ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Wilona, wanita beracun


__ADS_3

"Abian!!!" seru Wilona.


Terlihat Abian tidak menghiraukan panggilan dari Wilona, pria itu langsung pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun.


"Abian!!" teriak Wilona kembali.


Abian bergegas masuk ke dalam kamarnya, pria itu nampak menaiki anak tangga menuju kamarnya. Wilona tidak akan melepaskan kesempatan itu, wanita itu seketika berdiri dan langsung menarik salah satu tangan Abian.


"Sehebat apa wanita itu?!" seru Wilona yang membuat Abian menghempaskan tangan Wilona dengan begitu keras.


"Pergi dari hadapanku!!" bentak Abian.


"Sehebat apa wanita itu hingga kau seperti ini!!" seru Wilona.


Wanita itu benar-benar tidak pernah mempunyai malu, bahkan urat malunya sudah putus hingga membuatnya seperti itu. tatapan mata seorang wanita terus menatap suaminya yang dari tadi mencampakkan Wilona, namun wanita itu terus-menerus mencoba mendekati Abian hingga membuat Abian benar-benar sangat murka.


"Dengarkan aku baik-baik, jangan pernah mengganggu kebahagiaanku bersama wanita yang aku cintai. pergilah dari hidupku jika tidak aku bisa melakukan sesuatu yang tidak akan pernah kau pikirkan." ucap Abian yang sudah mencekik leher Wilona dengan sangat keras.


Naura berjalan mendekati sang suami, wanita itu takut jika suaminya melakukan sesuatu kepada wanita tersebut.


"Mas," Panggil Naura.


Abian menoleh, pria itu langsung menghempaskan tubuh Wilona hingga tersungkur di lantai.


"Ada apa Tuan?" tanya salah satu pelayan yang ada di mansion tersebut.


"Tidak apa-apa." jawab Abian.


Langkah kaki Abian berjalan mendekati sang isteri, pria itu tersenyum sembari memeluk erat pinggang Naura dan membawanya kembali ke kamar. Tatapan mata Wilona terus menatap wanita yang bersama Abian, sekarang ini sebuah senyum yang benar-benar tidak akan dipercaya oleh Wilona, terlihat wanita itu menatap Abian dengan tatapan mata yang begitu menghina.


"Aku tidak percaya dengan wanita itu, apa yang dimilikinya hingga membuat pria angkuh dan sedingin Abian bisa tunduk kepadanya." ucap Wilona yang kemudian mencoba untuk berdiri.


Dua tangan terulur untuk membantu Wilona, tentu saja kekasih Wilona hanya bisa tersenyum menatap kekasihnya yang dipermalukan oleh Abian. kelihatannya Kau tidak jelas sama sekali ya, Wilona." ucap kekasih Wilona.


"Diam, jangan mengatakan apapun!!" teriak Wilona.


Sebuah senyum ditunjukkan oleh kekasih Wilona, pria itu benar-benar tidak pernah berpikir bagaimana mungkin Wilona melakukan hal itu dan mempermalukan dirinya sendiri.


"Aku tidak pernah berpikir apa yang ada di otakmu, Wilona. ternyata aku baru menyadari mengenai pria itu." ucap kekasih Wilona.

__ADS_1


"Apa maksudmu?" tanya Wilona.


"Cinta memang tidak bisa dipaksa, Wilona. tapi andai kata kau benar-benar mencintai wanita pria itu dan mau menunggunya, mungkin saja sekarang ini kaulah yang akan bersamanya. kamu hanyalah seorang wanita yang tidak membutuhkan cinta, kamu hanya membutuhkan kehangatan saja, kamu adalah seorang wanita yang tidak bisa dijadikan isteri, kamu adalah seorang wanita yang hanya bisa dibuat untuk bersenang-senang." ucap kekasih Wilona.


Dua bola mata Wilona nampak menatap kekasihnya itu, sesaat kemudian....,


PLAKK..


PLAKK..


Dua tamparan sudah mendarat di pipi kekasih Wilona.


"Berani sekali kau mengatakan hal itu padaku!!" teriak Wilona kepada kekasihnya.


Kekasih Wilona hanya tersenyum, sesaat kemudian pria itu nampak berdiri dan meninggalkan Wilona.


"Kamu mau ke mana?!" teriak Wilona.


"Mungkin Apa yang dilakukan oleh Tuan Abian itu adalah sesuatu yang harus aku lakukan." jawab kekasih Wilona.


Setelah mengatakan hal itu akhirnya kekasih Wilona pergi meninggalkannya, ada sebuah kepahitan di hati pria itu ketika Wilona berusaha untuk kembali kepada Abian.


Di tempat lain juga terlihat seorang wanita bersama seorang pria berdiri di sebuah ruangan. "Aku yakin kalau putrimu sudah mendapatkan seseorang yang bisa melindunginya." ucap Tuan Teguh kepada bu Rasti.


"Aku yakin adalah pria yang bertanggung jawab, dia akan selalu menjaga putrimu sampai kapanpun." ucap tuan Teguh.


Bu Rasti nampak tersenyum, wanita itu memeluk sang suami dengan begitu erat.


"Terima kasih ya Mas." ucap Bu Rasti.


"Kamu tidak usah berterima kasih, aku kan sudah bilang kalau putrimu juga adalah putriku." jawab Pak Teguh.


Kita kembali ke dalam kamar Naura dan Abian.


"Ada apa?" tanya Abian yang terus mendapatkan tatapan mata sendu dari sang istri.


"Apa yang ingin dia lakukan, Mas? apa yang dia inginkan darimu?" tanya Naura kepada sang suami.


Abian tersenyum, sesaat kemudian pria itu menggenggam tangan sang istri. "Tidak akan ada wanita yang akan menggantikanmu di hatiku, tidak akan ada wanita manapun yang akan menyisihkan dirimu dariku. Kau adalah cinta terindah di hatiku ini dan aku tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk menempati ruang yang sudah kau tempati. anggap saja kalau kau adalah seorang wanita yang sudah aku lem paten." canda Abian yang membuat Naura langsung memukul pundak suaminya itu.

__ADS_1


"Aku ini sedang berbicara kau malah bercanda." ucap Naura yang membuat Abian tersenyum.


"Kamu harus yakin padaku karena aku tidak akan pernah melepaskanmu untuk siapapun." ucap Abian.


Malam itu akan menjadi malam yang panjang, namun malam itu Naura benar-benar sangat yakin dengan cinta yang dimiliki oleh sang suami. setelah Malam Ini kekuatan cinta sepasang suami istri itu akan semakin kuat, keesokan hari terlihat Abian mengajak sang isteri untuk berjalan-jalan di sekitar mansion tempat Tuan Teguh.


"Mas kalau lari Jangan cepet-cepet, Aku capek!!" teriak Naura.


"Ayolah sayang, masak gini aja kok udah capek." jawab Abian.


Tak berselang lama seorang wanita datang dengan memakai pakaian yang begitu minim, seksi bahkan bisa dikatakan lebih dari pakaian press body.


"Selamat pagi!!" seru Wilona yang sudah menghampiri Abian.


Tatapan mata Abian langsung teralih, pria itu memutar haluan kemudian berlari mendekati sang istri.


"Di sini hawanya tidak enak, sayang. ayo kita cari tempat yang lain." ucap Abian yang kemudian merangkul pinggang sang istri.


Wilona benar-benar sangat kesal, Kurang cantik apa Wilona hari ini, bahkan Naura hanya pemakai legging 7/8 dengan kaos lengan panjang yang sederhana. sedangkan Wilona..., Lihatlah pakaiannya seperti pakaian renang yang benar-benar membuat pemandangan seperti terbakar.


"Kenapa harus pindah tempat, Mas?" tanya Naura kepada sang suami.


"Ngapain juga berada di sana, di sana ada udara beracun." jawab Abian.


Naura hanya bisa tersenyum namun Wilona masih tetap saja berlari untuk mengejar sepasang suami istri tersebut.


"Tuh lihat dia ngejar lagi, Mas." ucap Naura.


"Kamu nggak mau balas dendam?" tanya Abian yang membuat Naura tersenyum sembari menutup mulutnya.


"Oke, aku bakal membuat wanita itu merasakan pembalasanku." jawab Naura.


"Baiklah, sayang. aku akan menunggumu di sini aku akan dengan setia menunggu Istriku yang akan melakukan olahraga kesehatan." canda Abian yang kemudian duduk di salah satu kursi panjang untuk melihat sang isteri.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife

__ADS_1


- Janji di bawah rembulan


- Isteri kesayangan tuan besar


__ADS_2