
Hari ini suasana hati tapi yang benar-benar tidak karuan, pria itu serasa seperti dihantam oleh ribuan batu. dia ingin bahagia Bersama sang istri, tapi Tuhan berkehendak lain dengan datangnya berita yang diberikan oleh dokter mengenai keadaannya. apa yang bisa dikatakan oleh Abian, pria itu hanya bisa menunggu semua keadaan dan mukjizat dari Tuhan.
"Mas tidak boleh patah semangat ya, kita akan berusaha sebaik mungkin. Mas tidak boleh menyerah yakinlah Tuhan bersama kita, pasti suatu saat nanti kita akan mendapatkan keturunan jika kita berdoa dengan tulus." ucap Naura.
Satu kata yang dikatakan oleh Naura membuat hati Abian seperti di siram air yang begitu sejuk.
hanya satu kata yang bisa diucapkan oleh Abyan dia pasrah Dia hanya bisa berdoa kepada Tuhan untuk setiap apapun yang dia inginkan. hari ini terlihat Abian benar-benar seperti mendapatkan pencerahan dari hidupnya mendapatkan seorang istri yang luar biasa mau berbagi hidup dengannya dan mau menerima seperti apapun keadaan Abian dua hari kemudian Naura selalu datang ke tempat sang suami wanita itu takut jika suaminya tiba-tiba merasakan di dalam hatinya setelah dua hari yang lalu diberitahu oleh dokter Hasan mengenai kondisinya Mas Panggil Naura yang masuk ke dalam kantor sang suami Sayang jawab Abian yang kemudian berdiri mendekati sang istri.
"Kamu kok gak bilang mau ke sini, sayang. tadi pagi kan kamu bisa ikut sama Mas." ucap Abian.
"Iya Mas, tadi pagi aku harus menyelesaikan pekerjaan rumah dulu kan, Mas tahu sendiri aku tidak suka jika makanan untuk suamiku tersayang dibuatkan oleh orang lain." ucap Naura yang membuat Abian tersenyum.
Sekitar 5 atau 10 menit kemudian seorang wanita pengganggu mulai datang ke tempat Abian, siapa lagi kalau bukan Wilona.
"Selamat pagi!" seru Wilona yang masuk ke dalam kantor Abian.
Terlihat Naura dan Abyan saling memandang satu sama lain. "Mau apa kau kemari?" tanya Abian kepada Wilona.
"Aku ke sini karena aku adalah utusan dari salah satu perusahaan yang bekerjasama denganmu, jadi aku kemarin untuk mengajakmu meninjau beberapa lokasi yang akan kita jadikan pembangunan dari beberapa proyek yang telah disetujui oleh Tuan Teguh." ucap Wilona yang terlihat mulai mendekati Abian dan duduk di sofa panjang itu.
"Maaf, sebentar Nona Wilona. Apakah kamu tidak tahu kalau hari ini janji denganmu Itu kan tidak ada. dua hari atau 4 hari lagi janji dengan salah satu pemimpin dari proyek ini kan sudah disetujui, lalu Kenapa Anda datang kemari? Apakah itu tidak terlalu cepat?" tanya Naura yang membuat Wilona langsung menoleh.
Wanita itu tidak akan pernah mengira kalau istri Abian adalah orang yang sangat cermat bahkan ingatannya benar-benar sangat luar biasa.
"Tapi yang aku tahu kalau hari ini itu hari di mana aku harus mengajak Tuan Abian untuk melihat beberapa proyek yang harus kita kerjakan." ucap Wilona yang terus mencari bahan pembicaraan dan terus berusaha untuk mengajak Abian untuk keluar.
__ADS_1
"Barusan aku sudah menelpon Tuan Teguh, Baru beberapa hari ini proyek akan dikerjakan Jadi kalau kamu ke sini hari ini berarti kau akan kembali dengan tangan kosong. karena hari ini aku tidak ingin keluar karena aku memang sudah ada janji dengan Tuan Teguh untuk membantu istriku membangun proyek sekolah dan rumah sakit." jawab Abian yang membuat Wilona benar-benar sangat kesal.
Akhirnya Wilona tidak bisa lagi mengatakan apapun semua, jerih payahnya untuk mendekati Abian benar-benar adalah hasil yang kosong. dia tidak bisa memaksa Abian untuk keluar dengannya karena tuan Teguh sendiri sudah menelpon Abian dengan semua janji yang sudah dibuat.
"Baiklah sayang, ayo kita berangkat karena ini sudah agak siang." ucap Naura yang membuat Abian langsung berdiri.
Wilona benar-benar tidak tahan, Wanita itu sangat kesal bahkan lebih kesal dari apapun yang dia katakan.
"Apakah kau tidak pernah menghargaiku sama sekali, Abian. Aku ini adalah mantan istrimu Tidak pernahkah kau memberikan aku sedikit tempat untuk kita berbicara seperti teman?" tanya Wilona kepada Abian yang membuat Abian malah tersenyum.
"Pernahkah kamu memberikan aku waktu untuk berbicara denganmu, Wilona. dulu kau tidak pernah sama sekali menganggapku sebagai seorang pria hanya karena aku adalah pria yang tidak bisa memberikanmu kepuasan. kamu tidak pernah melihatku sebagai seorang suami bahkan kata-kata yang kau ucapkan itu selalu pedas di telingaku.
"Pernahkah kamu memberikan padaku tempat di hatimu atau Kamu pernah menganggapku ada." ucap Abian yang membuat Wilona benar-benar kehilangan kata.
"Hahaha.., itu adalah dulu. sekarang sudah berbeda, Wilona. ada seorang wanita yang dengan setia menungguku, memberikan aku tempat bahkan seorang wanita yang memberikan aku kehangatan pada setiap nafasku." jawab Abian yang kemudian mengajak sang istri untuk segera keluar dari perusahaan.
Wilona yang mendengar perkataan Abian tentu saja wanita itu menggigit bibirnya dengan sangat kasar, dia tidak bermaksud untuk mengungkit masa lalu Abian, namun mulutnya serasa tidak bisa dikontrol sama sekali bahkan wanita itu menyinggung semua penghinaan yang dulu dikatakan oleh Wilona terhadap Abian.
"Brengsek, brengsek, brengsek. Seharusnya aku tidak mengatakan hal itu, kata-kata yang aku ucapkan seperti Boomerang untukku sendiri." ucap Wilona yang kemudian pergi meninggalkan perusahaan Abian.
Sudah cukup bagi Abian terus dipermalukan oleh Wilona dengan semua kebodohan dan cerita cinta yang benar-benar hanya kepalsuan. saat mereka keluar dari perusahaan, terlihat Azrul juga keluar bersama dengan salah satu sekretarisnya.
"Azrul." Panggil Abian.
Azrul menoleh, pria itu menatap Abian yang datang bersama Naura. "Halo Abian, Naura." Panggil Azrul.
__ADS_1
"Mas mau ke mana?" tanya Naura.
"Aku mau ke tempat pembangunan, Aku kira kamu udah ada di sana." jawab Azrul.
"Iya Mas, Ini aku mau ke kantor suamiku dulu setelah itu rencananya mau mengajak Mas Abian untuk melihat tempat pembangunan juga." jawab Naura.
"Kalau begitu kita berangkat aja sekalian." ucap Azrul yang kemudian menatap seorang pria yang tumben hari ini tidak bersama dengan Abian.
"Kamu mencari siapa Mas?" tanya Naura kepada Azrul.
"Tumben sekali bayanganmu itu tidak ada, Abian?" tanya Azrul kepada Abian.
"Dia sedang rapat dengan salah satu perusahaan." jawab Abian yang kemudian mengajak sang istri untuk segera masuk ke dalam mobil.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatanmu
__ADS_1