
"Terima kasih, Tuan. terima kasih." ucap Naura sembari meneteskan air matanya.
Terlihat Naura memeluk sang suami, sesaat kemudian wanita itu berjalan dan mendekati Tuan Teguh. tuan teguh sangat tersentak ketika Naura mencium tangannya, seolah wanita itu menunjukkan rasa terima kasihnya kepada seorang ayah.
"Baiklah kalau begitu, rapat ini sudah selesai. kalian boleh beristirahat dan melakukan apapun di tempat ini." ucap Tuan Teguh yang kemudian pergi meninggalkan Naura dan yang lain.
"Tapi tuan, Lalu bagaimana dengan satu proposal yang saya ajukan?" tanya Wilona kepada tuan Teguh.
"Maafkan Aku Nona Wilona, salah satu proyekmu aku tolak karena proyek itu akan menimbulkan kekacauan sangat luar biasa. karena aku harus mengusir begitu banyak orang hanya untuk memuaskan keinginanku." jawab Tuan Teguh.
Wilona benar-benar tidak bisa menerima semua yang terjadi, dua proyek yang diajukan hanya satu yang dia terima. salah satu proyek dengan beberapa pengusaha, sedangkan satu proyek yang begitu dia inginkan ditolak oleh Tuan Teguh karena alasan kemanusiaan.
Akhirnya kesepakatan kerjasama itu didapatkan oleh 10 orang pengusaha termasuk Abian, senyum yang benar-benar begitu mengembang ditunjukkan oleh Tuan teguh ketika dia melihat sepasang suami istri yang begitu luar biasa. beberapa saat kemudian tuan Teguh kembali ke kamarnya, pria itu menatap sang istri yang sedang menonton televisi.
"Sayang!" panggil tuan Teguh.
Bu Rasti seketika menoleh menatap suaminya yang sudah berada di kamar.
"Ada apa Sayang?" tanya Bu Rasti kepada suaminya.
"Kamu tahu tidak apa yang terjadi di tempat tadi?" tanya Tuan Teguh yang membuat Bu Rasti begitu penasaran.
Seketika wanita itu mematikan televisi, dia duduk di sofa panjang sembari menepuknya.
"Coba katakan padaku, Mas." pinta Bu Rasti.
Tuan Teguh nampak tersenyum, sesaat kemudian pria itu duduk di samping sang istri dan menceritakan mengenai semua yang terjadi.
"Benarkah, lalu apa yang terjadi lagi?" tanya Bu Rasti kepada sang suami.
"Tentu saja aku menerima permintaan putrimu itu, karena aku yakin keinginan yang dia miliki itu adalah sesuatu yang sangat mulia." jawab Tuan Teguh.
Bu Rasti benar-benar tersenyum begitu lebar, wanita itu benar-benar tidak akan pernah mengira kalau putrinya mewarisi semua yang dia inginkan.
__ADS_1
"Lalu, apakah kamu menerima semua permintaannya?" tanya Bu Rasti.
Tuan Teguh menganggukkan kepalanya, sedangkan Bu Rasti terlihat menatap Tuan Teguh yang sudah memberikannya sebuah kebahagiaan.
"Baguslah kalau begitu, berarti putriku tidak mempunyai pemikiran seperti ayahnya." ucap Bu Rasti yang kemudian menatap suaminya.
"Kamu harus bersyukur karena Tuhan masih berbaik hati padamu, coba saja kalau putrimu itu seperti mantan suamimu. berarti kamu harus merasakan sakit kembali." jawab Tuan Teguh yang kemudian memeluk sang istri.
BRAKKK...
BRAKKK...
"AAAAAA!!!"
suara teriakan Wilona ketika dia berada di kamar wanita itu benar-benar begitu marah, ketika salah satu berkasnya ditolak oleh Tuan Teguh.
"Brengsek!!" seru Wilona yang benar-benar sangat marah.
"Ada apa dengan mu?" tanya kekasih Wilona.
"Kamu Tenang saja, tapi salah satu berkasmu sudah diterima kan?" tanya kekasih Wilona kepada Wilona.
"Aku tidak menyukai hal itu, aku menginginkan dua berkasku itu diterima bukan cuma satu saja!" seru Wilona.
"Seharusnya kau bisa menerima itu, karena tuan Teguh adalah orang yang sangat kooperatif dia tidak akan mau menerima proyek yang akan menyakiti orang lain. sedangkan aku sudah bilang Kan kalau kau harus mencari lahan untuk tempat pembangunan itu, lahan yang bebas tanpa membuat kekacauan." jawab kekasih Wilona.
"Tempat itu ada tempat yang strategis, tempat yang tidak terlalu jauh dari pemukiman orang-orang kaya." ucap Wilona.
"Tapi hasilnya seperti ini kan? karena kamu sudah membuat kebodohan." jawab kekasih Wilona yang membuat Wilona sangat marah.
Akhirnya Wilona keluar dari kamarnya, dia berjalan-jalan di sekitar bar yang ada di mansion tersebut.
Tatapan mata Wilona menatap Abian yang juga berada di bar tersebut.
__ADS_1
"Abian." panggil Wilona.
Abian yang di panggil seperti itu seketika pria itu menoleh, dia menatap Wilona yang berada di bar mansion tersebut.
"Aku kemari karena aku benar-benar sangat kesal." jawab Wilona.
Abian hanya menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian pria itu berbalik pergi setelah mendapatkan dua gelas minuman dingin untuknya dan sang istri.
Wilona yang mendapat perlakuan seperti itu nampaknya wanita itu tidak suka, dia berdiri mendekati Abian sembari tersenyum ke arah pria itu.
"Apakah kau bahagia dengan istrimu, Abian?" tanya Wilona yang membuat Abian menatap Mantan istrinya itu.
"Kenapa kamu harus menanyakan hal seperti itu, Wilon" tanya Abian.
"Kelihatannya kau sudah berubah, Abian?" tanya Wilona kembali.
Abian tidak menanggapi pertanyaan Wilona seperti itu, pria itu langsung pergi meninggalkan Wilona tanpa mengatakan sepatah kata pun. Abian yang sangat tahu bagaimana sifat Wilona, karena hal itu dia tidak ingin terlibat dengan semua urusan Wilona.
"Kamu mau ke mana, Abian?" tanya Wilona.
"Tentu saja aku akan kembali ke tempat istriku." jawab Abian.
Wilona benar-benar sangat kesal kepada mantan suaminya itu, terlihat wanita itu melakukan sesuatu yang tidak pantas sama sekali. wanita itu hendak memeluk Abian dari belakang namun Abian yang menyadari sesuatu, seketika pria itu menghindari Wilona.
"Jangan pernah melakukan sesuatu yang akan kamu sesali, Wilona. jika tidak aku akan menghancurkan apapun yang berhubungan denganmu." ancam Abian yang kemudian pergi meninggalkan Wilona.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
__ADS_1
- Isteri kesayangan tuan besar