
Bu Rasti benar-benar akan memberikan pelajaran kepada mantan suami yang sudah berusaha membunuhnya, wanita itu yakin kalau dirinya akan mendapatkan sesuatu yang baik. dia sudah memikirkan mengenai sesuatu untuk membuat mantan suaminya itu merasakan penderitaan yang sangat luar biasa.
Bu Rasti menelpon suaminya, wanita itu memberitahukan mengenai mantan suaminya yang tinggal bersama putrinya ke pada pak Teguh. Bu Rasti juga memberitahukan kepada Pak Teguh mengenai putrinya yang ingin memberikan pelajaran kepada mantan suaminya, Bu Rasti benar-benar merasa bahagia. wanita itu tidak akan membiarkan dua orang yang sudah menyakitinya itu hidup bebas dengan semua kejahatan yang sudah mereka lakukan.
Senyum yang benar-benar menakutkan ditunjukkan oleh Bu Rasti ketika dirinya sudah mendapatkan sebuah jalan untuk membalaskan dendam kepada mantan suaminya.
"Ada apa Bu?" tanya Naura kepada bu Rasti.
"Suamiku bilang aku tidak apa-apa untuk tinggal di sini, nanti dia akan pulang bersama dengan Abian." ucap Bu Rasti.
"Alhamdulillah kalau begitu." jawab Naura.
Bu Lena menghembuskan nafasnya berulang kali, wanita itu sedikit kesal karena dia tidak bisa menginap di rumah putranya tersebut menginap di tempat ini.
"Kalau aku sih nggak bisa, gimana nanti kalau aku menginap di sini pasti suamiku bakal marah." ucap Bu Lena.
"Kenapa nggak bilang aja kalau Bu Lena juga ingin menginap di sini, nanti kan kita bisa bersenang-senang Bu." ucap Bu Rasti.
"Hari ini aku nggak bisa Bu, aku harus menyelesaikan beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan ini. semua gara-gara suamiku yang membuatku melakukan sesuatu yang tidak aku sukai." Bu Lena benar-benar sangat kesal. Sebenarnya dia ingin bersenang-senang hari ini, Bu Lena ingin bersama Naura dan Bu Rasti. namun tidak mungkin juga dia melakukannya karena sang suami pasti akan marah karena wanita itu meninggalkan suaminya.
ketika malam sudah menjelang terlihat Pak Farhan sudah kembali dari sebuah tempat.
"Naura!" Panggil Pak Farhan kepada Naura.
Naura menoleh wanita itu menatap pria menyebalkan yang sudah mendatanginya. "Ada apa." jawab Naura.
"Ke sini sebentar, aku mau bicara." ucap pak Farhan.
"Memangnya ada apa? katakan saja tidak usah berbelit-belit seperti itu." jawab Naura.
"Sini sebentar, kamu ini repot amat sih." jawab Pak Farhan.
"Dengar ya, Jangan pernah kamu berani membentak di rumahku sendiri. Kamu ini hanyalah seorang tamu di sini hormati tempat ini dan hormati aku sebagai pemilik rumah ini!!" seru Naura yang benar-benar sangat kesal.
"Naura!" panggil Bu Rasti.
Pak Farhan seketika menatap seorang wanita yang berumur sekitar 50 tahun yang membawa seorang bayi, Pak Farhan menatap Bu Rasti. terlihat pria itu sedikit mengerutkan keningnya saat menatap Bu Rasti.
__ADS_1
"Siapa wanita itu, kenapa Aku serasa mengenal wanita itu." guman Pak Farhan dalam hati Saat melihat Bu Rasti sudah turun dari lantai 2 menuju ruang tengah.
"Naura." Panggil Bu Rasti yang mendekati Naura yang sedang berbincang-bincang dengan Pak Farhan.
"Ada apa Bu." jawab Naura.
"Ini baby Ilyas nangis. Tolong kamu gendong Ya." pinta Bu Rasti.
Dengan segera Naura menggendong bayi mungil tersebut, sesaat kemudian wanita itu pergi meninggalkan tempat ruang tengah.
"Naura." Panggil Pak Farhan yang melihat Naura hendak pergi
"Ada apa." jawab Naura.
"Aku harus berbicara sebentar denganmu, kenapa kamu malah pergi." ucap pak Farhan.
Sorot mata Bu Rasti menatap Pak Farhan yang terlihat memanggil Naura tanpa henti.
"Memangnya ada apa, kenapa kamu terus memanggil ku?" tanya Naura.
"Naura, kita harus berbicara sebentar. Ayah ada perlu denganmu." jawab Pak Farhan.
"Bayi? bayi siapa, Kenapa kamu bilang itu bayimu?" tanya Pak Farhan yang sedikit tidak suka.
"Tentu saja Ini bayiku, memangnya bayi siapa." jawab Pak Farhan.
"Hahaha..., Bagaimana bisa kamu mendapatkan bayi cepat itu, Naura. Kamu kan belum hamil." jawab Pak Farhan.
Bu Rasti terus menatap mantan suaminya tersebut, aroma kekesalan yang begitu luar biasa ditunjukkan oleh Bu Rasti saat melihat Pak Farhan terus berusaha untuk mencegah Naura pergi.
"Siapa pria ini, Naura?" tanya Bu Rasti kepada Naura.
Sesaat kemudian Naura menatap Bu Rasti. "Dia ini kerabat jauh Bu, dia di sini untuk menumpang sementara. kalau dia sudah mendapat tempat aku akan menyuruhnya pergi." jawab Naura.
Pak Farhan benar-benar sangat kesal dengan semua jawaban yang dikeluarkan oleh Naura, Dia Hanya dianggap sebagai kerabat jauh atau sesuatu yang tidak membuat Pak Farhan suka.
"Apa-apaan sih kamu, Naura. aku ini kan ayahmu kok kamu bilang seperti itu kepada tamu!!" seru Pak Farhan.
__ADS_1
"Siapa bilang kamu itu Ayahku, kalau kamu Ayahku pasti aku akan mengakuimu." jawab Naura.
"Dasar anak durhaka, berani sekali kamu mengatakan hal itu pada ayah!!" seru pak Farhan.
Terlihat Bu Rasti mendekati Pak Farhan, wanita itu sedikit tersenyum dan mengatakan mengenai sesuatu yang sedikit menyedihkan.
"Apakah kamu orang tua Naura?" tanya Bu Lena.
"Iya, Memangnya kenapa." jawab Pak Farhan.
Dari dulu sampai sekarang Pak Farhan tidak pernah berubah sama sekali, pria itu selalu menganggap dirinya sempurna. pria itu selalu menganggap kalau dirinya luar biasa.
"Jika kamu adalah ayahnya, Kenapa putrimu tidak mengakuimu. apa kamu mau mengaku-ngaku sebagai ayah dari Naura dan ayah mertua dari Abian?" cibir Bu Rasti yang membuat Pak Farhan yang benar-benar begitu marah. pria tua itu terlihat sudah melupakan istrinya dengan sangat cepat, bahkan Ketika istrinya sudah ada di depannya pria itu tidak dapat mengenali seorang wanita yang sudah dia campakkan. sudah dia sakiti bahkan hampir dia bunuh. namun Tuhan berkehendak lain.
"Dasar pria brengsek, Apakah kau sudah melupakan wajahku ini? saat kau bertemu denganku bahkan kau tidak pernah sekalipun mengingat wajahku." ucap Bu Rasti yang kemudian mengambil sesuatu dari tangan Pak Farhan.
"Siapa kamu, Kenapa kamu ada di sini?" tanya Pak Farhan yang tiba-tiba kepada bu Rasti.
Bu Rasti hanya tersenyum, sesaat kemudian wanita itu menatap Pak Farhan dengan tatapan mata yang benar-benar menunjukkan kebencian yang sangat luar biasa.
"Dengarkan Aku baik-baik, Aku adalah istri dari Teguh Sanjaya. apakah kamu tahu?" tanya Bu Rasti.
DEG...
Pak Farhan benar-benar sangat terkejut saat mendengar nama Teguh Sanjaya. "Bukankah dia adalah konglomerat yang sangat kaya dengan begitu banyak bisnis yang ada di dunia." guman Pak Farhan dalam hati.
Bu Rasti melihat sorot mata Pak Farhan yang sudah menunjukkan kalau dia sangat terkejut dengan sebuah nama yang mungkin dia kenal. karena dulu Pak Farhan adalah seorang pengusaha, jadi pria itu jelas tahu nama Teguh Sanjaya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar
__ADS_1
- ku balas pengkhianatanmu