
Biarlah palu hakim bersuara, pak Anggoro dan Tuan teguh tidak akan pernah membiarkan rencana Wilona berhasil.
"Silahkan pengacara." panggil pak hakim.
"Klien sayang menuntut Tuan Abian untuk mau bertanggung jawab kepada nona Wilona, karena tuan Abian sudah melakukan sesuatu yang membuatnya kehilangan martabat seorang wanita." ucap pengacara Wilona.
"Apakah anda mempunyai bukti-bukti atas tuduhan yang Anda berikan?" tanya Pak hakim.
"Tentu saja yang mulia, Saya mempunyai bukti-bukti mengenai Apa yang dilakukan tuan Abian." jawab pengacara Wilona.
Saat di dalam sidang Wilona benar-benar adalah artis yang sangat luar biasa, artis multi talenta dengan semua rencana yang sudah dia persiapkan.
"Huff..., kalian benar-benar brengsek." ucap Bu Lena dalam hati.
Persidangan hari itu benar-benar adalah tempat yang begitu luar biasa bagi Wilona, terlihat wanita itu berakting dengan begitu meyakinkan.
"Pria itu telah memperkosaku, Pak. pria itu telah menodaiku!!" seru Wilona yang memberikan kesaksian. memang Wilona adalah sosok wanita yang benar-benar sangat pandai berakting.
Abian dan pengacaranya nampak begitu santai, mereka benar-benar tidak terpengaruh sama sekali dengan kata-kata yang diucapkan oleh Wilona. "Apakah ada pembelaan dari tersangka?" tanya Pak hakim kepada pengacara Abian.
"Tentu saja Yang mulia, Saya mempunyai pembenlaan. saya akan memberikan beberapa bukti atas semua tuduhan yang diberikan oleh Nyonya Wilona." jawab pengacara Abian.
"Hem..,pasti pria itu pembohong." ucap Wilona yang seolah mengejek.
"Silahkan." pak hakim yang mempersilahkan pengacara Abian untuk menanyai Wilona.
"Nyonya wilona." panggil pengacara Abian.
"Ya," jawab Wilona.
"Saya ingin tahu kronologi mengenai kondisi ketika anda di perkosa oleh tuan Abian?" tanya pengacara Abian.
"Tentu." jawab Wilona.
"Tolong jelaskan mengenai kondisi saat itu, Oya, tolong jelaskan juga mengenai kondisi tuan Abian waktu itu. apakah tuan Abian memaksa anda atau tidak?" tanya pengacara Abian.
"Tentu...," jawab Wilona yang kemudian menceritakan mengenai kejadian bohong waktu di kamar hotel.
"Nyonya Wilona, ijinkan saya bertanya lagi. apakah kondisi Tuan Abian waktu itu masih sadar atau tidak?" tanya pengacara Abian kepada Wilona.
__ADS_1
"Tentu saja Abian sadar sepenuhnya." jawab Wilona.
"Lalu, apakah tuan Abian sadar Ketika dia berhubungan dengan anda?" tanya pengacara Abian yang membuat Wilona terdiam.
"Nyonya Wilona, sekali lagi saya bertanya kepada anda. apakah Tuan Abian masih sadar atau tidak ketika dia berhubungan dengan Anda?" tanya pengacara Abian yang membuat Wilona terdiam.
Orang-orang yang ada di ruang pengadilan menunggu jawaban dari Wilona, raut wajah Wilona juga kebingungan. Jika dia menjawab sadar maka Abian akan menjawab tidak, karena nyatanya pria itu pingsan karena dipukul oleh Akbar.
"Tentu, tentu saja pria itu masih sadar. bagaimana kami bersenang-senang jika dia tidak sadar!" jawab Wilona dengan suara yang lumayan keras.
"Baiklah kalau begitu Nyonya Wilona, karena anda sudah menjawabnya maka saya sangat berterima kasih." ucap pengacara Abian yang kemudian memberikan beberapa berkas hasil pemeriksaan di salah satu rumah sakit.
Wilona nampak menatap beberapa bukti yang diberikan oleh pengacara Abian.
"Yang mulia, semuanya sudah jelas bukan? saya minta anda segera memberikan hukuman kepada Tuan Abian karena pria itu sudah berani melakukan tindakan asusila dan pemerkosaan kepada klien saya, Nyonya Wilona." ucap pengacara Wilona.
Tak Ada jawaban yang dikeluarkan oleh Pak hakim, pria itu nampak memeriksa beberapa berkas yang diberikan oleh pengacara Abian.
"Oh ya Nyonya, Saya membawa beberapa hasil pemeriksaan dari rumah sakit. saya juga sudah memeriksa beberapa pemeriksaan hasil Rumah Sakit mengenai Anda yang mendapatkan tindakan pemerkosaan." ucap pak hakim.
"Memangnya ada apa yang mulia?" tanya pengacara Wilona.
"Tentu saya," jawab Wilona.
"Yang mulia, bolehkah saya membawa salah satu sakti pada waktu kejadian waktu itu?" tanya pengacara Abian.
"Silahkan." jawab pak hakim.
Salah satu saksi di panggil oleh pengacara Abian.
"Tuan, Apakah Anda berani bersumpah kalau apa yang Anda katakan itu benar?" tanya salah satu petugas yang memberi sebuah kitab suci.
"Saya bersedia bersaksi dan saya bersumpah kalau kesaksian ini adalah kesaksian yang jujur." jawab saksi.
"Baiklah kalau begitu, tuan. apa yang Anda lihat waktu itu? Apakah benar jika anda melihat ada dua orang masuk ke dalam kamar yang ditempati oleh Tuan Abian?" tanya pengacara Abian kepada saksi.
"Tentu Tuan Saya melihat seorang pria dan seorang wanita masuk ke dalam ruangan itu sebelum si pemilik kamar masuk." jawab saksi mata.
"Lalu, Apakah anda melihat bagaimana wajah dari dua orang itu?" tanya pengacara Abian.
__ADS_1
DEG..
Wilona yang mendengar jawaban seperti itu tentu saja wanita itu langsung tersentak, Bagaimana tidak ternyata waktu dia dan Akbar masuk ke dalam ruangan itu ternyata ada seorang saksi yang melihat mereka berdua.
"Bohong, pasti orang itu sudah berbohong. pasti pihak dari tersangka berusaha untuk menyuap pria itu!!" teriak Wilona yang membuat suasana yang ada di tempat itu sedikit riuh.
"Tidak tuan, saya bersumpah kalau saya melihat ada dua orang yang masuk ke dalam kamar itu. karena waktu itu saya sedang membuat video untuk Bos saya sebagai bukti kalau saya sudah menjalankan tugas saya." jawab saksi mata.
Ternyata apa yang dilakukan oleh pria itu membantu Abian.
"Jika Anda benar mempunyai bukti itu maka tunjukkan kepada kami." pinta pengacara Wilona. pengacara Wilona berpikir kalau wanita itu sedang berbohong dan mencoba untuk melakukan sesuatu agar membantu Abian.
"Saya mempunyai bukti itu bahkan Bos saya juga mempunyai salinannya." jawab Salah satu petugas hotel.
Sebuah rekaman video dari salah satu ponsel petugas kebersihan yang ada di hotel tersebut diberikan kepada pengacara Abian.
"Terima kasih Tuan." ucap pengacara Abian yang kemudian memberikan video yang hanya berdurasi sekitar 5 menit itu kepada Pak hakim.
Nampak pak hakim melihat video itu, pria itu menatap seorang wanita yang datang bersama seorang pria yang ternyata bukan Abian.
"Aku pastikan kalau video itu adalah video palsu!!" seru Wilona yang benar-benar tidak terima.
Naura benar-benar sangat geram luar biasa, wanita itu ingin sekali menjambak rambut Wilona.
"Saya juga mempunyai saksi untuk membantu." ucap pengacara Wilona.
Seorang saksi yang tentu saja sangat dikenal oleh Naura, Abian dan lainnya. Pak Farhan ternyata akan membantu Wilona namun pria itu tidak akan tahu apa yang terjadi di belakangnya.
Langkah kaki Pak Farhan berjalan memasuki ruang pengadilan, pria itu akan bersaksi untuk menghancurkan Abian dan Naura. tentu saja karena Wilona sudah memberikan uang sedikit banyak kepada Pak Farhan agar pria itu mau membantunya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar
__ADS_1
- ku balas pengkhianatanmu