ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Akhir kejahatan Akbar


__ADS_3

* Satu minggu kemudian *


"Kejar pria itu!" seru Sandi.


Beberapa hari ini Akbar terus berusaha untuk melakukan sesuatu kepada Abian, namun kenyataannya sekarang Sandy dan Abian sedang mengejar Akbar yang sudah melarikan diri.


"Lajukan mobilnya dengan kencang, jangan sampai mereka menemukan keberadaan kita!!" seru Akbar.


"Baik, Tuan." jawab sang sopir.


Akbar tidak akan pernah mengira kalau dirinya sudah dikejar oleh Abian, seluruh rencananya benar-benar sudah gagal total. rencana yang sudah dia buat selama puluhan tahun itu seketika hancur total tanpa ada satupun rencana yang berhasil.


"Tuan, gawat." ucap sopir.


"Ada apa?" tanya Akbar.


"Rem mobil ini, blong." jawab sopir.


"Bagaimana bisa, Seharusnya rem mobil ini tidak rusak kan?!" teriak Akbar.


"Saya tidak tahu tuan, tidak ada kerusakan yang terdeteksi saat saya membawanya ke bengkel kemarin." ucap sang sopir yang kemudian melajukan mobilnya sedikit tidak lurus. sekitar beberapa menit kemudian tiba-tiba saja mobil yang dikendarai oleh Akbar menabrak sebuah pohon besar yang ada di tepi jalan raya.


BRAKKK ...


Mobil yang dikendarai oleh Akbar sudah mengeluarkan asap, Abian yang berada di belakang mobil itu meminta sandi untuk menghentikan kendaraan mereka.


"Kita lihat apa yang terjadi, Sandi." ucap Abian yang keluar dari dalam mobil.


"kita harus mengeluarkannya Bos ucap sandi terlihat kondisi dari Akbar benar-benar sangat mengenaskan wanita itu pria itu sudah tidak kadarkan diri dengan tubuh yang penuh dengan luka Abian segera menelpon ambulans untuk membawa saudaranya itu pergi.


Dengan segera Akbar dibawa ke rumah sakit, kondisi sopir Akbar benar-benar sangat mengenaskan. lukanya sangat parah, salah satu tangannya patah dan darah yang keluar begitu banyak.


Akbar dibawa ke salah satu rumah sakit, Sandi menelpon Bu Lena dan Pak Anggoro untuk memberitahukan mengenai kejadian yang tadi terjadi. beberapa hari kemudian Akbar sudah terbangun dari tidurnya, Bu Lena sempat takut kalau putranya itu akan kembali tidak sadarkan diri. Namun nyatanya Akbar baik-baik saja.


"Kamu tidak apa-apa, Mas?" tanya Citra kepada Akbar.

__ADS_1


Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut pria itu, tatapan matanya menatap nyalang ke arah orang-orang yang sudah ada di kamarnya.


"Bagaimana kondisinya, dokter?" tanya Pak Anggoro kepada dokter yang merawat Akbar.


"Benturan yang ada di kepala Tuan Akbar lumayan parah, Tuan. kita akan lihat hasilnya sebentar lagi." jawab dokter.


Bu Lena terus menetap putranya tersebut, Sedangkan Citra terlihat terus memegang tangan suaminya. tatapan mata Akbar menatap wanita yang ada di depannya itu.


"Kamu ini siapa?" tanya Akbar pada citra.


Mendengar pertanyaan dari Citra tentu saja membuat orang-orang yang ada di ruangan itu sangat terkejut, begitu pula dengan dokter yang merawat Akbar. dengan segera dokter memeriksa Akbar, Abian kembali mencari tahu apa yang terjadi kepada pria itu.


"Bagaimana?" tanya Pak Anggoro kepada dokter.


"Inilah yang saya takutkan, Tuan. benturan itu terlalu keras, ada beberapa penyumbatan yang ada di otaknya. kemungkinan besar beberapa luka itu membuat penyumbatan di otaknya dan membuat Tuan Akbar kehilangan ingatannya." jawab dokter.


Akbar terus menatap orang-orang yang ada di depannya, Abian mendekati kakaknya. dia harus tahu apa yang terjadi, Abian ingin tahu apakah kakaknya benar-benar hilang ingatan ataukah dia cuma berpura-pura..


"Bang, kau ingat aku?" tanya Abian kepada Akbar.


"Apa Abang tidak ingat aku ini adalah adikmu? ini adik iparmu dan ini adalah istri yang paling kamu cintai." jawab Abian yang duduk di samping kakaknya.


Mungkin inilah sesuatu yang paling terbaik bagi Akbar, Tuhan benar-benar memberikan mukjizat atas doa yang selalu dipanjatkan oleh Citra. Akbar benar-benar tidak mengingat Citra sama sekali.


"Mbak, sayang. kalian berdua tolong jaga Mas Akbar ya, aku sama ayah dan ibu ingin berbicara sebentar." ucap Abian yang kemudian mengajak kedua orang tuanya untuk keluar. saat berada di luar Pak Anggoro sedikit kebingungan dengan kelakuan Abian.


"Kenapa Abian?" tanya Pak Anggoro.


"Ayah, mungkin ini adalah jalan yang paling terbaik. mungkin ini adalah kesempatan kedua yang diberikan oleh Allah untuk abang." ucap Abian.


"Maksudmu?" tanya Bu Lena.


"Biarkan saja Mas Akbar tidak mengingat semua masa lalunya, ini adalah mukjizat dari Allah untuk Mbak Citra. Mbak Citra diberi kesempatan untuk mendapatkan cinta dari suaminya, Bu." ucap Abian yang membuat Bu Lena mengerti apa yang ada di pikiran putranya tersebut.


"Kamu benar, Abian. mungkin saja ini adalah anugerah yang paling indah untuk kita, Tuhan menyingkirkan semua otak jahat dari Akbar, Tuhan ingin abangmu itu memberikan cinta untuk istrinya." jawab Pak Anggoro yang membuat Bu Lena tersenyum.

__ADS_1


Mulai dari hari ini mungkin kehidupan ini adalah yang terbaik, Akbar benar-benar kehilangan seluruh ingatannya. pria itu tidak pernah mengingat satupun ingatan dari masa lalunya, Citra dengan penuh kasih merawat Akbar. mencintai Akbar dan menunjukkan perasaannya agar yang benar-benar tidak mempunyai ingatan Itu.


Akbar tentu saja menerima cinta dari seorang wanita yang begitu tulus padanya. "Apakah dulu aku seperti ini?" tanya Akbar kepada Citra.


"Tentu saja mas, kita selalu berdua dan kita selalu bersama seperti ini." jawab Citra. air mata kebahagiaan selalu ditunjukkan oleh Citra, Cinta yang selama ini dia tunggu-tunggu sekarang sudah berbuah. benih yang dia tanam itu sekarang menunjukkan hasilnya.


"Apakah hari ini kita bisa ke rumah orang tuaku?" minta Akbar kepada istrinya.


"Tentu saja Mas, lagi pula di sana sudah ada Abian dan istrinya. apa lagi anak-anak Abian yang sungguh lucu itu membuatku sangat bahagia. Ya sudah kalau begitu aku akan meminta Pak sopir untuk menggendong Mas ke mobil ya." ucap Citra.


"Aku kan bisa sedikit berjalan, nanti masukkan saja kursi rodanya biar mas Masuk perlahan-lahan, boleh kan." ucap Akbar.


"Boleh Mas." jawab Citra dengan penuh semangat.


Kehidupan Citra benar-benar mendapatkan anugerah yang sangat luar biasa, Abian membuka pintu maaf untuk kakaknya. Akbar menerima cinta dari keluarganya, semua ingatan jahat itu sekarang sudah terhapus tanpa tersisa sama sekali. suara kegaduhan dan canda tawa yang ada di rumah Bu Lena begitu keras, bahkan Bu Rasti dan Pak Teguh juga ada di sana.


"Mari kita bangun kebahagiaan ini, jangan sampai kita kehilangan cinta yang selalu kita kejar." ucap Pak Teguh yang membuat orang-orang yang ada di tempat itu benar-benar begitu bersemangat.


"Tentu saja Ayah, kita akan menerima kebahagiaan yang sudah diberikan oleh Allah kepada kita. kita akan memberikan kebahagiaan untuk orang-orang yang kita cintai!!" teriak Abian dengan nada suara yang begitu keras hingga membuat orang-orang yang ada di tempat itu tertawa terbahak-bahak.


** TAMAT **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian

__ADS_1


__ADS_2