
Beberapa jam kemudian terlihat Naura sudah menatap wajah Abian yang sedang menelfon Franda, pria itu benar-benar mencari perhatian Naura.
"Baiklah pak beruang, aku minta ijin keluar sebentar." ucap Naura yang kemudian pergi meninggalkan kantor Abian.
"Heh..., dia malah pergi bersama dengan Rafli. seharusnya aku yang bersamanya." ucap Abian yang terus menggerutu.
Dengan sengaja Abian meminta Franda untuk pergi dengannya, ternyata pria itu malah mengajak Franda makan di rumah makan atau restoran yang di dekat perusahaan. tentu saja Abian ingin mengetahui apa yang dilakukan oleh Naura bersama Rafli.
Saat jam istirahat terlihat Abian mengajak Franda makan di restoran yang ada di dekat perusahaan.
"Naura!" Raffi yang melambaikan tangannya kepada Naura.
"Mas," panggil Naura yang kemudian melambaikan tangan kepada Rafli.
"Sini." Rafli yang memanggil Naura.
Terlihat Naura sedang berbincang dengan Rafli, nampak mereka berdua sedang berbicara dengan begitu akrab dengan Rafli.
"Apa-apaan mereka." ucap Abian yang menatap Naura dan Rafli nampak berbicara dengan akrab.
"Ada apa, sayang?" tanya Franda.
"Aku sedang memikirkan sesuatu." jawab Abian yang mencari jawaban lain.
"Heh...," Franda terlihat memesan makanan untuk dirinya dan Abian.
__ADS_1
Di tempat yang tidak jauh, tentu saja Rafli tahu kalau Abian dari tadi menatap wajah Naura.
"Tuh lihat, pria itu terus menatapmu." ucap Rafli yang ternyata terus memperhatikan Abian yang dari tadi menatap Naura.
"Biarin saja, toh dia bersama wanita itu kan." jawab Naura.
Sesaat kemudian terlihat Rafli menyentuh rambut Naura, membenarkan rambut Naura yang sedikit berantakan karena tertiup angin.
"Apa yang dilakukan oleh pria brengsek itu kepada istriku? berani sekali dia melakukan hal itu." ucap Abian dengan nada suaranya sedikit pelan.
Franda yang mendengar perkataan Abian, nampak wanita itu menanyakan apa yang dikatakan oleh pria yang bersamanya. "Ada apa sayang?" tanya Franda.
"Tidak apa-apa." jawab Abian yang terlihat sedikit kesal.
Abian terlihat terus menatap Naura dan Rafli yang berbicara begitu romantis, kedekatan Naura dan Rafli benar-benar membuat Abian sedikit kebakaran. terlihat pria itu terus menatap Naura yang sedang berbicara dengan Abian dengan suara yang dibuat-buat begitu manja.
"Biarkan saja, toh aku tidak mau tahu apa yang dia lakukan." jawab Naura.
"Apa kamu yakin?" tanya Rafli.
"Aku sudah memutuskan untuk membuat kehidupan yang baru, lagi pula dia akan menikahi wanita itu kan jadi aku mempunyai kesempatan untuk mencari pria lain selain Dia." jawab Naura yang membuat Rafli benar-benar sedikit syok. kedatangannya ke Indonesia dengan tujuan untuk membuat Abian mengakui istrinya. namun sekarang malah Naura ingin mencari sosok pria lain.
* Satu jam kemudian **
"Mas, aku harus segera kembali ke kantor." ucap Naura.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu, kamu kembalilah nanti kamu terlambat." jawab Rafli.
Setelah mengatakan hal itu akhirnya Rafli pergi dari restoran tersebut, Sedangkan Franda dan Abian terlihat masih berada di restoran.
Tatapan mata Abian terus memperhatikan Naura yang sudah pergi dari restoran tersebut.
"Ayo kita cepat pergi dari sini." pinta Abian.
"Memangnya kenapa? aku belum selesai makan." jawab Franda.
"Cepatlah!!" seru Abian yang membuat Franda langsung berdiri.
"Sebentar!" seru Franda.
Abian tidak menghiraukan teriakan Franda, pria itu langsung pergi meninggalkan restoran menuju perusahaannya. langkah kaki Naura memang tidak terlalu cepat, Hal itu membuat Abian yang berada di sampingnya langsung mendekati Naura.
"Kamu dari mana saja?" tanya Abian.
"Tentu saja habis makan Pak." jawab Naura.
Terlihat Abian terdiam tanpa mengeluarkan suara lagi, pria itu menatap Naura dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Awas saja kalau sampai berani berbuat macam-macam dengan Rafli, aku pasti akan menuntutmu." guman Abian dalam hati sembari menunjukkan senyumnya.
Naura yang melihat hal itu tentu saja wanita itu sedikit kesal, dia tidak akan membiarkan kehidupannya terus dipermainkan oleh Abian atau siapapun.
__ADS_1
"Kenapa kau tersenyum?" tanya Naura.
"Memangnya tidak boleh tersenyum." jawab Abian yang kemudian memalingkan wajahnya.