ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Mencoba melarikan diri


__ADS_3

"Pak pria?" tanya salah satu pembantu.


Saat keributan terdengar begitu riuh, pemilik dari rumah besar itu keluar. "Ini wanita mesum lagi ngapain?" Abian yang sudah mendengar mengenai keributan di kamar tamu.


"Ada apa ini!" seru Abian yang ke kamar Naura.


Para pembantu dan sandi menatap bos mereka yang sudah berada di kamar Naura.


"Ini tuan, nona ini tadi teriak-teriak." jawab bibi tua.


Abian menatap Naura yang sudah berdiri di atas ranjang kamar tamu. "Turun dari sana, kau akan membuat ranjang itu malah kotor." ucap Abian yang sudah berada di kamarnya itu.


"Dasar tidak tahu diri, lepasin Aku berani sekali kamu menculikku!!" teriak Naura yang benar-benar sangat kesal karena dirinya sudah diculik oleh Abian.


Para pembantu yang ada di rumah Abian nampak menatap Naura yang berbicara begitu lancang kepada tuan besar mereka, Sandi juga saat mendengar kata-kata kasar yang keluar dari mulut Naura.


"Siapa yang menculikmu? memangnya apa yang aku lakukan?" tanya Abian.


"Kalau kau tidak melepaskan aku sekarang juga.., Awas kau, aku pasti akan berteriak dengan sangat keras karena kau sudah menculikku!!" seru Naura.


"Siapa juga yang telah menculikmu aku kan sudah bilang kalau aku akan membawamu ke kantor polisi, karena kau ketiduran jadi aku batal membawa ke sana, karena kau sekarang sudah bangun jadi nanti aku akan membawamu ke sana." Jawab Abian yang membuat kedua bola mata Naura langsung membulat sempurna.


"Berani sekali ya, Awas kau." ucap Naura yang kemudian mengangkat dress di bawah lutut yang dia pakai. "Akan kuhajar kau sama pembantumu ini, lihat saja siapa yang menang." ucap Naura yang menantang.


Abian sedikit mengejek saat Naura mengatakan hal itu, pria itu yakin kalau wanita yang ada di depannya itu adalah wanita yang tidak akan bisa melakukan apapun.


"Kau mau menghajar anak buah dan pembantuku? silahkan." jawab Abian.


Naura benar-benar kesal, kalau tidak karena kemarin gara-gara pistol dia tidak akan melarikan diri seperti itu, memangnya siapa yang mau ditembak pasti akan menyakitkan dan yang kedua kalau tidak beruntung maka cepat mangkat dong.


"Kau kira aku bercanda ya, lihat aja aku pasti akan menghajar anak buahmu." ucap Naura. sesaat kemudian terlihat wanita itu mencoba untuk melarikan diri, dia membuka jendela yang ada di tempat itu.


"Apa yang kau lakukan, Nona!!" teriak para pembantu.

__ADS_1


"Kamu lihat sendiri kan Tentu saja aku mau melarikan diri." jawab Naura.


Abian mengira kalau wanita muda yang masuk ke dalam kamarnya itu adalah wanita lemah. "Biarkan saja, kalau dia meloncat dari lantai 2 mungkin saat dia jatuh dia akan mati!!" seru Abian yang membuat para pembantu langsung menghentikan langkahnya.


"Kau kira aku takut mati, Maaf ya kau salah dasar pria tidak punya akhlak." ucap Naura. pintu kamar yang menuju balkon terbuka tatapan mata Naura nampak menggambar situasi yang ada di tempat itu.


"Kalau jatuh ketinggian mungkin sekitar 3 4.. sekitar 5 meter, aku harus mencari sesuatu untuk tumpuanku." ucap Naura.


Sesaat kemudian Naura menatap sesuatu yang membuatnya tersenyum, sebuah tali yang agak panjang di tempat itu. Naura langsung mengikatnya di balkon dan meluncur dari lantai 2 menuju lantai bawah .


"Tadah...!!" seru Naura yang sudah terjun ke lantai satu.


Ketika Abian yang melihat hal itu dia langsung berlari bersama dengan para pembantu. "Cepat tangkap wanita itu!!" teriak Abian yang memerintahkan pembantu pekerja serta anak buahnya untuk mengejar Naura.


Pagi-pagi buta seperti itu Naura sudah membuat keributan yang luar biasa. seisi rumah Abian berlarian mengejar Naura, beberapa pengawal Abian juga ikut mengejar Naura. Ternyata wanita itu benar-benar sangat gesit luar biasa.


"Tangkap dia!" seru para pengawal.


"Bos, kelihatannya dia itu bukan seorang wanita." ucap sandi.


"Maksudmu?" tanya Abian.


"kelihatannya dia itu makhluk halus, bos. lihat aja cepet banget larinya." jawab sandi yang membuat Abian benar-benar sangat kesal.


"Makhluk halus kepalamu, kakinya aja menginjak di tanah Memangnya kemarin malam kamu bisa menyentuhnya nggak?" tanya Abian yang membuat Sandi menganggukkan kepalanya.


"Cepat kamu kejar dia." perintah Abian.


Akhirnya Sandi juga ikut mengejar Naura yang terus lolos dari kejaran para anak buah Abian.


Sekitar 20 orang lebih mengejar Naura, sekitar satu atau dua jam kemudian Naurah masih belum lolos. wanita itu malah berada di atas pohon di sekitar taman belakang rumah Abian.


"Kau lihat sendiri kan, dia itu bukan makhluk halus dia itu keturunan monyet." ucap Abian yang juga menatap Naura yang ada di atas pohon. dia memang tidak ikut mengejar Naura namun melihat seluruh anak buahnya yang berhamburan mengejar Naura Entah mengapa Abian malah ikut ngos-ngosan.

__ADS_1


"Hos..,his..," Naura yang berada di atas pohon nampak dia benar-benar menata nafasnya, wanita muda itu menatap orang-orang yang ada di bawah pohon. "Tuan tolong deh lepasin aku." ucap Naura Yang merengek meminta untuk dilepas oleh Abian.


"Kau harus bertanggung." jawab Abian.


"Kau turunlah dulu, setelah itu aku akan melepaskanmu." jawab Abian.


"Kau yakin? kau tidak akan bohong?" tanya Naura yang membuat Abian menganggukkan kepalanya. tanpa berpikir kembali Naura langsung turun dari pohon, sesaat kemudian datanglah seorang wanita yang berpakaian begitu seksi bahkan pakaiannya seperti pakaian yang kurang bahan sekali.


"Sayang!!!" seru seorang wanita yang berlenggak-lenggok memasuki rumah bak istana milik Abian. para pembantu yang ada di tempat itu langsung memutar bola matanya, mereka benar-benar jengah mereka tidak menyukai kehadiran wanita yang bernama Franda. wanita sok kaya sok cantik sikapnya sombong dingin dan tidak suka disentuh oleh pembantu.


Naura menoleh menatap seorang wanita yang pakainya benar-benar minim luar biasa.


"Sayang, kenapa hari ini kau tidak ke kantor? Aku tadi menunggumu di kantor hampir 2 jam loh..," ucap Franda yang bersikap begitu manja. bahkan bersikap seperti ulat keket yang menempel di pohon.


"Ngapain kau kemari!" bentak Abian saat melihat Franda sudah berada di rumahnya.


"Tentu saja aku kemari karena aku harus menemuimu." jawab Franda.


"Segera pergi dari rumahku, aku tidak ingin melihatmu." jawab Abian.


Sesaat kemudian Franda menatap seorang wanita yang memakai dress cantik dengan rambut yang sedikit berantakan. "Siapa wanita ini, Sayang? apakah dia pembantu barumu?" tanya Franda kepada Abian.


Naura yang mendengar perkataan wanita itu seketika dia langsung melotot. "Hei wanita tuyul, enak banget kau mengatakan hal itu." ucap Naura yang benar-benar sangat kesal karena dia disebut pembantu baru di rumah Abian.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan


- Isteri kesayangan tuan besar

__ADS_1


__ADS_2