
Hari ini adalah hari pertama Naura berkerja di perusahaan milik Abian.
"Naura, tolong kamu ambil laporan di bagian penerimaan pekerja." pinta Jericho.
"Di mana ya mas?" tanya Naura.
"Sisil, tolong kamu antar Naura ke bagian penerimaan karyawan." pinta Jericho.
"Ok, ayo." Sisil yang kemudian pergi bersama dengan Naura.
Di tempat lain terlihat seorang wanita sudah memasuki perusahaan Abian, para karyawan terlihat menatap Franda yang memang di kenal sebagai calon isteri Abian.
"Bos ada di dalam kan?" tanya Franda.
"Tuan besar ada di dalam, nona." jawab petugas resepsionis.
"Oke," jawab Franda yang kemudian pergi ke kantor Abian. terlihat wanita itu tersenyum begitu bahagia apalagi seluruh karyawan perusahaan Abian sudah tahu kalau dia adalah calon istri dari Abian Maulana, seorang pria yang selalu menjadi cover majalah bisnis.
"Dia adalah wanita yang sangat menyebalkan, dia adalah wanita pesolek yang selalu membuat orang-orang kesal." cibir beberapa karyawan perusahaan milik Abian.
"Hus..,jangan bicara seperti itu, nanti wanita itu malah marah." jawab pekerja yang lain.
Akhirnya mau tidak mau para karyawan harus melakukan sesuatu, Jika cibiran mereka sampai terdengar di telinga Abian mungkin saja mereka akan dipecat. langkah kaki Franda memasuki lift menuju kantor dari Abian, di tempat lain juga terlihat Naura dan Sisil sedang berjalan menuju sebuah tempat yang tidak jauh dari kantor Abian.
"Namamu Naura kan?" tanya Sisil.
Naura menganggukkan kepalanya.
"Kamu itu harus kuat jika bekerja di sini, karena tuan besar adalah orang yang sangat keras." ucap Sisil.
Naura kembali menganggukkan kepalanya, karena dia adalah wanita yang sangat tidak beruntung karena setiap hari harus berhadapan dengan pria itu. "Kalau itu sih udah makananku tiap hari, kamu tidak tahu aja kalau aku ini juga pembantu di rumah itu jadi aku sudah biasa." jawab Naura.
"Maksudmu?" tanya Sisil yang sedikit kebingungan.
"Selain bekerja di perusahaan tuan besar aku juga bekerja di rumahnya, karena aku memiliki hutang banyak jadi aku bekerja di dua tempat milik tuan besar." jawab Naura. tidak mungkin dia menceritakan mengenai dirinya yang hendak di jadikan ayahnya sebagai pelunas hutang. jadi dia lebih memilih menganggap dirinya berhutang banyak kepada pria itu.
"Wow.., kalau begitu mental mu kuat banget ya?" tanya Sisil.
__ADS_1
"Mental ku adalah mental baja, tekat ku setinggi gunung Himalaya. Jadi kalau masalah itu sih aku anggap telingaku ini tidak berfungsi kalau berfungsi bisa-bisa aku nangis setiap hari." jawab Naura yang membuat Sisil tersenyum.
Pembicaraan dua wanita itu nampak begitu serius hingga saat mereka berjalan ke sebuah ruangan tanpa sengaja mereka sudah menabrak seorang wanita yang dianggap adalah wanita paling berpengaruh di perusahaan Abian. Siapa lagi kalau bukan Franda.
BRUKK..
Sisil secara tidak sengaja menabrak Franda yang hendak ke kantor Abian.
"Kalian ini bagaimana sih, kalian punya mata tidak!" teriak Franda.
Sisil menatap wanita yang ada di depannya, seorang wanita yang menjadi calon istri dari Abian Maulana.
"Aku tidak tahu Nona." ucap Sisil.
"Matamu itu di mana, kalau berjalan itu pakai matamu Jangan pakai telapak kakimu!!" teriak Naura yang tidak terima karena dirinya ditabrak oleh karyawan perusahaan itu. Franda adalah tipe wanita yang sangat memandang rendah orang lain, karena hal itu dia tidak akan suka di sentuh oleh seorang dengan status rendah.
"Kalau kau berjalan menggunakan mata kamu tidak akan menabrakku, dasar gadis buta!!" seru Franda.
Naura yang Mendengar hal itu tentu saja dia sedikit marah. "Dasar wanita tuyul, kalau bicara itu yang benar. kamu itu adalah orang yang tidak mempunyai etika sama sekali!" seru Naura yang sudah berkacak pinggang di depan Franda. wanita itu memang tidak suka dengan kehadiran Franda saat pertama kali mereka bertemu. malah sekarang mereka dipertemukan lagi di perusahaan.
"Kamu!!" teriak Franda saat melihat Naura.
'Apa yang kamu lakukan di sini?!" seru Franda kepada Naura.
"Kamu lihat sendiri kan aku di sini memakai pakaian karyawan. Jadi kau tahu kan apa pekerjaanku." jawab Naura dengan begitu entengnya.
Franda selalu dibuat kesal jika bertemu dengan Naura, hari ini pun dia benar-benar kesal saat bertemu dengan wanita yang tidak punya etika itu. "Jadi kamu bekerja di sini? lihat aja aku pasti akan memberikanmu pelajaran, dasar wanita rendah!" bentak Franda sembari menunjuk dada Naura.
"Memangnya apa yang sudah aku lakukan? aku tidak menyentuhmu aku tidak melakukan apapun sama kamu." jawab Naura yang kemudian menarik tangan Sisil dan membawa wanita itu untuk segera pergi dari hadapan Franda.
"Kamu, mau ke mana!!" teriak Franda.
"Mau pergi." jawab Naura.
"Kamu harus bertanggung jawab, kalian sudah membuat pakaianku rusak!!" seru Franda sembari menunjuk wajah Naura.
"Apa kau menuduhku merusak pakaianmu, lihat saja pakaianmu aja tidak rusak sama sekali." ucap Naura yang masih berdebat dengan Franda.
__ADS_1
"Maafkan aku Nona Franda, aku benar-benar tidak sengaja." ucap Sisil yang terlihat berusaha untuk menarik tangan Franda dan membawa Naura untuk segera menjauh dari Franda. Sisil tidak ingin di hari pertama Naura bekerja akan mendapat masalah dari Franda.
"Apaan sih!!" seru Naura.
"Lebih baik kita tidak melakukan kesalahan, jika tidak kita akan dikeluarkan dari perusahaan ini." ucap Sisil.
"Memangnya apa yang sudah kita lakukan, wanita ini kan yang membuat masalah. kita tidak merusak pakaiannya malah dia sendiri yang merusaknya." jawab Naura.
Sesaat kemudian akhirnya Franda pergi ke kantor milik Abian, Wanita itu benar-benar sangat kesal karena terus-menerus bertemu dengan Naura saat berada di kantor milik Abian. terlihat Franda berakting dengan begitu menyedihkan.
"Apa yang kau lakukan di sini, Franda?" tanya Abian kepada Franda.
"Kamu harus mengeluarkan dua orang itu!" seru Franda.
"Tutup mulutmu, aku sudah bilang Kan aku tidak suka ada yang berteriak di depanku!" bentak Abian yang membuat Franda langsung terdiam.
Abian menatap Franda yang berakting begitu mengenaskan, sesaat kemudian pria itu memberikan segelas air putih kepada Franda.
"Dua Wanita itu sudah menyakitiku, mereka merusak pakaianku." ucap Franda yang sudah berbohong kepada Abian.
"Memangnya apa yang mereka lakukan?" tanya Abian kembali.
"Wanita pembuat masalah yang ada di rumahmu itu kenapa dia ada di perusahaan ini?" tanya Franda yang membuat Abian menatap wajah Sandi.
"Memangnya Apa yang dia lakukan padamu?" tanya Abian kepada Franda.
"Wanita itu sudah merusak pakaianku, dia dan temannya dengan sengaja merusak pakaianku." jawab Franda.
"Sandi, Panggil wanita itu. baru kerja kok membuat masalah." ucap Abian yang membuat Franda tersenyum begitu menjijikkan.
Tak berselang lama akhirnya Sisil dan Naura diminta oleh Sandi untuk pergi ke kantor Abian, tentu saja Sisil sangat tahu apa yang sudah terjadi. pasti dia akan mendapat hukuman dari Tuan besar karena sudah membuat calon istrinya kesal.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
__ADS_1
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar