ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Isteri Akbar


__ADS_3

"Apa?" tanya Bu Lena.


"Benar Bu, saya adalah istri dari Akbar Sebastian." jawab Citra yang kemudian memperlihatkan surat nikah mereka.


"Apa maksudmu mengatakan hal ini?" tanya Bu Lena kepada Citra.


Sedikit demi sedikit Citra menceritakan mengenai pernikahannya bersama dengan Akbar, Bu Lena benar-benar dibuat kebingungan dengan apa yang dikatakan oleh Citra. dia tidak akan pernah mengira kalau anaknya sudah menikah bahkan istri dari putranya itu berada di depannya.


"Jika kamu Benar istri dari Akbar, apa yang kamu inginkan dari kami?" tanya Bu Lena.


Citra tidak mengeluarkan sepatah katapun, sesaat kemudian wanita itu nampak menghela nafasnya berulang kali. "Sebenarnya saya kemari karena saya ingin meminta bantuan." jawab Citra.


"Apakah kamu membutuhkan uang?" tanya Bu Lena.


Pak Anggoro belum mengeluarkan sepatah kata pun, terlihat pria itu begitu enggan membahas mengenai Putra pertamanya itu. "Saya tidak membutuhkan uang Bu, saya masih mempunyai uang." jawab Citra.


"Lalu?" tanya Bu Lena.


"Saya hanya ingin melihat bagaimana keluarga dari suami saya, tidak pernah sekalipun dia membicarakan mengenai keluarganya." ucap Citra.


Tentu saja Akbar tidak akan pernah membicarakan mengenai keluarganya atau siapapun. "Tentu saja suamimu tidak akan pernah mengatakan hal itu." ucap Bu Lena.


"Memangnya kenapa Bu?" tanya Citra kembali.


"Lebih baik kamu ikutlah kami makan dahulu, hari ini masih pagi kan." ucap bu Lena yang mengajak Citra untuk makan.


Entah apa yang terjadi dan ada permasalahan apa hingga membuat Akbar tidak pernah ingin menunjukkan keluarganya, dari pemikiran yang didapatkan oleh Citra ketika dia sudah berada di rumah mertuanya. terlihat Wanita itu sangat suka saat berada di rumah sepasang suami istri yang tidak lain adalah mertuanya.


"Kami masih mempunyai satu Putra lagi, dia sudah menikah dan mempunyai tiga anak." ucap Bu Lena yang berada di ruang makan.


"Sudah Bu, Jangan diajak bicara melulu kita makan dahulu setelah itu kita akan membicarakan mengenai hal ini." ucap pak Anggoro yang kemudian meminta istrinya untuk makan.


Sekitar 30 menit kemudian Bu Lena mengajak Citra ke ruang keluarga Bersama sang suami, Bu Lena mencari tahu mengenai putranya tersebut dari Citra. Citra juga Mulai menceritakan mengenai pertemuan pertamanya dengan Akbar hingga pernikahan mereka.


"Apakah kamu merasa bahagia? Apakah kamu mendapatkan perhatian darinya?" tanya Bu Lena kepada Citra.


Citra yang mendapatkan pertanyaan seperti itu raut wajahnya langsung sedih.


"Diammu adalah jawaban dari pertanyaan yang sudah aku tanyakan." ucap Bu Lena.

__ADS_1


Tatapan mata Bu Lena menatap seorang wanita yang sudah dinikahi oleh putranya, sekitar 5 menit kemudian terlihat Bu Lena mulai menelpon Naura dan meminta wanita itu untuk datang


Terlihat Bu Lena menatap wanita yang ada di depannya itu, seorang wanita yang terlihat begitu kesepian. sekitar 30 menit kemudian Naura sudah sampai di rumah mertuanya bersama dua putranya.


"Assalamualaikum!!" seru Naura yang sudah berada di rumah Bu Lena.


"Waalaikumsalam, Sayang." jawab Bu Lena yang kemudian menyuruh Naura masuk bersama dua anaknya Bastian dan Jelita.


"Pagi sayang." pak Anggoro yang kemudian mendekati Naura bersama dua cucunya.


"Pagi Ayah.' jawab Naura yang kemudian mencium tangan ayah dan ibu mertuanya.


"Selamat pagi nenek, kakek!!" seru Bastian


dan Jelita.


"Ada apa sih ini kok pagi-pagi sudah menyuruh Naura sama anak-anak kemari?" tanya Naura kepada Ibu mertuanya tersebut.


Terlihat di sana ada seorang wanita yang duduk di ruang keluarga. "Masuklah, sayang." pinta Bu Lena.


Saat berada di ruang tamu tetapan mata Naura menatap seorang wanita yang ada di sana. "Ada tamu, Bu?" tanya Naura.


"Oh ya sayang, Ayah mau ajak anak-anak pergi dulu ya. Kamu bicara saja sama ibumu." ucap pak Anggoro yang kemudian berpamitan untuk mengajak Bastian dan Jelita keluar dari rumah.


Naura benar-benar merasa kebingungan saat mertuanya mengatakan sesuatu. "Selamat pagi." ucap seorang wanita yang sudah berada di sana.


"Siapa dia, Bu?" tanya Naura.


"Inilah yang mau aku katakan sama kamu, Naura. dan perkenalkan namanya adalah citra istri dari Kakak iparmu, Akbar." jawab Bu Lena yang membuat Naura langsung menatap wanita yang ada di depannya tersebut.


"Isteri bang Akbar?" tanya Naura yang benar-benar tidak percaya.


"Benar, dia namanya adalah citra. istri dari Kakak iparmu." jawab Bu Lena.


Setelah mengatakan hal itu akhirnya ketiga wanita itu saling bercakap-cakap.


"Yang sabar ya Mbak, karena aku yakin mbak pasti mengalami tekanan yang sangat besar." ucap Naura.


"Karena hal itulah, Naura. aku selalu sendirian, Bolehkah jika sewaktu-waktu aku ke tempatmu atau ke tempat ibu?" tanya Citra kepada Bu Lena dan Naura.

__ADS_1


"Boleh saja, sayang. pintu ini akan selalu terbuka untuk kamu, tapi kamu harus ingat ya jangan sampai kamu bilang sama Akbar kalau kamu ke sini. jika tidak dia akan sangat marah." ucap Bu Lena.


Citra benar-benar sangat bahagia setelah mendengar apa yang dikatakan oleh ibu mertuanya itu, sekarang dia akan mempunyai tempat untuk mencurahkan hatinya. mulai sekarang dia akan mempunyai keluarga walaupun mereka bukan dari keluarga kandungnya, namun Bu Lena adalah tipe seorang wanita yang begitu peduli kepada siapapun. Begitu berbeda dengan Akbar.


"Aku yakin suamimu tidak seperti suamiku kan, Naura?" tanya Citra.


"Alhamdulillah Tidak Mbak, suamiku sangat baik." jawab Naura.


"Semoga saja suatu ketika Mas Akbar akan berubah, aku ingin mempunyai keluarga, Aku ingin mempunyai anak-anak sepertimu." ucap Citra.


Setelah dari rumah Bu Lena akhirnya Citra berpamitan untuk kembali pulang, dia ingin kapan-kapan datang ke rumah Ibu mertuanya lagi. Mereka ingin menjadi sebuah keluarga.


Hari ini Abian sudah mendapatkan sebuah informasi mengenai keberadaan kakaknya. "Apa kamu yakin, Sandi?" tanya Abian kepada Sandi.


"Informasi ini sangat terpercaya Bos, Kami yakin kalau pria itu sudah menikahi salah satu Putri pengusaha yang sangat kaya." jawab Sandi.


"Lalu, apakah kamu sudah tahu di mana keberadaannya?" tanya Abian.


"Sudah bos, Tapi kemungkinan besar kita tidak bisa langsung mendekati Tuan Akbar. karena bos tahu sendiri kan Bagaimana pria itu." ucap Sandi.


"Ya sudah kalau begitu, suruh beberapa orang untuk memantau pria itu. Aku tidak ingin dia tiba-tiba menyakiti keluargaku lagi." ucap Abian.


"Baik bos." jawab Sandi yang kemudian pergi. walaupun sedikit takut namun yakin kalau kakaknya itu masih belum berubah, karena hal itu Abian tidak akan membiarkan saudaranya itu mendekati keluarganya.


Bagaimanapun caranya begitu banyak perbedaan diantara mereka, jalan yang dipilih oleh Akbar adalah jalan yang penuh liku. sedangkan jalan yang dipilih oleh Abian adalah jalan lurus tanpa melakukan kecurangan sama sekali. sore itu Abian sudah berada di rumah, pria itu menatap tiga buat anaknya Bersama sang istri yang bercanda gurau di ruang keluarga.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri

__ADS_1


__ADS_2