
Sebuah pesan sudah masuk ke ponsel Abian, pria itu terlihat menatap ponselnya yang ternyata mendapatkan sebuah pesan dari ibunya.
"Ada apa mas?" tanya Naura.
"Entahlah, Tadi ada pesan dari ibu mungkin ada sesuatu." jawab Abian.
Sesaat kemudian terlihat Abian membuka pesan dari ibunya tersebut, di sana bertuliskan kalau orang tua Naura sudah berada di rumah ibunya. dengan tatapan mata yang benar-benar sangat terkejut kedua bola mata Abian membulat sempurna.
"Apa, pria itu di tempat ibu?" ucap Abian yang tidak percaya kalau orang tua Naura berada di rumah orang tuanya. seketika Abian beranjak ingin pergi dari kamarnya.
"Mau ke mana Mas?" tanya Naura kepada sang suami.
"Ada sesuatu Sayang." jawab Abian.
Naura menatap suaminya, ada sesuatu yang disembunyikan oleh suaminya hingga membuat Naura mendekati sang suami. "Lebih baik jujur Mas, daripada kamu berbohong di belakangku. jika aku tahu maka akibatnya tidak akan baik loh..," ucap Naura yang membuat langkah kaki Abian langsung terhenti. pria itu menatap istrinya, sesaat kemudian dia berjalan mundur dan duduk di ranjangnya.
"Ada apa mas?" tanya Naura kembali.
"Duduklah sini," jawab Abian yang menepuk ranjang di sampingnya.
Naura mendekati sang suami, wanita itu menatap suaminya yang benar-benar sangat kebingungan. tatapan mata Naura menatap ponsel yang ada di tangan sang suami. "Ada apa mas?" tanya Naura kembali.
"Ibu bilang kalau ayahmu berada di rumah kita." jawab Abian secara perlahan-lahan.
"Rumah kita?" tanya Naura.
__ADS_1
wanita itu sedikit tidak yakin dengan kata-kata yang diucapkan oleh suaminya.
"Maaf sayang, maksudku rumah ayah dan ibu." jawab Abian yang membuat Naura sedikit tersenyum.
"Rupanya kedua orang itu benar-benar tidak mempunyai pikiran sama sekali, apa yang ada di pikiran mereka hingga membuat mereka melakukan sesuatu seperti ini." ucap Naura.
"Ada apa Sayang?" tanya Abian kepada sang isteri.
"Biarkan saja Mas, biarkan mereka melakukan seperti yang ingin mereka lakukan. lagi pula aku ingin tahu apa yang mereka inginkan." jawab Naura.
"Maksudmu sayang?" tanya Abian kepada sang isteri.
"Kirim pesan kepada Ibu, bilang untuk menyuruh orang tuaku itu menginap di sana, Mas. suruh mereka menunggu sampai kita kembali, aku ingin memberikan pelajaran kepada pria tua itu, seorang ayah yang tidak mempunyai hati sama sekali seorang ayah yang sudah tega menjual putrinya hanya untuk melunasi hutang-hutangnya." jawab Naura.
"Baiklah kalau begitu, sayang. nanti kita pulang setelah itu kita lihat apa yang mereka inginkan." jawab Abian yang kemudian memeluk sang istri
Sore itu Naura dan Abian akan berpamitan kepada Pak Teguh dan Bu Rasti, mereka harus segera kembali untuk melihat apa yang akan dilakukan oleh Pak Farhan ketika sudah berada di rumah sang konglomerat seperti Anggoro Sebastian.
Hidup Abian dan Naura benar-benar akan mendapatkan cobaan yang sangat bertubi-tubi, di depan Naura ada ayahnya dengan semua kebusukannya, di belakang Naura ada para wanita yang selalu ingin menyingkirkannya. Naura harus menjadi seorang wanita tangguh agar dia tidak kehilangan satupun orang yang dia cintai, karena hal itu Naura sudah memutuskan untuk membuat dirinya setangguh tembok kokoh yang tidak akan mudah dihancurkan.
"Kenapa kalian harus kembali? kalian bisa menginap sampai beberapa hari di sini?" tanya Bu Rasti kepada Naura dan Abian.
Sebenarnya kami masih betah di sini, Nyonya. tapi kami harus segera kembali karena kami harus segera menyelesaikan urusan kami yang ada di Jakarta." jawab Abian dengan sopan.
Naura terus menatap Bu Rasti yang benar-benar begitu lembut, bahkan wanita itu benar-benar seperti seorang ibu yang selalu memberikan Naura semangat hidup.
__ADS_1
"Kapan-kapan Bisakah kalian kembali ke sini?" tanya Bu Rasti.
"InsyaAllah Bu, jika kami ada waktu luang kami akan kembali, lagi pula saya masih mempunyai kerjasama dengan Pak Teguh untuk mengerjakan proyek rumah sakit dan sekolah, bukan." ucap Naura.
Bu Rasti mempunyai begitu banyak alasan jika dia ingin bertemu Naura di Jakarta, dia akan memperjuangkan haknya sebagai seorang ibu agar diakui oleh putrinya. entah bagaimana reaksi Naura jika tahu ibunya masih hidup apalagi mereka sudah bertemu namun tidak saling mengenal satu sama lain. tepatnya Naura yang tidak mengenal ibunya.
Terlihat Bu Rasti begitu berat melepaskan Naura, Pak Teguh menatap istrinya dengan tatapan mata yang begitu sedih. "Kita kan bisa ke Jakarta Bu untuk menemui mereka berdua, benar kan Abian?" tanya Pak Teguh.
"Benar sekali tuan, Saya akan mengerjakan proyek yang akan segera kita bangun. Sedangkan istri saya mempunyai proyek untuk sekolah dan rumah sakit, bisa saja kan Pak Teguh pindah ke Jakarta untuk mengawasi proyek-proyek kami." ucap Abian yang membuat Pak Teguh tersenyum.
"Sudah dengarkan bu, kalau kita sudah menyelesaikan beberapa pekerjaan di sini kita akan pergi ke Jakarta. kita akan menemui mereka berdua." ucap Pak Teguh yang berusaha untuk menenangkan sang istri yang begitu merindukan sosok putrinya itu.
"Baiklah Ayah, nanti kapan-kapan kita ke sana ya, aku minta Naura sama Abian bersedia menerima kami jika kami ke sana." ucap Bu Rasti.
"Tentu saja Bu, Kami akan menerima ibu dan Tuan Teguh dengan dua tangan yang terbuka." jawab Naura.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar
__ADS_1