
"Ayo, sayang." jawab Abian yang kemudian pergi meninggalkan Wilona.
"Ada apa ini, kenapa wanita itu tidak marah?" tanya Wilona dalam hati.
Setelah bertemu dengan Wilona Abian dan Naura pergi ke restoran yang ada di pusat perbelanjaan.
"Bagaimana, sayang?" tanya Abian.
"Pesan apa saja, sayang." jawab Naura.
Beberapa makanan sudah di pesan oleh Abian, terlihat pria itu sedang mencari makanan yang sudah di pesan.
"Bagaimana?" tanya Abian.
"Makanannya lumayan enak." jawab Naura.
"Sayang apakah kamu marah tanya Abian ke batasan istri Memangnya kenapa aku harus marah Sayang jawab Naura aku takut kamu marah ketika bertemu dengan wanita itu jawab aku yang Kenapa aku harus marah dia kan hanya mantan istrimu jawab Naura.
"Apakah kamu yakin?" tanya Abian.
"Tentu saja Mas, Kenapa aku tidak yakin? lagi pula dia kan cuma masa lalumu sedangkan aku Aku adalah masa depanmu. jika aku terus mengusik masa lalumu maka pernikahan kita tidak akan pernah berjalan seperti yang kita inginkan." ucap Naura yang membuat Abian harus selalu bersyukur mempunyai seorang istri seperti Naura.
"Terima kasih ya sayang, karena kamu benar-benar begitu percaya denganku." ucap Abian.
"Tentu saja Mas, Jika Aku tidak percaya padamu lalu aku harus percaya sama siapa? lagi pula semua itu kan cuma masa lalu, masa lalu harus kita kubur sedalam mungkin agar kenangan buruk tidak muncul. sedangkan masa lalu yang penuh keindahan harus kita simpan sebagai kebaikan, walaupun kita bertemu dengan orang-orang dari masa lalu kita, jika itu tidak menyakitkan maka kita bisa menganggapnya sebagai teman atau saudara. jika masa lalu itu terlalu pahit untuk diingat maka kita harus melupakannya." jawab Naura yang membuat Abian begitu terpukau dengan semua kebaikan yang dimiliki oleh istrinya.
"Sampai kapanpun bahkan sampai maut memisahkanku, Aku tidak akan pernah melepaskanmu." ucap Abian.
Naura kembali tersenyum, sesaat kemudian wanita itu menatap sebuah tempat yang ada di luar restoran. Entah kenapa hari ini Masa lalu itu satu persatu mulai muncul, tadi dia melihat mantan istri dari Abyan namun sekarang Naura melihat ayah dan ibu tirinya sedang bersenang-senang di salah satu pusat perbelanjaan tempat dia berada.
__ADS_1
DEG..
jantung Naura berdebar begitu kencang, masa lalu dan kepahitan itu muncul kembali. Abian yang dari tadi makan dengan begitu lahapnya seketika pria itu menatap istrinya yang sedang menunjukkan amarah yang ada di hatinya.
"Ada apa Sayang?" tanya Abian.
"Kamu tidak usah menoleh Mas, kalau tidak aku ingin kita pergi dari tempat ini." pinta Naura.
"Memangnya ada apa, Sayang? Apakah kamu melihat wanita itu lagi?" tanya Abian.
Naura menggelengkan kepalanya, sesaat kemudian terlihat Naura menatap seorang pria yang berdiri di luar restoran tempat mereka berada.
"Siapa sayang?" tanya Abian.
"Kamu lihat pria dan wanita itu, mas?" tanya Naura.
"Yang mana?" tanya Abian.
Abian melihat seorang pria dan wanita yang berumur sekitar 50 tahun tersebut. "Siapa dia sayang?" tanya Abian.
"Dia adalah orang yang hampir menjualku waktu itu Mas." jawab Naura.
Seketika Abian teringat dengan seorang pria yang sudah menjual putrinya kepada pria tua untuk menutupi hutangnya. "Apakah dia ayahmu?" tanya Abian.
Naura menganggukkan kepalanya, wanita itu terlihat benar-benar begitu sakit hati kepada ayahnya tersebut.
"Kamu tidak usah khawatir, Sayang. jika kedua orang itu kemari aku akan langsung memberikan mereka pelajaran." ucap Abian.
"Aku tidak akan membiarkan mereka merusak semua kehidupanku, Mas." jawab Naura.
__ADS_1
Beruntungnya Naura kali ini ayah dan ibu tirinya itu tidak melihat keberadaannya, mereka berdua terlihat masuk ke salah satu toko penjual pakaian.
"Apakah kamu ingin pulang, sayang?" tanya Abian.
Naura menganggukkan kepalanya, Hal itu membuat Abian langsung membayar makanan yang dia makan kemudian pergi bersama sang istri. Entahlah Hari ini benar-benar adalah hari yang sangat menyebalkan, hari ini hari yang penuh dengan kekesalan. hari ini kenapa semua orang dari masa lalu sepasang suami istri itu menunjukkan batang hidungnya.
"Kamu tidak usah terlalu mengkhawatirkan masalah ini, Sayang." ucap Abian.
"Kamu tidak pernah mengenal siapa Ayahku, Mas." jawab Naura.
Abian memberikan pelukan yang begitu hangat kepada sang istri, sesaat kemudian pria itu mengajak istrinya untuk masuk ke dalam rumah. Tak lupa juga Abian membawa barang-barang yang tadi dia beli Bersama sang istri, terlihat di dalam rumah itu sudah begitu sunyi mungkin Mbok ASI sudah tidur juga para pekerja yang hanya tinggal beberapa orang saja.
"Apa kamu ingin aku buatkan sesuatu, sayang?" tanya Abian.
"Aku ingin makan roti panggang, Mas." jawab Naura yang kemudian berjalan menuju kamar untuk membawa barang belanjaannya. sedangkan Abian terlihat pria itu membuat sesuatu untuk sang istri, sekitar 10 menit kemudian Naura sudah berada di dapur wanita itu menatap Abian yang sedang membuat roti panggang kesukaannya.
"Oh ya sayang, besok Mas akan pergi bersama salah satu klien dan klien itu meminta Mas untuk mengajakmu Kamu mau tidak?" tanya Abian.
"Memangnya kita mau ke mana, Mas? apa meeting di luar perusahaan?" tanya Naura.
"Benar sekali sayang, besok ada meeting dengan salah satu pengusaha." jawab Abian.
"Ya sudah kalau begitu, besok kita bangun pagi dan mempersiapkan segalanya." ucap Naura yang kemudian duduk di ruang makan dan mulai menyantap roti panggang yang sudah dibuatkan oleh sang suami.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
__ADS_1
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar