ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Cerita masa lalu Akbar


__ADS_3

Ketika malam telah menjelang terlihat Abian sudah pulang dengan raut wajah yang benar-benar kelelahan.


"Lihatlah sayang, Ayah kelihatannya capek sekali." ucap Naura sembari menunjukkan putranya kepada Abian.


Abian menatap istrinya bersama baby Ilyas, pria itu tersenyum kemudian mendekati sang istri dan Putra kecilnya. Lihatlah Putra Ayah yang ganteng Ini, apa kamu merindukan Ayahmu ini, Sayang?" tanya Abian.


Sebuah senyum ditunjukkan oleh Naura, wanita itu meminta sang suami untuk segera membersihkan dirinya. "Mas, mau aku buatkan kopi atau susu hangat?" tanya Naura.


"Tolong buatkan aku kopi saja, Sayang. aku ingin bermain-main sebentar bersama dengan Putra ayah tersayang." jawab Abian.


Naura berjalan ke dapur bersama sembari menggendong Sang putra, Mbok Asih juga berada di sana dan sedang makan.


"Sudah pulang suamimu, Naura?" tanya Mbok Asih.


"Sudah Mbok, barusan aja pulang." jawab Naura.


Terlihat mbok Asih menatap Abian yang benar-benar begitu bahagia dengan kedatangan baby Ilyas.


"Oh ya, apa dua kecoa pengganggu itu tidak pulang, Naura?" tanya Mbok Asih.


"Nggak tahu Mbok, mau pulang atau tidak pulang terserah mereka. aku nggak ada urusan." jawab Naura.


Sekitar 20 menit kemudian Abian sudah turun menuju dapur, pria itu hanya memakai pakaian santai, kaos dan celana pendek.


"Bagaimana Mas, Apakah semuanya baik-baik saja?" tanya Naura.


"Tentu saja semuanya baik-baik saja, jangan khawatir." jawab Abian.


Sesaat kemudian Mbok Asih meminta Abian untuk segera duduk. "Duduk sini Abian, Mbok mau berbicara sebentar." ucap Mbok Asih.


"Ada apa Mbok, Kok kelihatannya serius banget?" tanya Abian.


"Tentu saja serius banget, kalau tidak serius Mbok tidak mungkin memintamu untuk duduk kan." jawab Mbok Asih yang menghembuskan nafasnya kemudian mengatakan sesuatu kepada Abian.


"Ada apa Mbok?" tanya Abian.


"Tadi kakakmu itu datang kemari." ucap Mbok Asih.

__ADS_1


"Mas Akbar?" tanya Abian.


"Tentu saja, Memangnya kamu punya berapa saudara." jawab Mbok Asih.


Melihat dari raut wajah tidak suka yang ditunjukkan oleh Mbok Asih pasti ada sesuatu yang terjadi tadi.


"Apakah semuanya baik-baik saja, sayang?" tanya Abian kepada sang istri.


"Gak tahu Mas, Memangnya ada apa?" tanya Naura.


Abian menatap wajah Mbok Asih, tatapan mata wanita itu benar-benar tidak menyenangkan sama sekali. "Ada apa Mbok, coba kamu katakan sesuatu." ucap Abian.


"Aku bisa melihat kalau saudaramu itu tidak berubah sama sekali, Abian." ucap Mbok Asih.


Abian mendengar beberapa perkataan yang dikeluarkan oleh Mbok Asih, tentu saja Abian tahu kalau ada sesuatu yang terjadi.


"Abian, Bisakah kamu menceritakan mengenai masa lalumu kepada istrimu atau Mbok Asih yang harus menceritakannya? Aku tidak ingin kamu terluka seperti waktu itu, Mbok tidak ingin kamu kehilangan duniamu kembali." ucap Mbok Asih.


Abian langsung terdiam, pria itu menatap Mbok Asih dengan tatapan mata yang benar-benar seolah mengatakan kalau dia masih belum siap untuk mengatakan sesuatu kepada istrinya.


"Aku yakin kalau saudaramu itu masih berpikir untuk menghancurkanmu, Abian. aku yakin saudaramu itu mempunyai pikiran untuk membuatmu menjadi pria gila seperti dulu lagi." jawab Mbok Asih.


Naura begitu kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan oleh Mbok Asih, namun Naura lebih memilih untuk diam karena dia harus mencari tahu apa yang terjadi.


"Coba katakan sesuatu Mbok, Memangnya ada apa? Kenapa Mbok benar-benar begitu kebingungan?" tanya Naura yang membuat Mbok Asih menatap Abian.


"Kamu tahu Naura apa yang terjadi kepada suamimu dahulu? seorang pria depresi yang berulang kali ingin menghabisi dirinya, seorang pria yang benar-benar terpuruk oleh keadaannya." ucap Mbok Asih.


"Sudahlah Mbok, kita tidak usah mengenang masa lalu." jawab Abian yang mencoba untuk menutupi masa lalunya.


"Lalu, apakah kau ingin diam saja ketika saudaramu itu hendak mengambil istrimu yang sekarang ini? apakah Mbok harus diam ketika melihat saudaramu itu ingin mengganggu istrimu!" bentak Mbok Asih yang membuat Naura sedikit terkejut.


Abian menatap istrinya, sedangkan Naura sedikit kebingungan dengan apa yang dikatakan oleh Mbok Asih. "Kenapa Mbok mengatakan hal itu, memangnya apa yang terjadi Mbok? Apakah Mbok melihat sesuatu tadi pagi?" tanya Naura.


Mbok Asih benar-benar sangat geram, wanita itu mengeratkan giginya berulang kali. "Baiklah Naura, dengarkan mbok baik-baik. pria yang bernama Akbar adalah pria brengsek, pria itu adalah seorang pria yang sudah berulang kali menghancurkan kehidupan suamimu. seorang pria yang terus-menerus membuat suamimu harus merasakan penderitaan."' ucap Mbok Asih.


Abian hanya terdiam dengan kata-kata yang diucapkan oleh Mbok Asih. "Apakah pria itu mencoba melakukan sesuatu kepada istriku, Mbok?" tanya Abian.

__ADS_1


"tentu saja pria itu mencoba untuk melakukan sesuatu kepada istrimu, tadi aku melihat dia berusaha untuk menyentuh tubuh istrimu. Apakah kamu sudah lupa apa yang telah dia lakukan padamu? Apakah kamu sudah lupa apa yang telah membuatmu menderita?" tanya Mbok Asih.


Perlahan-lahan Naura mulai mencerna kata-kata untuk ucapkan oleh Mbok Asih, ternyata saudara dari suaminya benar-benar sangat jahat. dia adalah penyebab dari semua sakit yang diragukan oleh suaminya.


"Mas, dengarkan Aku baik-baik. kita akan berjuang bersama dan melakukan bersama, kita tidak akan membiarkan mereka berusaha menyakiti kita karena hal itu kita akan berjuang bersama untuk melalui semua perasaan yang sekarang kita alami. biarkan mereka melakukan seperti apa yang ingin mereka lakukan, namun kita harus memastikan kalau kita tidak akan sama dengan mereka." ucap Naura.


Setelah hari itu terlihat Abian semakin mengerti dengan istrinya, setelah hari itu pula Abian tidak akan membiarkan kakaknya berusaha untuk mendekati sang istri.


** Satu Minggu Kemudian **


hari ini Naura dan Abian pergi ke rumah Bu Lena, mereka sudah berjanji kepada wanita tua itu untuk mengajak baby Ilyas menginap di sana. Akbar yang mendengar mengenai berita itu tentu saja pria itu sedikit senang, rencana yang setiap hari dia buat kali ini akan terlaksana juga.


"Baguslah kalau begitu, dengan datangnya kalian berdua kemari maka aku tidak perlu repot-repot untuk melakukan sesuatu." ucap Akbar.


Hari ini Akbar akan menjebak Naura dengan semua kelicikannya, siang itu Naura dan Abian sudah datang dengan semua persiapan mereka.


"Ya Allah, Lihatlah cucu kita Ayah, dia sangat lucu kan." ucap Bu Lena.


"Tentu saja, dia adalah malaikat di keluarga kita." jawab Pak Anggoro.


Jika ada yang menanyakan mengenai Di mana keberadaan Pak Farhan, sekarang pria itu lebih memutuskan untuk terus mendekati Tuan Teguh karena Pak Farhan berpikir kalau dia akan membuat pria itu mengikuti Semua yang dia inginkan. kita kembali ke rumah Bu Lena.


"Kalian jadi menginap di sini kan?" tanya Pak Anggoro.


"Tentu saja Ayah, kami akan menginap di sini selama dua hari." jawab Naura.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu

__ADS_1


__ADS_2