
"Aaaa!!!"
Teriak Wilona yang benar-benar sangat kesal.
Entah berapa rencana yang sudah dibuat oleh Wilona, wanita itu benar-benar berusaha untuk mendapatkan seorang pria yang sudah menjadi mantan suaminya.
"Kamu mau ke mana?" tanya Wilona kepada kekasihnya.
"Tentu saja aku akun kembali ke Jakarta, Aku harus menyelesaikan beberapa pekerjaanku." jawab kekasih Wilona.
"Lalu, kau akan meninggalkanku di sini?" tanya Wilona sembari berkaca pinggang.
"Tentu saja kau mau kembali atau tidak Itu terserah padamu, lagi pula kau mempunyai rencana untuk menghancurkan pernikahan orang lain, bukan?" tanya kekasih Wilona.
"Memangnya kenapa aku mau menghancurkan pernikahan siapapun itu adalah urusanku!!" bentak Wilona.
"Kalau kamu ingin menghancurkan pernikahan orang lain lakukan saja, tapi jangan pernah mengajakku untuk melakukannya. Aku adalah pria normal Aku tidak akan mau menghancurkan pernikahan orang lain, jika aku melakukannya maka aku juga akan merasakan sakit jika aku mendapatkan perlakuan seperti itu." jawab kekasih Wilona yang kemudian membawa satu tas pakaiannya.
Sekarang Wilona tinggal sendiri di mansion milik Tuan Teguh, wanita itu tidak akan pernah menyangka kalau Abian sekarang ini benar-benar sudah berubah. pria itu terlihat begitu perkasa, begitu jantan hingga membuat gairah Wilona benar-benar membara.
"Coba dulu aku bertahan dengan pria itu mungkin saja sekarang ini aku sudah menjadi wanita satu-satunya di hatinya." ucap Wilona.
Sesaat kemudian Wilona mulai membayangkan sensasi-sensasi nakal yang ada di pikirannya, wanita itu seolah sudah terbang ke dunia khayalan yang ingin dia miliki bersama dengan Abian. biarkan saja Wilona terbang ke dunia khayalannya, sedangkan di Jakarta sendiri terlihat Pak Farhan dan Bu Warni bersiap-siap untuk pergi ke tempat orang tua Abian atau mertua dari putrinya tersebut.
"Kita harus berakting sebagus mungkin agar mereka percaya." ucap pak Farhan.
"Tentu saja mas kita harus berakting sehebat mungkin, kita harus membuat mereka percaya dengan kita jika kita tidak melakukan hal itu. bisa-bisa mereka tidak akan membiarkan kita menggerogoti harta milik anak sialan itu." ucap pak Farhan.
Sebuah senyum yang begitu licik, sebuah keinginan yang benar-benar sangat menjengkelkan. seorang ayah yang tidak pernah menginginkan putrinya bahkan seorang pria yang tega mempunyai rencana jahat untuk menghabisi istrinya hanya untuk bersama dengan pelacur kesayangannya.
* Kediaman keluarga Anggoro Sebastian dan Milena craf **
Tatapan mata kedua insan itu nampak menatap sebuah rumah super megah dan super besar milik dari sepasang suami istri kaya raya.
"Lihatlah Pak, rumahnya ini ada tulisan nama pemiliknya loh..," ucap Bu Warni kepada Pak Farhan.
"Kau benar Bu, Lihatlah rumah ini memiliki nama tertulis di sana, Anggoro Sebastian dan Milena craft." ucap Pak Farhan kepada sang istri.
__ADS_1
"Iya, Rumah ini benar-benar sangat luar biasa, pak. bahkan Rumah ini sangat besar seperti hotel berbintang." ucap Bu Warni yang benar-benar begitu terpukau saat melihat rumah dari Pak Anggoro yang sangat luar biasa.
Tatapan mata sepasang suami istri itu terus menatap rumah berlantai 3 yang sangat besar tersebut. "Kalau kita melakukan sesuatu kita pasti bisa tinggal di sini. kita akan menjadi orang-orang yang kaya pak." ucap Bu Warni.
"Tentu saja kita akan tinggal di sini kita akan melakukan sesuatu agar mereka percaya dengan kita." jawab Pak Farhan.
Khayalan tingkat dewa, sepasang suami istri itu benar-benar sangat menjengkelkan. mereka sudah mulai berpikir untuk tinggal di rumah Mega yang bukan milik mereka.
"Suatu saat nanti kita akan memiliki rumah seperti ini, ya Pak." ucap Bu Warni.
"Tentu saja, pasti kita akan memilikinya. Kita harus melakukan sesuatu agar kita bisa mendapatkan rumah seperti ini, ya mungkin dengan cara sedikit licik." jawab Pak Farhan.
Sepasang suami istri itu masih belum tahu siapa yang akan mereka hadapi, seorang pria kaya dan seorang wanita yang memang terlihat begitu lembut namun dia adalah wanita yang benar-benar sangat menakutkan.
"Kamu sudah siap pak?" tanya Bu Warni yang bertanya kepada sang suami.
Sesaat kemudian wanita itu mendekati rumah besar itu dan bertanya kepada salah satu petugas keamanan yang ada di tempat tersebut.
"Mas." panggil pak Farhan kepada satpam.
"Kalian mau apa cari siapa?" tanya salah satu petugas keamanan.
"Memang kalian sudah punya janji?" tanya petugas keamanan kembali.
"Kami tidak perlu janji Jika Kami ingin menemui orang tua dari putri kami." jawab Pak Farhan.
"Putri kalian? memangnya kalian ini siapa?" tanya petugas keamanan kembali.
"Aku adalah Ayah dari majikan muda kalian." jawab Pak Farhan.
"Siapa?" tanya Seorang petugas keamanan.
"Naura." jawab pak Farhan.
Tentu saja satpam itu langsung terdiam, sesaat kemudian pria itu masuk untuk memberitahukan kepada majikan wanitanya yang ada di dalam rumah karena Pak Anggoro sudah pergi ke perusahaannya.
"Kalian tunggu sebentar di sini, aku akan bilang kepada Bu Lena kalau kalian datang." ucap petugas keamanan yang kemudian masuk ke rumah Mega tersebut.
__ADS_1
Tatapan mata sepasang suami itu istri itu tetap menatap rumah besar itu, mereka sedikit tersenyum dengan semua kemewahan yang mereka lihat dari luar tersebut.
"Pak satpam Kenapa kami tidak boleh masuk?" tanya Bu warni kepada salah satu petugas keamanan.
"Kalian tidak boleh masuk sebelum ada perintah untuk memperbolehkan kalian masuk." jawab Salah satu petugas keamanan kembali.
"Temanmu kan sudah bilang sama bosmu, Jadi kalian harus memperbolehkan aku masuk. tidak pantas kan aku menunggu di sini karena aku adalah orang tua dari menantu di sini." ucap Bu Warni.
Seorang petugas keamanan yang ada di sana tidak memperbolehkan sepasang suami istri itu masuk sebelum majikan mereka memerintahkan tamu yang ada di luar itu masuk. sedangkan di tempat lain, Salah satu satpam itu sudah berada di dalam rumah Bu Lena.
"Selamat pagi, Bu!" seru Pak satpam yang sudah masuk ke dalam rumah Bu Lena.
"Pagi, Kenapa kamu di sini?" tanya Bu Lena.
"Maaf bu, di luar ada seorang pria yang ingin menemui Ibu." jawab satpam rumah Bu Lena.
"Lalu, Siapa Mereka? Apakah mereka tidak mengatakan kalau mereka itu temanku atau teman Suamiku?" tanya Bu Lena.
"Maaf nyonya. katanya dia adalah orang tua dari nyonya Naura." jawab satpam penjaga rumah.
DEG..
Bu Lena yang mendengar jawaban seperti itu tentu saja dia yang sedang memasak langsung menghentikan semua aktivitasnya.
"Coba katakan lagi siapa orang tua tadi?" tanya Bu Lena.
"Katanya dia adalah orang tua dari Nyonya Naura, Nyonya." jawab Pak satpam.
Bu Lena benar-benar sangat terkejut, wanita itu tidak akan pernah mengira kalau orang tua dari menantunya tersebut melakukan hal ini. bukan apa-apa.., seperti yang dikatakan oleh Naura Ayahnya adalah seorang pria yang tidak bertanggung jawab sekali. bahkan pria itu telah menjual putrinya hanya untuk menutupi hutang-hutangnya saja.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
__ADS_1
- Isteri kesayangan tuan besar