Bu Warni dan Pak Farhan saling menatap satu sama lain.
"Apa maksudmu?" tanya pak Farhan.
"Iya, aku adalah mantan isterimu. aku adalah seorang wanita yang telah kamu tipu, aku adalah seorang wanita yang sudah kamu siksa dan kamu tinggal selingkuh." jawab Rasti.
DEG...
jantung pak Farhan benar-benar tersentak saat mendengar perkataan dari Bu Rasti, pria itu benar-benar sangat terkejut luar biasa.
karena yang di ketahui oleh pak Farhan kalau bu Rasti sudah meninggal dunia.
sepasang suami istri brengsek itu benar-benar tidak akan pernah mengira kalau orang yang sudah mati itu tiba-tiba hidup kembali, Bu Warni menatap mantan istri dari suaminya sekaligus sahabatnya itu berdiri di depan mereka. tatapan mata Bu Rasti benar-benar menunjukkan kalau wanita itu akan membalas dendam kepada mereka berdua.
__ADS_1
"Pasti wanita ini berbohong, istriku sudah meninggal!!" seru Pak Farhan.
Hari itu adalah hari persidangan Abian sebagai tersangka, namun hari itu juga akan menjadi hari persidangan untuk Pak Farhan sekaligus Bu Warni atas tuduhan pembunuhan berencana kepada bu Rasti. ruang persidangan itu benar-benar seperti berada di alam baka, mereka terdiam saling menetap satu sama lain.
Seorang wanita yang sudah berdiri di tempat Naura, wanita itu tidak akan pernah mengira kalau Bu Rasti mengatakan kalau dia adalah mantan istri ayahnya. jika Bu Rasti adalah mantan istri ayahnya itu berarti dia adalah ibunya, seorang ibu yang juga dia kira sudah meninggal dunia.
"Tolong ceritakan Kenapa Anda mengaku sebagai istri dari tuan Farhan, Maaf mantan istri?" tanya pengacara Abian.
Bu Rasti menceritakan kronologi 10 tahun yang lalu, kronologi ketika dirinya mendapatkan kekerasan dan penghianatan sang suami dengan sahabatnya. rumah yang dimiliki Bu Rasti adalah rumah peninggalan dari suami pertamanya, orang-orang yang ada di tempat itu benar-benar begitu kebingungan, begitu pula Abian dia tidak tahu apa yang dikatakan oleh Bu Rasti. namun jika benar apa yang dikatakan oleh wanita itu, lalu siapakah sebenarnya wanita yang ada di depan mereka itu.
"Apa maksud anda?" tanya Pak Farhan kepada bu Rasti.
Senyum pembalasan benar-benar ditunjukkan oleh Bu Rasti, bahkan wanita itu juga memberikan beberapa bukti puluhan tahun yang lalu. beberapa bukti mengenai Siapa dirinya, Siapa suami pertamanya dan Putri kandungnya. Pak Farhan sebenarnya tahu kalau Naura bukanlah putrinya karena hal itu pria itu ingin menyingkirkan Naura dan Bu Rasti untuk menguasai seluruh harta yang dimiliki oleh Bu Rasti dari suami pertamanya.
Waktu terus berlalu, Hari berlalu Minggu bulan dan tahun semua diceritakan oleh Bu Rasti dengan begitu detail. Naura benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan, tiba-tiba ibu yang sudah dianggap meninggal itu kembali ke hadapannya. seorang pria asing yang ternyata adalah ayahnya, seorang ayah yang begitu dia rindukan kasih sayangnya ternyata adalah orang lain. Naura benar-benar sangat syok, seketika wanita itu tersungkur tidak berdaya dengan semua cerita kelam yang dia dengar.
BRUKK...
Seketika Naura tersungkur, wanita itu tidak mampu mendengar semua cerita itu. ada rasa bahagia ada ketakutan dan pertanyaan yang sangat banyak.
Para petugas kepolisian langsung membawa Naura ke salah satu ruangan di gedung pengadilan. Bu Rasti menatap putrinya yang sudah dibawa pergi, tentu saja Bu Rasti tahu kalau Naura tidak akan bisa menerima kabar yang begitu mendadak itu. hati Bu Rasti sedikit tersentak, Bu Rasti yakin kalau Naura bukanlah seorang wanita yang berpikiran begitu sempit.
"Baiklah kalau begitu, para petugas kepolisian saya mengalihkan kasus ini kepada kalian. tolong diselidiki masalah ini baik-baik, seluruh bukti yang dibawa akan saya serahkan!" seru Pak hakim.
Akhirnya hari itu juga Bu Rasti mendapatkan keadilan atas semua yang terjadi pada dirinya, mimpi-mimpi buruk itu sudah berlalu sedangkan Pak Farhan dan bu Warni. tentu saja mereka berdua benar-benar begitu marah dengan semua yang terjadi hari ini.
"Wanita ini pembohong, istriku sudah mati!!" teriak Pak Farhan.
"Dasar wanita gila!! teriak Bu Warni.
Tuan Teguh terlihat berdiri, pria itu berjalan mendekati Pak Farhan dan Bu Warni. "Ini adalah balasan karena kalian berusaha untuk menyingkirkan istriku, kau adalah pria yang tidak bermoral kau sudah mengambil istriku.
Bahkan kamu juga telah menipunya." ucap Tuan Teguh yang kemudian meminta polisi untuk segera membawa Pak Farhan dan Bu Warni untuk segera pergi ke kantor polisi.
__ADS_1
Kita kembali ke persidangan Abian.
"Saya juga mempunyai bukti-bukti mengenai kejadian yang ada di hotel itu, yang mulia." ucap Tuan Teguh.
Terlihat pria itu memberikan beberapa video rekaman CCTV kepada pengacaranya dan pengacara Abian memberikan kepada hakim. raut wajah dari Wilona seketika langsung masam, pengacara Wilona pun tidak bisa tinggal diam, namun apa yang harus dia lakukan ternyata orang tua kandung dari istri Abian Maulana adalah Teguh Sanjaya. seorang pria kaya raya dengan semua kekayaan yang begitu luar biasa.
Di ruang kesehatan yang ada di gedung pengadilan Bu Lena dan Pak Anggoro sedang menunggu Naura yang sedang tidak sadarkan diri.
"Apakah kamu baik-baik saja, Naura?" tanya Bu Lena sembari mengusap rambut Naura.
"Ada apa ini bu? kenapa kejadiannya seperti ini, Lalu kenapa Bu Rasti mengatakan kalau dia itu ibuku?" tanya Naura.
"Tenanglah Naura, nanti akan Ayah jelaskan." ucap Pak Anggora.
"Maksud Ayah apa? apakah Ayah sudah tahu mengenai hal ini?" tanya Naura.
Sesaat kemudian terlihat seorang wanita berdiri menatap Naura.
DEG...
jantung Naura terasa tersentak ketika melihat Bu Rasti berada di dekatnya, langkah kaki wanita itu mendekati Naura.
"Kalian bicaralah dengan baik-baik, kami akan ke ruang persidangan untuk mendengar keputusan dari Pak hakim." ucap bu Lena dan Pak Anggoro.
"Baiklah, kami akan menjelaskannya kepada putri kami." jawab Tuan Teguh.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
__ADS_1
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu