
"Aku yakin Naura tidak akan menghilang secara tiba-tiba." guman Azrul yang benar-benar kebingungan.
"Huff...," suara helaan nafas Silvia.
"Coba kamu tanyakan kepada Sandi mengenai keberadaan Abian, aku yakin dia mengetahui keberadaan Naura." ucap Azrul.
"Memangnya kenapa kak?" tanya Silvia.
"Entah kenapa tiba-tiba saja Naura menghilang dan Abian pun tiba-tiba tidak ada." jawab Azrul.
** keesokan hari **
"Selamat pagi!" Abian yang sudah berada di kamar Naura. pria itu terus menatap wajah Naura yang masih terlelap.
"..," Tak ada jawaban dari Naura. karena wanita itu masih terlelap dalam tidurnya.
CUP..
Satu ciuman mendarat kembali di bibir Naura, hal itu membuat Naura langsung membuka matanya.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Naura kepada Abian. wanita itu merasakan sesuatu saat Abian memberinya ciuman.
"Memangnya kenapa?" tanya Abian sembari tersenyum.
"Dasar pria kurang ajar!!" seru Naura yang kemudian berdiri dan langsung memberikan Abian sebuah tinjauan tepat di pipinya.
BRUKK..
BRUKK..
"Maaf sayang." Abian yang berusaha menghindar dari serangan Naura.
"Berani sekali kamu melakukan hal itu!!" seru Naura yang terus memukul Abian.
CEKLEK..
saat sepasang suami istri itu sedang berkelahi, terlihat mbok Asih tiba-tiba masuk saat situasi Naura berada di atas Abian.
"Apa mbok menganggu?" tanya mbok Asih yang membuat Naura dan Abian saling menatap satu sama lain.
"Hahaha..., tidak mbok." jawab Abian.
Sepasang suami istri itu terlihat salah tingkah saat mendapati situasi seperti itu.
"Makanannya mau di taruh di mana?" tanya Mbok Asih sambil tersenyum menatap Abian dan Naura.
__ADS_1
Nampak Naura menatap Abian, wanita itu terlihat langsung berdiri dari tubuh Abian sembari memukul pundak Abian. "Dasar tidak tahu malu!" bentak Naura yang kemudian berjalan menuju kamar mandi.
"Memangnya ada apa, kok dia marah?" tanya Mbok Asih yang hanya dijawab Abian dengan senyuman saja.
"Tentu saja dia malu, mbok." jawab Abian yang terlihat meminta Mbok Asih untuk menunggu Naura.
Sekitar 15 menit kemudian Naura sudah keluar dengan mengenakan pakaian yang tadi dia pakai.
"Kok pakai baju itu terus?" tanya Mbok Asih.
"Aku nggak punya baju Mbok." jawab Naura yang terlihat tersenyum kembali kepada Mbok Asih.
"Di lemari kan ada baju, Kenapa tidak dipakai." jawab Mbok Asih.
Tentu saja Naura bingung dengan perkataan wanita tua itu. "kok ada pakaian, mbok. memang pakaian Siapa?" tanya Naura kepada Mbok Asih.
Wanita tua itu hanya tersenyum, sesaat kemudian mbok Asih memberikan pakaian sederhana kepada Naura.
"Tentu saja Ini pakaian yang sudah dibelikan oleh suamimu." jawab Mbok Asih yang kemudian keluar.
Naura menerima pakaian tersebut, Namun pikirannya benar-benar kebingungan dengan jawaban yang diberikan oleh Mbok Asih.
** 5 menit kemudian **
"Aku tidak terbiasa makan di kamar Mbok." jawab Naura.
Mbok Asih tersenyum, sesaat kemudian wanita tua itu membuat secangkir minuman jahe untuk dirinya.
"Mbok lagi membuat apa?" tanya Naura lagi.
"Mbok buat wedang jahe." jawab Mbok Asih.
Sesaat kemudian tatapan mata Naura menatap di sekitar dapur, di sana dia mencari sosok Abian yang tidak terlihat.
"Kamu lagi cari siapa?" tanya Mbok Asih kepada Naura.
"Tidak ada Mbok." jawab Naura.
"Kalau kamu mencari suamimu dia ada di kebun." jawab Mbok Asih.
DEG..
Naura sedikit tersentak, sesaat kemudian wanita itu menatap mbok Asih, "Memangnya Mbok tahu dari mana Kalau aku istrinya pria itu?" tanya Naura kepada Mbok Asih.
"Memangnya kenapa?" tanya Mbok Asih kembali.
__ADS_1
"Ya nggak gitu mbok, soalnya pria itu juga nggak ngakuin aku sebagai istrinya kok malah Mbok tahu." jawab Naura.
Mbok asik enggan mengatakan mengenai dari mana dia tahu kalau wanita muda itu adalah istri dari Abian. "Sudah-sudah kamu makan dulu, apa kamu mau aku buatkan susu hangat?" tanya Mbok Asih.
"Nggak usah mbok, aku minta teh hangat saja." Jawab Naura.
Perlahan-lahan Naura mulai memakan makanan yang dibawa oleh Mbok Asih, wanita itu terus menatap di sekitar tempat itu.
"Nak Abian bilang Mbok Asih harus jaga kamu, takutnya nanti kamu malah kabur." ucap Mbok Asih.
"Tentu aja aku mau kabur, pria itu aja kemari dengan cara menculikku." jawab Naura.
Mbok Asih sedikit tersenyum, sesaat kemudian wanita itu duduk di depan Naura. "Mbok bener-bener sangat bahagia deh waktu nak Abian bilang kalau dia akan membawa kemari istrinya." jawab Mbok Asih.
"Maksud Mbok?" tanya Naura.
"Iya sebelum suamimu itu ke sini dia nelpon mbok, dia minta untuk membersihkan tempat ini dan memberikanmu pakaian. setelah itu Mbok tiba-tiba dapat kiriman satu kardus pakaian dan surat dari suamimu kalau kalian berdua akan tinggal sementara di sini." jawab Mbok Asih.
Ternyata Abian sudah merencanakan semua ini, tentu saja Naura tidak akan tahu mengenai pemikiran Abian.
"Jangan kira majikan Mbok itu orang baik, dia tuh orang jahat loh mbok." cibir Naura kembali.
Mbok Asih tersenyum, sesaat kemudian wanita itu duduk di samping Naura. "Mbok ini sudah mengasuh Abian semenjak kecil, Mbok ini usianya mungkin lebih tua dari ibu Abian. ketika mereka keluar kota Mbok ini yang selalu menjaga suamimu, memperhatikan dia dan selalu menjaganya. hingga suatu ketika kecelakaan menakutkan itu terjadi, semuanya juga berubah, kebahagiaan itu mulai berubah. Waktu berjalan tanpa ada kebahagiaan yang ditampakkan oleh suamimu. Mbok Asih baru tahu kalau suamimu tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan Karena Dia menderita sakit." ucap Mbok Asih.
Naura hanya terdiam, wanita itu menatap Mbok Asih yang ternyata tahu mengenai masa lalu Abian.
"Lalu, mbok tahu mengenai dua pernikahan pria itu?" tanya Naura.
"Tentu saja, dua wanita yang diharap oleh Nyonya Lena bisa menyembuhkan penyakitnya. namun semuanya benar-benar seperti kepahitan yang berulang, pernikahan pertama istrinya tidak bisa menerima kalau suaminya tidak normal. istri kedua kabur bersama pria lain." jawab mbok Asih.
Naura yang tidak tahu mengenai kehidupan Abian terlihat wanita itu mendengarkan cerita mengenai sosok Abian yang sebenarnya. tentu saja Abian adalah seorang pria yang dikenal dengan sebutan pria dingin, jahat dan selalu menyakiti orang lain.
"Lalu, Kenapa dia tidak mencoba untuk menikah kembali?" tanya Naura.
"Beberapa tahun dia berada di sini, dia mengalami keterpurukan yang sangat dalam. Dia pria tampan dan kaya namun dia tidak mempunyai kebahagiaan sama sekali, Mbok sangat sedih apalagi mbok adalah orang yang selalu menjaganya dari kecil. Mbok selalu berusaha berdoa kepada Tuhan agar Abian mendapatkan kebahagiaan, lalu beberapa hari yang lalu tiba-tiba saja ada yang bilang kalau dia sudah menikah dan akan membawa istrinya kemari. berita itu benar-benar membuat Mbok sangat bahagia." ucap Mbok Asih yang terlihat memegang salah satu tangan Naura.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar
__ADS_1