ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Kekaguman Bu Lena


__ADS_3

"Huff..," Naura benar-benar sangat kesal dengan perlakuan ayahnya.


"Pergilah dari sini, aku tidak ingin membuat keributan di sini!!" seru Naura.


"Kenapa kau takut aku membuat keributan di sini? kau adalah anak tidak tahu diri!" teriak Pak Farhan yang benar-benar begitu kesal karena dirinya ditolak oleh Naura.


Tatapan mata Naura menatap ayahnya, wanita itu tidak akan pernah mengalah dengan ayahnya. sesaat kemudian Bu Lena nampak menatap ponselnya, sesaat kemudian dia menelepon seseorang.


"Halo komandan Salim, Bisakah kau kemari karena ada orang asing yang mencoba untuk menggangguku." bu Lena yang terlihat menelpon salah satu temannya yang ada di kepolisian yang tidak jauh dari tempatnya dan Naura.


"Apa yang kau lakukan!!" seru Pak Farhan.


"Kau dengar sendiri kan, aku sedang menelpon polisi untuk membawamu pergi dari sini. Dasar orang tidak tahu diri!" jawab Bu Lena yang terlihat mengusir Pak Farhan agar dia segera menjauh dari Naura.


Tentu saja Farhan tidak akan mau melakukan hal itu, pria itu terus berusaha untuk membuat Naura mau pergi dengannya.


"Kita pergi dari sini, kamu jangan membuat masalah." bentak pak Farhan.


BUKK...


satu tendangan langsung melayang kepada Pak Farhan, Naura menetap ayahnya dengan tatapan mata yang begitu kesal.


"Pernahkah kau berfikir bagaimana kondisiku? pernahkah kau berfikir kalau aku ini putrimu? pernahkah kau memikirkan bagaimana penderitaanku selama ini? kau selalu menyiksaku bersama selingkuhanmu itu, kau selalu ringan tangan padaku, semenjak kecil aku sudah menderita, kau menjadikan aku mesin penghasil uang. pernahkah kau berfikir bagaimana pendidikanku? kesehatanku, kebahagiaanku pernahkah kau memikirkannya sekali saja? kau adalah pria yang tidak tahu diri, kau tidak pantas disebut sebagai seorang ayah, seorang ayah adalah pria yang melindungi anaknya, orang yang akan mampu mempertaruhkan segalanya demi anaknya. Tapi kau, apa yang kau lakukan? kau berusaha menjualku kepada para pria hidung belang untuk menutupi semua kejahatanmu, pernahkah kau berfikir kalau aku selama ini menderita? pernahkah kau tersenyum sekali saja kepadaku, kau selalu bersenang-senang dengan selingkuhanmu itu. kau tidak pernah mempunyai memikirkan aku!!" teriak Naura yang hendak menghajar ayahnya dengan kursi yang sudah diangkat.


"Jangan Naura, Jangan melakukan hal itu." pinta Bu Lena yang kemudian menarik Naura.


Sesaat kemudian wanita tua itu menelpon sopirnya untuk menjemput mereka. "Pergilah dari sini sebelum aku meminta petugas keamanan restoran ini untuk menghajarmu!!" teriak bu Lena yang membuat Pak Farhan langsung pergi.


Bu Lena benar-benar tidak akan pernah memikirkan mengenai kesedihan seorang wanita muda yang sudah dinikahi oleh putranya itu. sesaat kemudian segelas air putih diberikan oleh bu Lena kepada Naura.


"Minumlah dahulu, tenangkan pikiranmu." pinta Bu Lena.

__ADS_1


Naura menganggukkan kepalanya sesaat kemudian Gadis itu nampak memijat keningnya. "Maafkan aku Bu." ucap Naura.


Bu Lena menggelengkan kepalanya, sesaat kemudian wanita itu memeluk Naura dengan pelukan yang begitu hangat. "Menangislah jika kau ingin menangis, anggaplah aku sebagai ibumu." ucap Bu Lena yang membuat Naura langsung menangis tersedu-sedu.


Setelah dari restoran terlihat Bu Lena kembali mengajak Naura untuk berjalan-jalan di sekitar pasar dadakan yang tidak jauh dari alun-alun kota.


"Sekarang kita belanja di sini dan bersenang-senang di sini. Bagaimana Naura?" tanya Bu Lena yang membuat Naura tersenyum.


Terlihat Bu Lena mengambil beberapa pakaian, wanita itu mengukur pakaian di tubuh Naura. "Kamu suka?" tanya Bu Lena.


Naura hanya bisa tersenyum, tersenyum menatap wanita yang ada di depannya itu. Naura Sedikit lupa dengan sosok ibunya, karena ayahnya tidak membiarkan Naura mengingat mengenai ibunya.


Sekitar satu atau dua jam kemudian mereka sudah kembali ke rumah, memang waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. hal itu membuat Pak Anggoro menatap istrinya dengan Tatapan yang sedikit kebingungan, istrinya sudah kembali dengan raut wajah yang begitu bahagia bersama Naura. Pak Anggoro yakin kalau ada sesuatu yang membuat istrinya begitu bahagia.


"Sudah selesai jalan-jalannya, Bu?" tanya Pak Anggoro.


Bu Lena tersenyum, sesaat kemudian wanita itu meminta Naura untuk beristirahat.


"Sudah tidak apa-apa, aku baru tahu dari kata bibit pembantu Kalau kamu tidak punya pakaian ya?" tanya Bu Lena yang membuat Naura sedikit malu. setelah mengatakan itu akhirnya Naura kembali ke kamarnya, menatap ruang kecil yang sudah menjadi tempatnya.


"Ada apa Bu?" tanya Pak Anggoro kepada istrinya.


"Ternyata di balik sikapnya yang begitu luar biasa ada masa lalu yang begitu kelam, Pak." ucap Bu Lena


"Maksudnya apa Bu?" tanya Pak Anggoro.


"Nanti aku ceritakan di kamar saja, lebih baik kita masuk." pinta Bu Lena yang membawa suaminya ke kamar.


Abian yang sudah pulang dari tadi terlihat pria itu mencari keberadaan Naura yang tidak kunjung dia temukan, terlihat Abian menunggu Naura hingga 30 menit di dapur namun wanita menyebalkan itu tidak datang juga. sekitar 30 menit kemudian terlihat Abian kembali turun ke lantai 2 menuju dapur, terlihat di sana Naura sudah memasak di dapur yang membuat Abian langsung melangkahkan kakinya dengan terburu-buru.


"Kau dari mana saja?!" seru Abian yang membuat Naura langsung terkejut.

__ADS_1


"Ya ampun Pak beruang, ini gimana sih ngagetin aja!!" seru Naura yang terkejut karena kedatangan Abian.


"Kamu ini lagi ngapain di Sini?!" teriak Abian saat Abian melihat Naura sudah memasak.


"Tentu saja memasak." jawab Naura.


"Kamu dari mana saja, tadi Aku tidak melihatmu Di rumah kau mau kabur ya?" tanya Abian.


"Siapa yang mau kabur, apa bibi tidak bilang kalau aku menemani orang tuamu keluar." jawab Naura Apa kamu yakin tanya Adik yang tentu jawab Naura kembali.


Terlihat Abian berjalan mendekati Naura, pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah Naura. "Jangan-jangan kamu mau kabur ya?" tanya Abian.


Naura yang mendapat perlakuan seperti itu tentu saja dia langsung terkejut dan menarik mundur tubuhnya. "Kau mau apa?" tanya Naura.


"Kau mau kabur ya?" tanya Abian balik.


"Siapa yang mau kabur, aku kan sudah bilang kalau aku menemani ibumu jalan-jalan." jawab Naura yang kemudian memajukan tubuhnya hingga membuat Abian langsung mundur.


Tentu saja Abian yang mendapat perlakuan seperti itu hal itu membuat adik kecilnya mulai bereaksi, wajah Abian sedikit bersemu merah, jantungnya berdebar begitu kencang saat wajah Naura mendekati wajahnya.


"Kau sedang masak apa?" tanya Abian dengan nada yang sedikit keras, pria itu berusaha untuk mengalihkan pembicaraan dan menetralkan debaran jantungnya yang terus-menerus.


"Aku kan sudah bilang kalau aku sedang memasak, Kenapa?" cibir Naura yang kemudian mematikan kompornya. terlihat Naura menggoreng tempe tahu ikan asin serta membuat sambal terasi.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan

__ADS_1


- Isteri kesayangan tuan besar


__ADS_2