
"Ada apa mas?" tanya Naura.
"Tidak apa-apa, kita makan dulu." ucap Abian yang kemudian makan bersama sang isteri.
Sekitar 20 menit kemudian Naura dan sang suami sudah selesai dengan ritual makan, sepasang suami istri itu terlihat saling menatap satu sama lain.
"Oh ya Mas, bagaimana kondisi kakakmu?" tanya Naura kepada sang isteri.
"Kamu tidak usah menanyakan hal itu, Oh ya Mulai sekarang atau kapanpun tolong kamu jangan ke rumah sakit ya." ucap Abian.
"Memangnya ada apa Mas, Kenapa aku tidak boleh ke rumah sakit?" tanya Naura yang sedikit kebingungan. wanita itu takut jika sudah melakukan sesuatu hingga membuat suaminya marah.
Terlihat Abian menatap istrinya, ada rasa takut di wajah Naura ketika Abian menatap istrinya.
"Begini sayang, bukannya aku mau mengatakan sebuah alasan. tapi mas akan menjelaskan semuanya." jawab Abian.
Perlahan-lahan Abian menjelaskan kepada sang suami mengenai semua yang terjadi, Abian memegang tangan sang istri, menatap wanita itu dengan begitu sendu.
"Kenapa dia mengakuiku sebagai istrinya, Mas?" tanya Naura.
"Mas juga tidak tahu, tapi kamu harus sabar dengan semua yang sudah terjadi. mas tidak ingin saudara Mas itu terus-menerus mengakuimu, mas ingin kamu tetap di sini, Mas akan sangat terluka jika melihat orang lain mengakuimu." ucap Abian.
Terlihat Naura tersenyum menatap sang suami sembari memberikan pelukan yang begitu hangat.
"Aku tidak akan pernah melakukan hal itu, mas. tapi kamu harus yakin kalau aku bukanlah wanita yang akan melakukan kesalahan seperti itu." jawab Abian..
"Entahlah, tapi aku ingin kamu selalu bersama mas." ucap Abian.
"Apakah ada sesuatu yang kau sembunyikan Mas? atau mungkin kamu sudah menyembunyikan sesuatu mengenai kakakmu, aku yakin kalau bukan hanya permasalahan ini saja. ku yakin kalau ada sesuatu yang Mas sembunyikan mengenai masa lalu kakak mas itu." ucap Naura.
Abian terlihat menghela nafasnya dengan sangat kasar, memang Masa lalu itu benar-benar membuat Abian merasakan sakit yang sangat luar biasa. Abian tidak akan pernah membiarkan semua kesalahan yang dimiliki kakaknya itu akan menghancurkan dirinya.
"Memang ada sebuah masa lalu yang begitu kelam, masa lalu yang ingin segera aku lupakan." jawab Abian.
"Lebih baik Mas mengatakannya kepadaku, biar mas sedikit merasa lega dengan semua masalah yang sudah membebanimu." ucap Naura.
Perlahan-lahan Naura mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya, cerita kelam masa lalu dari sang suami membuat Naura tidak pernah berpikir untuk mau meninggalkan 0riw itu.
__ADS_1
Terlihat Abian menatap istrinya, Dia mulai menceritakan semua kenangan pahit yang sudah terjadi dengannya. masa lalu yang tidak pernah Abian ceritakan, masa lalu yang sudah membuat pria itu merasakan ketakutan yang benar-benar tidak bisa dia kontrol. beberapa jam kemudian akhirnya Naura mengajak sang suami ke taman belakang rumah mereka. wanita itu tidak akan membiarkan suaminya mengalami kesakitan lagi.
"Mas begini aja, kalau tidak aku akan merubah penampilanku dan membuat sesuatu yang lain jika ingin bertemu dengan ayah dan ibu, Bagaimana?" tanya Naura.
"Maksudmu, sayang?" Abian yang sedikit kebingungan. ternyata rencana Naura adalah merubah dirinya dan membuat dirinya seperti wanita yang tidak dikenali oleh Akbar sama seperti pertama kali mereka bertemu.
"Wah.., idemu bagus sekali, sayang." ucap Abian.
"Karena hal itu Mari kita lakukan sesuai rencana kita, kita beli peralatan Setelah itu kita lakukan sesuatu, oke." ucap Naura.
"Bagus, sayang. dengan begitu kakakku tidak akan melakukan sesuatu yang bisa membuatku menderita lagi." ucap Abian.
Sebuah senyum terukir kembali di bibir Abian setelah mendengar rencana sang istri, karena hal itu Abian mulai bersemangat dengan semua yang harus segera mereka lakukan. hari ini Abian dan Naura akan pergi ke Salah satu tokoh perlengkapan, wanita untuk membeli beberapa kebutuhan yang diinginkan oleh Naura, dengan begitu mereka akan menjadi sosok lain saat Naura pergi ke rumah Bu Lena.
Sekitar 1 jam kemudian mereka sudah sampai di pusat perbelanjaan, tatapan mata Naura menata barang-barang yang ada di tempat itu.
"Kamu ingin belanja apa saja, sayang?" tanya Abian.
"Kita beli make up, kita beli rambut palsu, kita beli pakaian yang sedikit aneh begitu." jawab Naura.
Abian hanya bisa tertawa saat mendengar jawaban yang begitu lucu yang keluar dari mulut istrinya.
"Waktu itu kan Dia melihatku dengan kondisi memakai pakaian yang begitu standar, jadi kita akan merubah penampilan dengan memakai pakaian yang sedikit seksi tapi pakaiannya panjang, jangan pakai yang pendek." jawab Naura.
"Sayang!" seru Abian.
"Bagaimana?" tanya Naura.
"Ok." jawab Abian.
sepasang suami itu istri itu terlihat tersenyum begitu bahagia, sedangkan seorang wanita yang melihat mereka berada di pusat perbelanjaan tentu saja tatapan matanya terus menatap Naura dan Abian yang sedang berbelanja di tempat tersebut. sorot mata yang benar-benar menunjukkan rasa yang begitu tidak yakin.
Terlihat Wilona menatap wajah Abian yang tersenyum begitu bahagia. "Jadi pria itu sekarang seperti ini." ucap Wilona yang melihat Abian tersenyum begitu bahagia. pria itu begitu berbeda dari yang dulu, angkuh, tak berperasaan dan sangat menakutkan.
"Abian!" panggil Wilona yang berada di satu tempat dengan Abian.
Abian yang me dengar dirinya di panggil, tentu saja dia menoleh ke arah panggilan. seketika pandangan mata dua orang itu saling bertemu, saling menatap satu sama lain.
__ADS_1
"Wilona." ucap Abian.
"Abian." panggil Wilona kembali.
Naura yang berada di tempat itu, terlihat wanita itu menatap sang suami yang di panggil oleh seorang wanita.
"Siapa dia mas?" tanya Naura
Abian menoleh dan memandang wajah sang isteri, sesaat kemudian pria itu tersenyum dengan semua keyakinan yang dia miliki kepada Naura.
"Hallo." sapa Wilona kepada Naura.
"Anda siapa!" tanya Naura kepada Wilona.
"Dia adalah Wilona, kau pasti sudah tahu kan, sayang?" tanya Abian.
"Wilona?" tanya Abian yang kemudian tersenyum.
"Hallo, aku adalah mantan isteri dari Abian." jawab Wilona yang seolah ingin memprovokasi Naura.
"Hai," panggil Naura.
"Oya, nyonya Wilona. apakah kamu ada keperluan?" tanya Naura.
Wilona terlihat tersenyum, wanita itu mempunyai sebuah rencana licik yang ada di kepalanya.
"Tadi aku melihatmu masuk kemari, jadi aku ingin memperjelas Apakah itu benar kamu atau bukan." jawab Wilona dalam hati. Wilona ingin mengatakan kalau wanita itu adalah seorang wanita yang pernah memasuki hati Abian, Namun ternyata bukan kekesalan Namun ternyata wanita itu hanya senyum yang ditunjukkan oleh Naura.
"Ya sudah kalau begitu, ayo segera kita bayar belanjaan kita, sayang. karena aku sudah lapar." ucap Naura yang kemudian mengajak Abian pergi. tidak ada gurat kekesalan atau kemarahan itu karena Naura tidak ingin cemburu pada sesuatu yang hanya ada kehampaan.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
__ADS_1
- Isteri kesayangan tuan besar