ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Sebuah kebenaran dan kemenangan


__ADS_3

Hari ini benar-benar akan menjadi hari yang penuh sejarah. sebuah kebenaran sudah mulai terlihat, sebuah kebenaran yang benar-benar begitu luar biasa. kebenaran mengenai siapa sebenarnya Pak Farhan, Bu Rasti dan yang lain.


Tinggal Sekarang kita akan mencari tahu mengenai keberatan dari Wilona, semua bukti-bukti yang diberikan oleh pengacara Abian membuat pak hakim memahami mengenai kebohongan Wilona.


"Baiklah kalau begitu Nyonya Wilona, saya akan memutar rekaman CCTV yang ada di hotel tersebut. Jadi aku harap anda melihat apakah bukti ini benar atau tidak." ucap pak hakim yang kemudian menyuruh salah satu petugas untuk memutar rekaman CCTV yang ada di hotel tersebut.


Sekitar 10 menit kemudian kejadian itu sudah terbukti, Wilona tidak bisa mengatakan apapun. raut wajahnya benar-benar begitu memalukan, Abian tersenyum begitu puas sedangkan seorang pria yang berada di sudut sebuah tempat nampak dia sangat geram dengan semua bukti rekaman CCTV yang diberikan oleh Abian dan yang lain.


"Brengsek, dari mana mereka mendapatkan rekaman CCTV itu. seharusnya tidak ada bukti mengenai hal itu karena aku sudah membayar seseorang untuk mematikan CCTV yang ada di dekat kamar itu." guman Akbar dalam hati yang ternyata ikut menyaksikan persidangan Abian.


Tatapan mata yang benar-benar menunjukkan kekesalan luar biasa, Akbar ingin sekali segera menyingkirkan adiknya namun Tuhan masih berkehendak lain. kebenaran ditunjukkan di depan persidangan.


Wilona yang sudah menuntut hari itu dia tidak bisa berkutik sama sekali, semua kebohongannya sudah terungkap semua. bukti-bukti yang mengarahkan kepada dirinya juga sudah terbuka, senyum yang begitu menakutkan itu sekarang berubah menjadi kekesalan.


TOK..


TOK..


TOK..


Akhirnya tiga ketukan palu terdengar.


"Sesuai dengan bukti-bukti yang sudah diterima dan semua bukti itu mengarahkan kepada tuan Abian yang tidak bersalah. karena hal itu Tuan Abian akan dibebaskan karena sudah terbukti beberapa rekaman CCTV dan kesaksian beberapa orang kalau Nyonya Wilona sudah menjebak Tuan Abyan!" seru pak Hakim.


Suara teriakan langsung bergema, orang-orang yang ada di ruang sidang itu tertawa penuh keharuan. para pelayan dan pekerja yang ada di rumah Abian bersorak begitu bahagia, akhirnya mantan istri dari Abian sekarang menjadi tersangka karena berusaha untuk mencelakai Abian. kemenangan sudah di tangan pengacara Abian, terlihat Wilona benar-benar tidak bisa berkutik sama sekali.


"Sekarang kamu akan mendapatkan pembalasan atas semua yang telah kamu lakukan, aku tahu kalau kau dan Akbar sudah bekerja sama namun kamu akan mendapatkan hadiah terlebih dahulu karena kamu sudah melakukan kebodohan seperti ini." ucap Abian yang kemudian berjalan mendekati kedua orang tuanya.


Orang tua mana yang tidak akan bahagia setelah mengetahui kalau Sang putra benar-benar dinyatakan tidak bersalah.

__ADS_1


"Lepaskan, lepaskan!!" teriak Wilona yang diseret oleh para petugas kepolisian.


"Anda harus mempertanggungjawabkan apa yang telah anda lakukan." ucap salah satu polisi.


"Aku tidak berhak mendapatkan ini, pria itu harus masuk penjara karena telah memperkosaku!!" seru Wilona.


Memang wanita itu benar-benar tidak tahu malu sama sekali, terlihat Wilona terus menerus berteriak tidak karuan mungkin saja sebentar lagi wanita itu akan mengalami depresi berat atau mungkin juga dia akan tiba-tiba menjadi gila.


"Di mana istriku, Bu?" tanya Abian kepada Bu Lena.


"Isterimu masih dirawat, kamu tenang saja." Jawab bu Lena.


pengacara Abian terlihat mendekati pak Anggoro.


"Terima kasih karena kamu sudah melakukan semua dengan baik." ucap pak Anggoro.


"Saya juga harus berterima kasih karena Anda dan Tuan Teguh memberikan bukti-bukti yang tidak akan bisa terbantahkan, karena itu kita bisa memenangkan kasus ini dengan begitu mudah." jawab pengacara Abian.


"Oh ya, lebih baik kita ke tempat Naura. kita akan melihat kondisinya." ucap Bu Lena.


"Kejadian hari ini benar-benar sangat mengejutkanku Bu, aku tidak pernah menyangka kalau mereka berdua adalah orang tua kandung dari istriku." ucap Abian.


"Ibu juga baru mengetahui beberapa hari yang lalu, ibu juga sangat syok ketika tahu mengenai jati diri dari Bu Lena dan Tuan Teguh." jawab Bu Lena.


Langkah kaki ketiga orang itu akhirnya meninggalkan ruang persidangan, mereka berjalan menuju ruang kesehatan yang ada di pengadilan. senyum penuh kebahagiaan namun berbeda dengan seorang pria yang begitu murka, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. selalu saja Abian menemukan keberuntungan yang sangat luar biasa, dia ingin menjebaknya namun nyatanya dia mendapatkan sebuah kebenaran yang begitu pahit. Orang tua dari istri adiknya itu ternyata adalah orang yang sangat berkuasa, itu artinya dia tidak akan mudah untuk menghancurkan Abian mulai saat ini.


"Apa yang harus aku lakukan, Kenapa Kejadian ini malah berbalik seperti ini. Seharusnya pria itu masuk penjara Namun ternyata ada sebuah kenyataan yang harus aku terima seperti ini." ucap Akbar yang terus-menerus mengumpat tidak karuan.


Di ruang kesehatan terlihat Abian masuk ke dalam kamar sang istri, pria itu menatap istrinya yang benar-benar kebingungan.

__ADS_1


"Kenapa kau terdiam seperti itu, sayang?" tanya Abian kepada sang istri.


Naura yang mendengar suara pria yang begitu dia cintai dia langsung menoleh, "Bagaimana Mas?" tanya Naura.


"Mas sudah dibebaskan, semua bukti-bukti sudah mengarahkan kepada Wilona sebagai tersangka." jawab Abian.


Naura langsung memeluk sang suami, Dia benar-benar sangat bersyukur karena orang-orang yang ada di sekitarnya mau menolongnya.


"Kenapa kau terdiam seperti ini?" tanya Abian.


Naura masih membutuhkan waktu untuk memahami semua ini.


"Naura." panggil Tuan Teguh.


Naura masih terdiam, wanita itu nampak menatap sepasang suami istri yang ternyata adalah orang tua kandungnya.


"Aku benar-benar tidak tahu harus menjawab seperti apa, aku selalu menangis makam ibuku. Aku selalu menangisi kehidupanku, Aku tidak pernah tahu kalau kebenaran seperti ini. aku benar-benar membutuhkan waktu untuk situasi seperti ini." ucap Naura.


"Kamu tenang saja, kami akan selalu menunggumu dengan sabar. kami tahu kalau kamu sangat terkejut, tapi Ibu sudah berusaha untuk mencarimu selama beberapa tahun lamanya, Ibu tidak pernah mendapatkan kabar mengenai keberadaanmu. Aku tidak pernah mengira Kalau pria itu juga ingin menyingkirkanmu untuk mendapatkan harta yang ditinggalkan oleh ayahmu." ucap Bu Rasti.


"Kamu tahu kan Di mana tempat kami, Naura. ayah dan ibu akan menunggumu, menunggu kamu memanggil kami ayah dan ibu." ucap Tuan Teguh yang kemudian mencium kening Naura. pria itu berpamitan dengan Pak Anggoro dan Bu Lena, sedangkan Bu Rasti sendiri nampak menatap Naura dengan begitu intens Putri yang selama ini dia cari.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan

__ADS_1


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


__ADS_2