
"Apa yang aku katakan itu benar, bukan? Memangnya siapa anak itu dan kenapa dia harus kita bawa ke sini? ya kalau dia anak orang baik-baik, kalau dia anak orang tidak baik?" bu warni yang terus mencela baby Ilyas .
"Baby Ilyas adalah anak dari orang baik-baik, tapi Entahlah bagi orang-orang yang selalu menganggapnya baik seorang wanita yang sudah mengambil suami sahabatnya. seorang penghianat yang selalu menganggap dirinya sebagai orang baik." cibir Bu Lena yang membuat Bu Warni langsung tersentak.
Ternyata Bu Lena juga sudah mengetahui mengenai siapa sebenarnya Bu warni. karena hal itu Naura sama sekali tidak akan pernah menghentikan Apa yang dilakukan oleh ibu mertuanya tersebut.
"Kenapa Bu Lena mengatakan hal itu, memangnya apa salahku?" tanya Bu warni.
"Maksudmu apa, apa salahku, seharusnya aku yang mengatakan hal itu padamu. Kamu menghina bocah kecil kesayanganku tapi apakah kamu tahu siapa dirimu itu? kau bahkan tidak pernah sekalipun berusaha untuk berbuat baik pada orang lain, Kamu hanyalah seorang wanita yang mengganggu, kamu hanyalah seorang wanita yang sudah menghancurkan kehidupan dari menantuku dan ibunya dahulu." seru Bu Lena.
Bu Warni benar-benar kehilangan kata-kata atas apa yang diucapkan oleh bu Lena. "Naura, kamu mau membantu ibu atau tidak, kalau kamu tidak membantu tidak apa-apa tapi aku meminta padamu sebagai imbalan karena ayahmu sudah membesarkan mu. cepat berikan aku uang 30 juta, Aku membutuhkan uang itu untuk bertahan hidup selama beberapa bulan ini!" bentak Bu Warni.
Bu Lena yang Mendengar hal itu tentu saja wanita itu benar-benar tersenyum. "Apa apa yang kau bilang tadi? meminta uang 30 juta sebagai bayaran karena sudah membesarkan Naura? tunggu sebentar, aku harus menyelidiki Hal ini karena jelas-jelas yang aku dengar adalah kalau kalian itu adalah orang-orang brengsek orang-orang yang tidak mempunyai pendidikan. orang-orang yang tidak mempunyai hati, kalian sudah menyakiti menantuku, membuat menantuku seperti seorang pembantu di rumahnya sendiri, padahal yang aku tahu sih menurut para detektif yang aku suruh untuk mencari tahu mengenai Naura.., rumah yang kalian jual dan yang kalian tinggalin dahulu adalah rumah dari ibu Naura. jadi kamu atau pun suamimu itu tidak ada hak sama sekali." ucap Bu Lena.
Bu Warni mengeratkan giginya dengan begitu keras, wanita itu benar-benar seperti seorang wanita bodoh yang tidak bisa melakukan apapun.
"Baiklah kalau begitu, Sekarang pergilah dari sini sekarang juga!" ucap Bu Lena.
"Kenapa aku harus pergi, aku kemari karena aku ingin meminta uang kepada Naura." jawab Bu Warni.
"Kalau kamu ingin meminta uang kepada menantuku, Apakah kamu tidak tahu malu bahkan kalian kemarin tidak membawa uang, tidak membawa apapun dan tidak memberi apapun kepada menantuku." jawab Bu Lena.
"Naura, cepat berikan Ibu uang sekarang juga." pinta Bu Warni yang benar-benar tidak tahu malu.
"Pergi dari sini jika tidak aku pasti akan menarikmu dari tempat ini!!" teriak Bu Lena.
Bu Warni adalah wanita yang tidak tahu malu, seketika wanita itu terus menerus membuat Naura kesel.
__ADS_1
"Naura, bawa baby Ilyas ke kamar. aku mau menyingkirkan hama busuk ini." ucap Bu Lena.
"Siap Bu." jawab Naura. Naura membawa baby Ilyas ke kamarnya. Sedangkan Bu Lena tentu saja wanita itu akan menyingkirkan hama yang harus dia buang agar dia tidak membuat masalah di tempatnya.
"Apa yang kau lakukan!!" teriak Bu Warni ketika dirinya diseret keluar dari rumah Abian.
"Aku sudah bilang Kan kalau kamu harus segera keluar dari rumah ini, kamu ini benar-benar sangat menyebalkan. dasar wanita tidak tahu malu." ucap Bu Lena yang terus menarik tubuh Bu warni keluar dari rumah putranya.
Sudah berapa kali Bu warni selalu menghina baby Ilyas. Hal itu membuat Bu warni benar-benar sangat menjengkelkan, Bu Lena tidak akan tinggal diam, dia akan memberikan sesuatu kepada bu warni karena hal itu dia akan membuat bu Warni menyesal terus-menerus menganggu Naura.
Orang-orang yang ada di rumah Abian benar-benar sangat terkejut luar biasa, Bu Lena sedang menyeret seorang wanita keluar dari tempat Abian.
"Lepaskan aku, lepaskan aku!!" teriak Bu Warni yang tubuhnya diseret dengan begitu kasar oleh Bu Lena.
"Aku sudah memperingatkanmu berulang kali tapi kau tetap saja seperti ini. jadi maaf jika aku akan memberikanmu sebuah pelajaran yang benar-benar tidak akan bisa kau lupakan." jawab Bu Lena.
Apa yang bisa dilakukan oleh sepasang suami istri itu sekarang mereka, tidak akan bisa mendapatkan apapun yang seperti mereka inginkan.
"Kalau kamu tidak bisa bekerja lebih baik Kalau keluar dari sini, kau benar-benar mengganggu para pekerja yang lain!!" bentak mandor bangunan.
"Kamu ini benar-benar tidak punya sopan santun ya, Aku adalah Ayah dari Naura Aku adalah ayah mertua dari Abian!" seru Pak Farhan.
"Hahaha...,kamu ini benar-benar tidak tahu malu ya mengaku sebagai orang tua dari Mbak Naura dan Tuan Abian. Seharusnya kamu ini mengaca, pria sepertimu tidak pantas menjadi orang tua dari mereka berdua, jawab mandor bangunan.
Salah satu arsitek yang ada di tempat itu juga sering sekali membuat Pak Farhan mendapatkan malu, karena Pak Farhan adalah orang yang tidak mau melakukan apapun namun dia ingin mendapatkan gaji yang sesuai.
"Kalian pasti akan dipecat dari tempat ini!" seru Pak Farhan.
__ADS_1
"Kenapa kami harus dipecat?" tanya para pekerja.
"Tentu saja, Apakah kalian tidak tahu kalau aku adalah orang tua dari penggagas tempat ini." jawab Pak Farhan.
Teguh yang melihat hal itu dia hanya diam, dia tidak akan membantu Pak Farhan sama sekali. pria itu pantas mendapatkan penghinaan lebih parah dari itu semua. karena sangat kesal akhirnya pak Farhan meninggalkan tempat pembangunan dengan langkah yang sedikit tertatih-tatih dan diseret.
Pria itu benar-benar tidak mengira kalau dia menjadi bahan hinaan di tempat pembangunan rumah sakit milik Naura.
"Lihat saja aku pasti akan memberikan kalian pelajaran." ucap pak Farhan. niat hati ingin mencari pertolongan namun dia selalu mendapatkan hinaan, niat hati dia ingin mendekati Tuan Teguh malah sekarang dia menjadi seorang pembantu yang disuruh ke kanan dan ke kiri oleh orang-orang yang bekerja di tempat pembangunan rumah sakit.
"Tuan!" Panggil Pak Farhan kepada tuan Teguh.
"Ada apa." jawab Tuan Teguh.
"Tuan, kenapa saya hanya mendapatkan gaji sekian? Bukankah Seharusnya saya mendapatkan uang yang lebih banyak?" tanya Pak Farhan yang membuat Tuan Teguh hanya tersenyum.
"Gajimu sesuai jabatanmu, Jadi kalau kau ingin memiliki gaji banyak pekerja sebaik mungkin." jawab Tuan Teguh yang kemudian pergi meninggalkan lokasi tersebut.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar
__ADS_1
- ku balas pengkhianatanmu