
Naura yang berada di dalam kamar, nampak wanita itu meneteskan air matanya. Naura benar-benar merasakan sakit yang sangat luar biasa.
"Aku tidak akan pernah memaafkan dirimu." ucap Naura.
"Ikutlah dengan ibu, Naura." ucap Bu Lena.
"Aku ingin pergi dari sini Bu." jawab Naura yang terlihat begitu sedih.
"Tentu, ibu pasti akan membawamu." Bu Lena yang terlihat menenangkan Naura.
"Apa kesalahanku, Bu?" tanya Naura.
"Dengarkan ibu, aku sudah mengambil surat pernikahan itu dari ruangan Abian. tenang saja ibu akan menghancurkan semua catatan pernikahan itu, Mari kita buat Abian merasakan pembalasan atas semua yang sudah dia lakukan padamu." ucap Bu Lena.
Abian tidak akan pernah tahu apa yang terjadi keesokan hari, Bu Lena terlihat sudah membuat keputusan untuk memberikan putranya balasan atas semua dia lakukan kepada Naura.
Keesokan hari terlihat Abian sudah bangun dengan semua kebiasaannya setiap hari, pria itu melangkah ke dapur dengan maksud ingin berbicara dengan Naura. saat berada di dapur tetapan mata Abian tidak menemukan keberadaan Naura sama sekali.
"Pagi tuan Abyan." sapa salah satu pembantu.
Abian tidak menjawab, pria itu hanya menganggukkan kepalanya. Abian terus menatap dapur selama beberapa menit, terlihat pria itu tidak menemukan keberadaan Naura sama sekali.
"Oh ya Tuan, apakah Naura sedang menginap di suatu tempat?" tanya salah satu pembantu kepada Abian.
"Maksudmu?" tanya Abian kembali.
"Tadi pagi aku tidak melihat keberadaan Naura waktu saya membuka kamarnya, wanita itu tidak ada di sana." jawab bibi pembantu.
"Maksud bibi?" tanya Abian kembali.
"Ya tidak gitu, Apakah Naura tidak berpamitan kepada tuan kalau dia ke mana gitu?" tanya bibi pembantu yang membuat Abian sedikit kebingungan.
"Bukankah tadi malam dia sudah pulang?" tanya Abian.
"Y Tuan, tadi malam Naura sudah kembali. tapi tadi pagi sewaktu saya melihat di kamarnya tidak ada dia tidak ada di sana." jawab bibi pembantu.
DEG..
__ADS_1
Jantung Abian serasa berhenti berdetak saat salah satu pembantu mengatakan hal itu.
"Mungkin dia sedang pergi keluar." jawab Abian yang terlihat menatap wajah bibi pembantu.
"Maaf tuan, tapi kalau tidak salah Naura pergi bersama dengan nyonya dan tuan." jawab salah satu pembantu.
"Apa!!" seru Abian.
seketika Abian langsung berdiri dan berjalan menuju kamar Naura, saat berada di kamar itu tetapan mata Abian menatap beberapa barang yang masih berada di tempatnya.
"Sebenarnya ke mana wanita itu, jika dia pergi Kenapa dia tidak membawa barang-barangnya." guman Abian.
Sesaat kemudian Abian mulai mengingat kata-kata dari salah satu pembantunya yang mengatakan kalau Naura pergi bersama dengan ibunya. sesaat kemudian terlihat Abian mengambil ponselnya dan menelpon ibunya untuk menanyakan mengenai keberadaan Naura.
"Halo ibu!" Abian yang mulai melakukan panggilan kepada ibunya.
"Ada apa Abian." jawab Bu Lena.
"Apakah Naura bersama ibu?" tanya Abian.
"Memangnya kenapa kamu menanyakan hal itu." jawab Bu Lena.
"Benar, Naura ada bersama ibu. sekarang ayah dan ibu berada di rumah singga tempat ayahmu dan Ibu." jawab Bu Lena.
"Suruh dia pulang, dia harus segera pergi ke perusahaan." pinta Abian.
"Kenapa aku harus menyuruhnya pulang? mulai sekarang dan seterusnya Naura tidak akan kembali ke rumahmu, karena wanita itu akan tinggal bersama ibu dan Ayahmu." jawab Bu Lena yang membuat Abian seketika membeku di tempat.
Entah apa yang akan terjadi kepada Abian, setiap pagi pria itu sudah terbiasa dengan masakan Naura. ketika malam sudah menjelang Dia sudah terbiasa menatap wajah Naura yang berada di kamarnya. malahan sekarang ibunya mengatakan kalau Naura akan tinggal bersamanya.
"Tidak bisa seperti itu dong, ibu. Wanita itu kan bekerja di tempatku, Jadi Ibu tidak bisa seenaknya membawanya pergi dari tempatku." ucap Abian.
"Memangnya kenapa? dia kan hanya pembantumu dan pekerja di perusahaanmu, Jika dia bekerja di perusahaan itu tidak apa-apa, tapi mulai sekarang data seterusnya wanita itu akan tinggal bersama ibu dan ayah." jawab Bu Lena yang membuat Abian tidak bisa mengatakan apapun.
Tidak mungkin kan Abian mengatakan kalau wanita itu adalah istrinya, jika sampai orang tuanya tahu kalau wanita itu istrinya mungkin saja Abian kita akan bisa melakukan apapun.
"Ayolah Bu, Ibu tidak bisa melakukan hal itu dong. wanita itu adalah karyawan ku jadi aku akan memintanya kembali ke rumah ini." ucap Abian.
__ADS_1
"Dia kan hanya seorang karyawan dan pembantu, mulai sekarang dia akan membantu ibu di sini kemudian dia akan pergi ke perusahaanmu seperti biasanya." jawab Bu Lena yang kemudian mematikan ponselnya.
Abian benar-benar tidak akan tahu kalau hari ini akan datang juga, hari di mana ibunya akan membawa Naura darinya dengan 1000 alasan sedangkan Abian sendiri tidak bisa mengatakan kebenaran mengenai Naura adalah istrinya.
"Apa yang harus aku lakukan, bagaimana aku bisa kehilangan wanita itu." ucap Abian. Abian benar-benar tidak pernah mengira kalau ibunya akan membawa Naura dengan cara seperti itu, bahkan Abian tidak pernah mengira Kalau hari ini dia akan kehilangan wanita yang dia cintai.
Hari ini terlihat Abian begitu murung pergi ke perusahaan, Sandi yang bersama dengan Abian tentu saja pria itu sudah tahu kalau Naura pergi bersama ibunya, karena waktu Mereka pergi Sandi adalah orang yang menjadi sopir dari bu Lena.
"Ada apa Bos?" tanya Sandi kepada Abian.
"Tidak ada apa-apa." jawab Abian.
"Kenapa wajahnya suram sekali Bos?" tanya Abian kembali.
"Kau jangan bertanya terus, aku males." jawab Abian yang kemudian memalingkan wajahnya ke kaca untuk melihat jalanan. Sandi hanya bisa menghela nafasnya karena bosnya adalah pria bodoh yang tidak bisa mengakui istri yang sudah dia nikahi.
Sekitar 30 menit kemudian Abian sudah berada di perusahaan, pria itu menatap seorang wanita yang baru memasuki perusahaan dengan menggunakan motor matic. tatapan mata Abian terus menatap Naura yang baru memasuki lahan parkir perusahaan, seketika pria itu meminta sopir untuk menghentikan mobilnya.
"Hentikan mobilnya, parkir kan mobilnya di dalam aku akan turun di sini." perintah Abian yang membuat Pak sopir langsung menghentikan mobilnya. dengan langkah kaki yang terburu-buru Abian langsung berjalan mendekati Naura, Naura saat pria itu sedikit mendekati Naura tiba-tiba saja Azrul sudah berada di tempat parkiran dengan senyum yang benar-benar begitu menyebalkan.
"Halo Naura." Panggil Azrul yang sudah memarkirkan mobilnya.
"Halo Mas." jawab Naura.
"Kok agak siang sih, tumben sekali?" tanya Azrul.
"Iya Mas, soalnya aku pindah tempat." jawab Naura yang kemudian mengunci motornya.
Langkah kaki Abian yang terburu-buru seketika terhenti saat melihat Naura dan Azrul saling berbicara begitu dekat.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
__ADS_1
- Isteri kesayangan tuan besar