ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Rencana Akbar menjebak Naura


__ADS_3

Ketika sore telah tiba, terlihat Naura sedang bersama dengan baby Ilyas di taman belakang.


"Bla..bla..bla...," Naura yang sedang mengajar Naura bercanda.


Langkah kaki Akbar berjalan mendekati Naura, terlihat pria itu tersenyum sembari mendekati Naura yang sedang bersama dengan bayi kecilnya tersebut.


Apa yang kau lakukan, Naura?" tanya Akbar kepada Naura.


"Ini lho Mas, ngajak Ilyas berbicara." jawab Naura.


"Apa kamu sedang bercanda dengan bayi kecil itu?" tanya Akbar yang kemudian mengajak bayi kecil tersebut untuk bercanda kembali.


"Iya mas." jawab Naura.


Sore ini di rumah Bu Lena agak sepi karena Bu Lena, pak Anggoro dan Abian sedang keluar untuk menghadiri acara salah satu tetangganya. Sebenarnya tadi Akbar juga pergi ke rumah tetangganya, namun Entah mengapa Akbar langsung kembali. Tentu saja itu karena pria itu sudah membuat rencana dan harus segera kembali ke tempat mereka.


seketika rencana licik dari Akbar sudah memenuhi otaknya ternyata pria itu berencana untuk melakukan sebuah tindakan jahat kepada Naura.


"Oh ya Naura, Apakah kamu sudah makan?" tanya Akbar kepada Naura.


"Sudah Mas, tadi sebelum Ibu pergi Ibu sudah memberikan aku beberapa masakan." jawab Naura.


"Oh ya, Apa kamu mau makan sama Mas Akbar?" tanya Akbar.


"Makasih Mas, soalnya aku masih kenyang." jawab Naura yang menolak dengan kata-kata halus.


Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Mbok Asih, Naura harus selalu berhati-hati jika berada di dekat Akbar.


"Oya Naura, tadi Mas Akbar mau pinjam sesuatu sama Abian. tapi katanya Abian lupa mengambilnya di kamar." ucap Akbar.


"Memangnya Mas Akbar meminjam apa?" tanya Naura kepada Akbar.


Sebenarnya tadi Mas mau pinjam laptopnya Abian, laptop Mas Akbar lagi bermasalah." jawab Akbar.


"Oh gitu ya, Kalau begitu aku ambilkan laptopnya dulu ya Mas. Mas tolong gendong baby Ilyas dulu nanti aku ambilkan laptopnya." ucap Naura.


"Boleh." jawab Akbar yang kemudian menggendong baby Ilyas.


Akhirnya Naura berjalan ke kamarnya untuk mengambil laptop sesuai yang dikatakan oleh Akbar, namun sesaat kemudian Akbar langsung menaruh baby Ilyas di ruang tengah. terlihat pria itu langsung berjalan ke tempat Naura berada, semua pikiran liciknya sudah mempengaruhi otak pria itu. Akbar sudah mempersiapkan segalanya pria itu juga sudah membuat rencana busuk untuk dirinya.

__ADS_1


Sebuah sapu tangan sudah dicampur dengan obat bius, tentu saja Naura tidak mengetahui hal itu namun sikap waspadanya mungkin tidak akan berdaya di depan Akbar. saat Naura mengambil laptopnya seketika Akbar sudah berada di belakang tubuh Naura dan langsung membekap mulut Naura hingga membuat Naura langsung kehilangan kesadaran.


"Sebentar lagi kamu akan hancur, Abian. kamu akan melihat istrimu ini berada di satu ranjang bersamaku." ucap Akbar dengan semua otak liciknya.


Di tempat lain terlihat Abian benar-benar begitu gusar. "Ada apa Abian?" tanya Bu Lena.


"Fikiranku benar-benar sangat gusar, Bu. Aku mau melihat istriku dan anakku dahulu." ucap Abian.


"Ya sudah kalau begitu, ayo kita pulang. takutnya baby Ilyas menangis kasihan istrimu." jawab bu Lena yang kemudian berpamitan kepada Pak Anggoro.


Kedua orang itu langsung pergi ke rumah mereka, Abian benar-benar takut jika terjadi sesuatu dengan orang-orang yang dia cintai. kembali ke situasi tempat Akbar berada, pria itu tersenyum begitu licik. tatapan mata Akbar menatap Naura yang sudah tidak sadarkan diri.


"Hahaha..., Lihatlah apa yang akan kamu lakukan setelah ini, adikku tersayang." ucap Akbar yang kemudian menyentuh wajah Naura.


Semoga saja Tuhan tidak membuat Abian kecewa kembali, langkah kaki Abian benar-benar sangat terburu-buru. pria itu harus segera sampai di rumahnya, dia tidak melihat kakaknya di rumah tetangganya Hal itu membuat Abian langsung merasakan sesuatu akan terjadi kepada sang istri. Abian langsung berlari meninggalkan rumah tetangganya Bersama sang Ibu.


Sedangkan Akbar yang ada di kamar Abyan nampak pria itu mulai menyentuh rambut Naura, mencium rambut tersebut bahkan mengelus wajah Naura dengan begitu lembut.


"Jika kau hancur Aku yakin adikku tercinta itu juga akan hancur, Aku akan membuatmu menderita seperti penderitaannya yang tidak akan pernah ada habisnya." ucap Akbar yang kemudian mulai membuka kancing baju Naura.


Abian dan Bu Lena sudah sampai di rumah, terlihat baby Ilyas menangis di ruang tengah.


OEKK...


OEKK...


OEKK...


"Ke mana Naura, kok baby Ilyas di sini?" tanya Bu Lena.


"Entahlah Bu, aku akan mencari istriku. tolong ibu gendong Putraku dahulu." pinta Abian.


Seketika Abian langsung berlari ke kamarnya untuk mencari sang istri, Abian tidak memikirkan apapun yang ada di otaknya adalah ketakutan jika kakaknya melakukan sesuatu kepada orang yang dia cintai.


"Ya Allah, jangan biarkan sesuatu terjadi kepada istriku." ucap Abian yang kemudian membuka pintu kamarnya.


Sebuah pemandangan yang begitu membuat Abian benar-benar terkejut, pria itu melihat kakaknya yang sudah mulai membuka kancing baju istrinya.


"Apa yang kau lakukan, Akbar!!" teriak Abian. seketika Abian menarik tubuh Sang kakak, pria itu sepertinya sudah kehilangan pemikiran.

__ADS_1


BUKK..


BUKK..


Abian langsung memberikan pukulan demi pukulan bahkan Abian membuat Akbar tidak mampu menghalau semua pukulannya. kalau dibilang dari segi keliaran dalam dunia kekerasan Abian menang, tapi dalam hal keliaran soal hasrat pasti Akbar adalah rajanya.


Abian terus-menerus menghajar kakaknya, Akbar benar-benar sangat terkejut ketika melihat adiknya sudah berada di rumah, seharusnya Abian tidak kembali secepat ini.


"Abian, Apa yang kau lakukan." ucap Akbar.


"Berani sekali kau mau melakukan sesuatu kepada istriku!!" seru Abian.


Bu Lena yang mendengar suara gaduh seketika wanita itu berjalan ke ruangan putranya, terlihat di sana Abian sudah menghajar habis-habisan kakaknya.


"Apa yang kau lakukan, Abian!!" seru bu Lena.


"Biarkan Aku membunuh pria ini, Bu. pria ini benar-benar pria brengsek!!" seru Abian.


"Abian, hentikan!!" seru bu Lena kembali.


"Aku tidak akan pernah melepaskannya, Bu. pria ini pantas mati di tanganku!!" seru Abian kembali.


Akbar benar-benar tidak bisa menolong dirinya sendiri, Abian terus memberikan pukulan demi pukulan hingga membuat Akbar benar-benar tak berdaya. wajahnya dipenuhi dengan memar.


"Apakah kamu benar-benar sudah gila, dia Ini istriku. Apa yang ingin kau lakukan!!" seru Abian.


Seketika Bu Lena menatap Naura yang tidak sadarkan diri di ranjangnya, kedua bola matanya seketika membulat sempurna. wanita itu menutup mulutnya, dia mulai memikirkan sebuah kejahatan yang akan dilakukan oleh putranya kepada salah satu putranya yang lain.


"Diam, aku tidak akan memberikan maaf hari ini walaupun kau adalah kakakku!!" seru Abian yang sudah kehilangan kesabarannya.


Bu Lena benar-benar sangat kebingungan, dia menggendong baby Ilyas, melihat Akbar dihajar habis-habisan oleh Abian juga melihat Naura yang sudah tidak sadarkan diri.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan

__ADS_1


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


__ADS_2