
"Lepaskan aku." ucap Naura.
"Tidak, aku akan berusaha untuk mendapatkanmu lagi, aku tahu kalau aku bersalah, Aku tahu kalau aku adalah pria brengsek. tapi aku yakin suatu saat nanti aku akan mendapatkan kesempatan Kedua." jawab Abian yang terus menggenggam tangan Naura.
"Aku tidak pernah berniat untuk memaafkanmu, aku tidak pernah berniat untuk memberikanmu Maaf. jadi walaupun kau menungguku untuk mau memberimu Maaf itu tidak akan terjadi. Oya, apakah kamu sudah mengatakan kepada kekasihmu kalau kamu sudah menikahiku?" tanya Naura sembari tersenyum. seolah wanita itu benar-benar mengejek Abian dengan semua yang sudah dia ketahui.
"Apapun kesalahan seseorang pasti ada maaf, Jadi aku minta kau untuk memaafkan ku." ucap Abian.
Seketika Naura melepaskan tangan Abian, wanita itu langsung pergi meninggalkan Abian sedangkan Abian yang melihat hal itu tentu saja jantungnya berdebar begitu kencang. dia tidak akan mungkin lagi melepas Naura jadi dia sudah memutuskan untuk melakukan sebuah kesalahan yang mungkin akan sulit untuk dimaafkan.
GREPP..
Abian langsung menarik tubuh Naura, pria itu sudah merencanakan untuk menculik istrinya itu dan membawanya pergi ke suatu tempat.
"Lepaskan aku, lepaskan aku!!" teriak Naura.
"Maaf, aku tidak bisa mendengar teriakanmu." jawab Abian. sebuah mobil sudah menunggu Abian dan Naura di luar proyek, bahkan beberapa anak buah diminta untuk tidak memberitahukan mengenai kedatangannya untuk mengambil Naura.
"Apa yang kamu lakukan?!" teriak Naura.
Abian nampak membawa Naura ke dalam mobil, pria itu membawa Naura pergi ke sebuah tempat. "Apa yang kau lakukan, lepaskan aku!!" teriak Naura.
"Maaf, telingaku sedang ada gangguan." jawab Abian.
Sebuah borgol Sudah terpakai di pergelangan tangan Naura. "Apa yang kau lakukan!" seru Naura yang tidak terima karena dirinya di borgol oleh Abian.
CUP..
satu ciuman mendarat di bibir Naura,pria itu benar-benar membuat Naura sangat marah. "Dasar pria brengsek!!!" seru Naura.
Abian hanya tersenyum, Pria itu nampak menatap wajah Naura dengan tatapan mata yang begitu bahagia.
"Kamu mau membawaku ke mana!!" teriak Naura.
"Tentu saja aku akan membawamu ke suatu tempat." jawab Abian.
"Lepaskan aku!!" seru Naura.
"Tidak." jawab Abian.
"Lepaskan aku!!" seru Naura kembali.
Abian tidak mengeluarkan sepatah katapun, pria itu nampak menatap Naura yang benar-benar begitu marah. tangannya diborgol dengan tangan Abian, karena hal itu Naura benar-benar kesal Naura mencoba untuk mencekik leher Abian, wanita itu benar-benar akan membuat Abian merasakan apa yang pantas dia dapatkan.
"Aku akan membunuhmu!!" teriak Naura.
"Silahkan." jawab Abian.
"Kamu kira aku bercanda!" seru Naura.
"Aku tidak perduli." jawab Abian.
__ADS_1
Naura sangat marah, seketika wanita itu mencekik leher Abian dengan sangat keras, Abian yang mendapatkan perlakuan itu tentu saja hanya bisa diam.
** Beberapa jam kemudian **
di sebuah tempat terlihat Abian sudah membawa Naura, wanita itu benar-benar tidak tahu apa yang sudah terjadi kepada Abian. Azrul tidak tahu kalau Abian membawa Naura, wanita itu terus memberontak kepada Abian Karena dia sudah dibawa dengan paksa. di sebuah rumah sederhana ternyata Abian membawa Naura. mungkin disebuah rumah pedesaan yang ada di pegunungan. udara yang sedikit sejuk membuat Naura menatap rumah yang begitu besar namun sederhana.
"Lepaskan aku!!" seru Naura.
"Diam Kalau tidak aku akan menciummu." jawab Abian.
Abian membawa Naura masuk ke dalam rumah itu, saat mereka masuk ada seorang wanita tua yang sudah menunggu kedatangan Abian.
"Minta pada orang-orang untuk menjaga pintu gerbang." perintah Abian. di sebuah kamar Abian meletakkan Naura.
"Lepaskan aku!!" seru Naura kembali.
"Aku kan sudah melepaskanmu, memangnya aku harus melepaskanmu bagaimana lagi.' jawab Abian.
"Kembalikan aku ke tempatku, Kenapa kau membawaku kemari!!" teriak Naura kepada Abian.
"Untuk apa aku harus melakukannya, karena aku menculikmu ke sini tujuannya kan untuk menjadikan milikku." jawab Abian.
"Dasar pria tidak punya otak!!" seru Naura.
Abian benar-benar tidak menghiraukan perkataan istrinya itu, dia hanya tersenyum sembari keluar untuk mencarikan Naura makanan.
"Mbok buatkan aku makanan!" perintah Abian.
Di tempat lain terlihat Bu Lena sudah mendapatkan informasi mengenai putranya yang menculik istrinya.
"Ada apa Bu?" tanya Pak Anggoro.
"Ternyata pria itu nekat juga ya." jawab Bu Lena.
"Memangnya ada apa Bu?" tanya Pak Anggoro.
"Putramu itu sudah menculik seorang wanita." jawab Bu Lena.
"Maksud ibu?" tanya Pak Anggoro.
"Pria itu sudah menculik Naura." jawab Bu Lena.
Pak Anggoro yang mendapat berita seperti itu tentu saja pria itu hanya tersenyum. "Ya biarin aja toh bu, dia kan menculik istrinya sendiri." jawab Pak Anggoro sambil tersenyum.
"Tapi putramu itu tidak gentleman." Bu Lena yang terus menggerutu.
"Ini kan rencana ibu, jadi kita tinggal nunggu hasilnya." ucap pak Anggoro sambil tersenyum.
"Iya juga sih." jawab Bu Lena.
sebenarnya Bu Lena memang membuat rencana untuk membuat putranya itu mengakui sang isteri, tapi Bu Lena tidak pernah berfikir kalau Abian akan nekat menculik Isterinya.
__ADS_1
** Bandung **
"Makanlah." pinta Abian yang sudah membawa beberapa makanan.
"Tidak mau." jawab Naura.
"Apa kamu mau mati kelaparan?" tanya Abian yang mulai memakan makanan yang sudah di buat oleh pembantu tua yang bernama mbok Asih.
TOK...
TOK...
pintu kamar di ketok oleh seseorang.
"Masuk!!" seru Abian.
Seorang wanita tua memasuki kamar tersebut.
"Ada apa mbok?" tanya mbok Asih.
"Ini loh Mbok buatkan teh hangat untuk istrimu." jawab Mbok Asih yang terlihat memberikan segelas teh hangat kepada Naura. Naura yang mendapat perlakuan seperti itu seketika wanita itu menatap seorang wanita tua yang begitu kalem.
Sebuah senyum ditunjukkan oleh Mbok Asih kepada Naura, wanita yang berumur sekitar 50 atau 60 tahun itu menatap Naura dengan tatapan mata yang begitu lembut.
"Mbok tolong jaga istriku Sebentar ya, aku mau mandi." pinta Abian kepada Mbok Asih.
"Ya ampun..,seperti istrimu anak kecil aja takut dia menghilang." canda Mbok Asih.
Suara yang begitu kalem dengan perawakan yang begitu lembut membuat Naura terus menatap Mbok Asih,
"Nama Mbok Siapa?" tanya Naura.
"Nama mbok adalah Mbok Asih, Mbok ini adalah orang yang membesarkan suamimu." jawab Mbok Asih yang kemudian duduk di ranjang bersama Naura.
Canda tawa terus terdengar di telinga Abian saat pria itu berada di kamar mandi. sedangkan di tempat lain terlihat Azrul mencari keberadaan Naura namun tidak di temukan.
"Kenapa Naura pergi?" ucap Azrul yang kebingungan saat mencari keberadaan Naura.
"Ada apa kak?" tanya Silvia.
"Apa kamu benar-benar tidak tahu di mana keberadaan Naura?" tanya Azrul.
"Tidak, kak." jawab Silvia.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
__ADS_1
- Isteri kesayangan tuan besar