
Setelah semua yang terjadi akhirnya Franda meninggalkan perusahaan sang ayah, apa yang akan dilakukan Franda dengan semua kenyataan yang sudah terjadi. ayahnya mempermainkan orang-orang yang ada di sekitarnya, pria itu menjadi begitu arogan dia tidak peduli bagaimana orang-orang yang ada di sekitarnya. bahkan Tuan Joni lebih memilih untuk menjadikan para karyawannya sebagai alat untuk membuat para pemegang saham bertahan di perusahaannya.
Di setiap kegelapan pasti ada setitik harapan, seperti itulah yang sekarang terjadi sekarang. pada kehidupan Franda dia tidak pernah mengetahui rencana ayahnya, ternyata dirinya sudah di umpankan oleh ayahnya untuk menguasai seluruh harta kekayaan milik Anggoro Sebastian.
"Ternyata selama ini aku hanyalah alat untuk melancarkan semua yang dilakukan oleh ayah, aku tidak pernah mengira orang tuaku sendiri mempunyai pikiran licik seperti itu." ucap Franda yang benar-benar tidak pernah mengira kalau dia hanyalah alat yang dipergunakan oleh ayahnya untuk menghancurkan kehidupan Abian.
Langkah kaki Franda terasa terhenti, begitu berat untuk dia langkahkan. selama ini dia tidak pernah menyadari semua kesalahannya, rasa sakit cemburu dan semua yang dia rasakan adalah benih yang ditanam oleh ayahnya. Di balik semua sikapnya yang seolah memperhatikan Franda ternyata ayahnya melakukan hal itu hanya untuk membuat Franda semakin berusaha untuk mendapatkan Abian kembali.
"Lebih baik aku ke tempat Abian, aku harus membicarakan sesuatu dengannya. aku tidak boleh seperti ini terus-menerus aku tidak ingin terus melakukan kesalahan yang sudah dipersiapkan oleh Ayahku." ucap Franda yang melajukan mobilnya ke tempat Abian.
Seribu pertanyaan itu bagaikan sebuah genangan darah yang terus mengeluarkan bau busuk, Franda yang sekarang menyadari semua yang dia lakukan. akhirnya wanita itu memberanikan diri untuk ke tempat Abian dia tidak tahu apakah Abian mau menerimanya atau tidak, tapi yang penting dia tidak ingin seperti ayahnya menjadi seorang pria yang begitu arogan bahkan mau melakukan cara apapun untuk menjalankan semua kebusukannya.
** Kediaman Abian Maulana **
Siang ini Franda sudah berada di rumah Abian, pria wanita itu berdiri sembari menatap rumah Mega milik pria yang dulu dia cintai. ada rasa ketakutan saat Franda berdiri di depan rumah Abian.
"Aku tidak peduli Jika dia tidak memaafkan ku, semuanya ini adalah salahku, semuanya adalah benih yang sudah ditanam oleh ayah dengan begitu baik. betapa bodohnya aku menjalankan seluruh rencana Ayahku, betapa bodohnya Aku melakukan semua yang sudah dibuat oleh ayahku." ucap Franda.
"Tuan Abian ada di rumah?" tanya Franda kepada salah satu pembantu yang ada di rumah Abian.
"Ada Nona Franda, Tuan Abian ada di dalam." jawab pembantu wanita.
"Tolong bilang sama tuanmu Aku Ingin bertemu dengannya." ucap Franda.
Setelah mendengar permintaan Franda akhirnya pembantu wanita itu masuk ke dalam rumah Abian dan memberitahu kepada majikannya jika ada Franda yang sudah ada di depan rumahnya.
"Tuan." Panggil pembantu wanita kepada Abian.
"Ada apa?" jawab Abian.
"Nona Franda ada di depan, dia ingin menemui tuan." ucap si pembantu wanita.
Naura yang berada di samping sang suami nampak wanita itu menatap suaminya dengan tatapan mata yang sedikit penasaran.
__ADS_1
"Memangnya Apa yang dilakukan oleh wanita itu mas?" tanya Naura.
"Entahlah, aku tidak tahu. memangnya apa yang ingin dilakukan oleh wanita itu." ucap Abian.
Daripada berpikir keras akhirnya Abian menyuruh pembantunya untuk membiarkan Franda masuk, Naura dan Abian bergegas ke ruang tamu untuk mengetahui apa yang diinginkan Franda di tempatnya. saat Franda memasuki ruang tamu tatapan matanya menatap sepasang suami istri yang ada di depannya tersebut.
"Abian." Panggil Franda.
"Apa yang ingin kau lakukanNaura di sini dan apakah keperluanmu kemari?" tanya Abian yang membuat Franda sedikit kebingungan untuk mengatakan apa yang harus dia lakukan.
Semua kesalahannya benar-benar sangat fatal, Dia pernah berusaha untuk membunuh Naura bahkan pria wanita itu tidak bisa melakukan sesuatu agar dia baik-baik saja.
"Maafkan aku, Abyan. aku kemari karena aku ingin meminta maaf padamu dan istrimu." ucap Franda.
"Memangnya Apa yang telah kau lakukan?" tanya Abian.
"Aku sudah melakukan kesalahan yang fatal, aku sudah melakukan banyak kesalahan yang mungkin tidak akan kamu Maafkan." jawab Franda.
"Aku baru mengetahui kalau aku dijadikan alat oleh Ayahku untuk membuatmu bersamaku." ucap Franda.
"Benarkah?" tanya Abian.
"Iya, aku baru mengetahui kalau Ayahku dan rekan-rekan bisnisnya adalah orang-orang brengsek. mereka tega melakukan sesuatu hanya untuk bisnis mereka semata." jawab Franda.
"Jadi kalau sudah tahu bagaimana kebusukan ayahmu? Apakah kamu juga tahu kalau ayahmu menyuap anak buahku untuk mencuri uang dengan total yang sangat luar biasa?" tanya Abian.
Franda menundukkan kepalanya, kesalahan yang dilakukan Ayahnya adalah kesalahan yang tidak tahu apakah akan dimaafkan atau tidak.
"Aku tahu kalau Ayahku telah melakukan kesalahan, namun jika boleh aku mengatakan sesuatu Kamu jangan pernah memaafkan ayahku. berikan dia hukuman atas semua yang dia lakukan, dia dengan tega menjadikan aku alat untuk mengambil seluruh hartamu." ucap Franda.
Semua kata-kata yang diucapkan Franda bagaikan sebuah pernyataan yang tidak pernah dia pikirkan.
"Lalu, apa yang kau inginkan?" tanya Naura.
__ADS_1
"Aku ingin meminta maaf padamu atas semua kesalahanku." jawab Franda.
"Jika kamu benar-benar meminta maaf dan tulus dari hatimu maka aku akan memaafkanmu, memang kita hanyalah seorang manusia yang harus bisa memaafkan kesalahan orang lain. tapi apakah kamu benar-benar ingin memenjarakan Ayah mu?" tanya Naura.
"Tentu saja, aku tidak pernah mengetahui kalau Ayahku dan rekan-rekan bisnisnya melakukan sebuah kejahatan yang begitu menakutkan. aku mengira Ayahku adalah orang yang sangat baik, nyatanya aku baru mengetahui kalau mereka melakukan kejahatan yang sangat luar biasa. Apakah pantas aku harus memaafkan pria sepertinya? Mungkin suatu ketika aku yang akan dijadikan alat sebagai pelancar bisnisnya." ucap Franda.
Kata-kata yang diucapkan oleh Franda membuat Abian berpikir kalau wanita yang dulu pernah menjadi kekasihnya walaupun hanya bohongan saja itu sekarang benar-benar sudah berubah.
"Apakah kamu benar-benar ingin membuat ayahmu menerima balasan atas semua yang dilakukan?" tanya Abian.
"Tentu saja, aku tidak ingin melihat kebusukan yang dilakukan oleh Ayahku, kenapa aku harus bertahan jika suatu ketika Ayahku akan melakukan sesuatu kepadaku jawab Franda.
Akhirnya Abian memutuskan untuk membantu Franda memberikan balasan kepada ayahnya, mungkin Abian sendiri ingin memberikan balasan kepada tuan Joni atas segala yang dia lakukan.
"Tetaplah kamu berada di perusahaan ayahmu, nanti salah satu orang ku akan menghubungimu." ucap Abian.
"Maksudmu Siapa?" tanya Franda.
"Black, Apakah kau mengenalnya? Dia adalah orang yang aku suruh untuk mendekatimu." jawab Abian.
Sebuah senyum ditunjukkan oleh Franda ketika mendengar nama pria yang dikatakan oleh Abian.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
__ADS_1