
Wilona baru mengetahui kalau Abian sudah kembali ke Jakarta, Wanita itu benar-benar sangat marah karena dia tidak mengetahui kalau Abian dan Naura sudah pergi dari tempat itu.
"Brengsek, brengsek, brengsek. Dasar brengsek! Kenapa tiba-tiba saja Abian pergi dari sini, aku yakin wanita itu mengajaknya kembali, dia takut kalau Abian akan tergoda denganku!!" seru Wilona.
Entah di mana letak malu Wilona wanita itu seperti wanita yang tidak mempunyai harga diri dan malu sama sekali, dia terus-menerus mencoba untuk menggoda Abian. Tapi sayangnya Abian tidak pernah sekalipun menanggapi semua yang dilakukan oleh Wilona sama sekali.
Sekitar 3 jam lebih lamanya akhirnya Abian dan Naura sudah sampai di rumah mereka, mereka harus bersiap-siap terlebih dahulu Setelah itu mereka akan pergi ke rumah keluarga Sebastian.
"Mas." Panggil Naura.
"Ada apa, sayang?" tanya Abian.
"Apa aku pakai pakaian yang kemarin kita beli?" tanya Naura kepada sang suami.
"Tentu saja, sayang. aku yakin kalau kakakku melihatmu dalam penampilan seperti kemarin dia akan mengakuimu sebagai istrinya kembali." jawab Abian.
Naura menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian wanita itu masuk ke dalam kamar untuk membersihkan dirinya. sekitar 1 jam kemudian Naura sudah selesai dengan semua aktivitasnya. Mbok Asih yang sudah selesai memasak tentu saja wanita tua itu memanggil Naura dan Abian.
"Kalian jadi ke rumah orang tua kalian?" tanya Mbok Asih.
"Tentu jadi dong Bi." jawab Naura.
"Apa kamu tidak apa-apa Naura?" tanya Mbok Asih.
"Tentu saja mbok, aku tidak apa-apa. Memangnya kenapa? lagi pula Kenapa juga aku harus memikirkan apa yang dilakukan oleh mereka berdua." jawab Naura.
"Ya sudah kalau begitu, kalian harus hati-hati lagi pula Mbok juga ingin mencari tukang pijit untuk memijit Mbok." ucap Mbok Asih.
"Ya udah, nanti kalau terlalu capek minta aja sama pembantu yang lain untuk mengerjakan pekerjaan rumah, Mbok itu harus jaga diri di sini bukan untuk bekerja tapi untuk menemaniku saja." ucap Naura.
"Tenang aja, nanti mbok mau jalan-jalan ke toko kue Mbok mau makan kue yang banyak.' canda Mbok ASI yang kemudian mengantar Naura dan Abyan keluar rumah.
Sekitar 15-20 menit kemudian akhirnya Abian dan Naura sudah sampai di rumah Bu Lena.
"Assalamualaikum!" seru Naura.
"Waalaikumsalam!" jawab Bu Lena.
__ADS_1
"Sudah datang, sayang?" tanya pak Anggoro.
"Sudah, ayah." jawab Naura.
"Assalamualaikum, ayah,ibu." ucap Abian.
"Waalaikumsalam." jawab pak Anggoro.
Sesaat kemudian terlihat seorang pria menatap Naura yang sedang bersama adiknya.
"Kamu baru datang, Abian?" tanya Akbar.
"Iya Mas, aku baru datang." jawab Abian.
"Kamu datang bersama siapa?' tanya Akbar kepada Abian sembari menatap wajah Naura.
"Aku datang bersama istriku, Mas. perkenalkan namanya adalah Naura dia adalah istriku." jawab Abian yang kemudian memperkenalkan Naura kepada kakaknya.
Tatapan mata Akbar menatap Naura dari ujung kepala sampai ujung kaki, terlihat pria itu tidak menunjukkan senyumnya sama sekali. Akbar adalah tipe seorang pria yang memang tidak suka dengan seorang wanita yang berpenampilan kuno dengan semua kehidupan yang sangat menyedihkan. memang sifat Abian dan Akbar sangat berbeda saat mencari wanita idaman mereka masing-masing.
"Kamu selalu saja menyukai wanita-wanita yang tidak pernah mengerti mode sama sekali, Abian. sesekali carilah seorang wanita yang mempunyai derajat yang sama seperti kita, bukan wanita yang tidak mengerti penampilan sama sekali dan sosial rendah." cibir Akbar yang membuat Naura benar-benar sangat terkejut.
Ternyata pria koma yang baru bangun beberapa hari yang lalu itu ternyata kata-katanya pedas luar biasa.
"Kakakmu mulutnya beracun banget ya, Mas." bisik Naura di telinga Abian.
"Itu bukan beracun sayang, itu bom nuklir." jawab Abian yang membuat Naura tersenyum.
"Sudah-sudah, masuklah ke kamarmu, Sayang. nanti kita lihat adegan yang sangat menyebalkan." ucap Bu Lena yang membuat Naura sedikit tersenyum.
Tatapan mata Akbar menatap Naura yang memakai celana jins dan kaos oblong saja, hal itu membuat Akbar benar-benar tidak menyangka kalau adiknya itu mempunyai selera yang sangat buruk.
"Apakah kau sudah sembuh, Abian?" tanya Akbar kepada adiknya tersebut.
Tak Ada jawaban dari Abian, pria itu hanya menunjukkan senyumnya kepada kakaknya tersebut. "Tuhan masih sayang padaku, mas. karena hal itu dia memberikan aku istri." jawab Abian yang kemudian pergi meninggalkan kakaknya.
Sedangkan pak Anggoro yang melihat kedua putranya sedikit berdebat Hal itu membuat Pak Anggoro hanya diam saja.
__ADS_1
"Sebaliknya kalian Kembali ke tempat kalian masing-masing, hari ini ayah tidak ingin mendengar perdebatan kalian. telinga Ayah sudah capek dan sangat gatal." perintah Pak Anggoro yang membuat Abian berjalan ke kamarnya.
Bu Lena yang berada di ruangan Putra keduanya nampak wanita itu menatap Naura.
"Sayang." Panggil Bu Lena.
"Ada apa, Bu." jawab Naura.
"Kamu jangan tersinggung dengan kata-kata Putra ibu, ya. dia memang selalu seperti itu." ucap bu Lena.
"Tidak apa-apa Bu Jangan khawatir, dunia ini sudah keras Bu, Buat apa kita harus meratapi nasib kita di kehidupan yang semakin keras ini." ucap Naura yang membuat bu Lena tersenyum dan memeluk menantunya tersebut.
"Terima kasih ya, Kamu adalah seorang wanita yang sangat luar biasa. ibu senang banget deh kamu jadi menantu Ibu." ucap Bu Lena.
"Oh ya Bu, aku penasaran banget deh. Mas Akbar itu pernah menikah nggak bu?" tanya Naura kepada Bu Lena.
Bu Lena mengangkat kedua tangannya, sesaat kemudian wanita itu mengajak Naura untuk duduk di ranjang super besar tersebut.
"Ibu tidak tahu, Naura. Ibu tidak pernah melihat keseriusan Akbar dalam menjalani hubungan, dia hanya suka bersenang-senang dengan beberapa wanita. dia tidak pernah sekalipun menganggap para wanita itu sebagai makhluk yang spesial." ucap Bu Lena.
"Kok gitu sih, Bu?" tanya Naura.
"Ya mana Ibu tahu." jawab Bu Lena yang membuat Naura tersenyum.
"Perbedaan mereka berdua sangat besar ya Bu, Mas Akbar tidak suka dengan pernikahan sedangkan Mas Abian sudah menikah tiga kali." ucap Naura yang membuat Bu Lena mencubit lengan menantunya itu.
"Setiap manusia itu ada perbedaannya, Naura. tapi Abian hanya mencintaimu dan hanya milikmu seorang. buktinya adiknya aja nggak bisa on sama dua istrinya itu, tapi sama kamu lihat aja kamu bisa membuatnya mengatakan saya Pak." Canda Bu Lena yang membuat Naura tertawa terbahak-bahak.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar
__ADS_1