ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Ciuman dari Abian


__ADS_3

"Kalau di liat dengan baik ternyata wajahmu sangat cantik." ucap Abian yang terlihat menatap wajah Naura.


Tiba-tiba saja seperti ada sesuatu yang merasuki diri Abian, pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah Naura. Apa salahnya sedikit memberikan ciuman kepada wanita yang ada di depannya itu, toh Naura adalah istrinya secara hukum, sekarang Naura adalah istrinya walaupun mereka hanya menandatangani surat perjanjian di catatan sipil.


"Aku menciumnya sedikit kan tidak apa-apa, toh dia adalah istriku." ucap Abian yang terlihat mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Naura. bibir berwarna pink merona itu benar-benar membuat jantung Abian bertebar begitu kencang. Entah mengapa tatapan mata Abian tidak pernah beralih sama sekali dari Naura, ada sedikit rasa cemburu juga ada sedikit rasa penasaran. ingin sekali pria itu menunjukkan cintanya namun gengsi yang terlalu besar membuat Abian enggan untuk melakukan hal itu.


Sebuah ciuman yang penuh hasrat diberikan oleh Abian di bibir Naura, jantung pria itu berdebar begitu kencang tubuhnya benar-benar terasa panas. Bu Lena yang melihat adegan itu nampak wanita itu tersenyum begitu puas.


"Akhirnya kau akan terjebak dengan seorang wanita juga, lihat saja akan kupastikan kalau kau akan mengakui wanita itu sebagai istrimu." ucap Bu Lena yang kemudian pergi secara diam-diam.


"Apapun yang dilakukan oleh Abian di dalam kamar sudah diabadikan oleh Bu Lena, Wanita itu sangat puas kemudian kembali ke kamarnya dengan perasaan yang benar-benar begitu lega. Pak Anggoro begitu lelapnya sedangkan Bu Lena mengkopi semua foto putranya dan menduplikatkannya di salah satu ponsel yang satu.


Malam ya begitu indah membuat Abian kembali ke kamarnya dengan perasaan yang benar-benar begitu aneh, jantungnya terus berdebar tubuhnya terasa gemetar setelah dia memberikan ciuman kepada wanita yang sekarang memang menjadi istrinya. Entahlah Apa sebutan dari pernikahan Abian dan Naura, si wanita tidak tahu kalau dia sudah menjadi istri dari Abian sedangkan Abian sendiri nampak pria itu sedikit demi sedikit sudah bisa membuka hatinya.


* Satu minggu kemudian **


"Good morning!" seru seorang pria yang sudah memasuki rumah besar milik Abian Maulana.


"Pagi." jawab Bu Lena yang berteriak begitu kencang dengan tatapan mata yang menatap seorang pria muda yang sudah berada di rumah besar itu.


"Selamat pagi, tante cantik!!" teriak seorang pria yang memasuki rumah mewah dan besar itu.


"Halo Rafli!!" seru seorang wanita yang tidak lain adalah Bu Lena.


"Selamat pagi, om!" seru Rafli yang sudah masuk ke dalam rumah Abian.


Sekitar 5 menit kemudian terlihat Abian sudah keluar dari kamarnya sembari memandang keponakan dari ibunya yang baru kembali dari Australia.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Abian kepada Rafli.


"Halo kakak sepupu!" seru Rafli yang kemudian mendekati Abian sembari memberikan pelukan kepada kakak sepupunya itu.


"Aku tanya sekali lagi, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Abian kepada Rafli.


"Ayolah Kak, Kenapa kau mengatakan hal itu. tentu saja aku kembali ke Indonesia dengan semua pekerjaan yang harus aku selesaikan." jawab Rafli.


Abian hanya menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian terlihat Naura sudah keluar dengan membawa dua cangkir teh hangat dan kue yang barusan matang.


"Naura seru bu lena kepada Naura.

__ADS_1


Naura yang ingin pergi dari ruang tamu tersebut nampak wanita itu menoleh sembari menatap bu Lena.


"Iya Bu ada apa." jawab Naura.


"Sini Naura, aku perkenalkan kamu sama keponakan ibu." jawab Bu Lena.


Abian menatap Naura yang mendekati ibunya itu, tatapan matanya penuh dengan pertanyaan dan penyelidikan.


"Ada apa Bu?" tanya Naura.


"Sini aku perkenalkan kamu sama dia, dia adalah Rafli keponakan ibu." jawab Bu Lena. nampak Naura tersenyum menatap pria yang barusan datang tersebut.


"Halo Cantik, namaku adalah Rafli Alamsyah. Aku adalah keponakan dari ibu Lena." ucap Rafli yang terlihat langsung menarik tangan Naura hingga membuat Naura sedikit terkejut.


"Halo Tuan, namaku adalah Naura." jawab Naura.


"Kok panggil Tuan sih, panggil saja aku mas Rafli, mungkin usiaku cuma terpaut denganmu 5 tahun." jawab Rafli.


Naura nampak tersenyum, wanita itu menatap Raffi yang sikapnya begitu riang.


"Sana Cepat kamu masuk ke kamar tamu, nanti kamu mengganggu Naura yang sedang bekerja." perintah Bu Lena.


"Apa-apaan itu wanita, berani sekali dia tersenyum kepada pria asing." guman Abian dalam hati.


Sesaat kemudian akhirnya Abian mengikuti langkah kaki Naura, pria itu dengan segera memerintahkan Naura untuk segera bekerja di perusahaan. di perusahaan Abian harus berhati-hati dengan seorang pria yang bernama patricio, pria yang selalu mengejar istrinya.


"Kamu mau ke mana?" tanya Abian.


"Tentu saja aku mau mencari angkutan umum, Pak beruang." jawab Naura yang berjalan hendak keluar dari rumahnya.


"Nggak usah, kamu ikut aku aja. di kantorku banyak pekerjaan." ucap Naura.


"Nggak usah deh, aku mau kendaraan aja." jawab Naura.


"Nggak usah, kamu Segera ikut dengan aku. kerjaan di kantor sudah banyak!!" seru Naura yang kemudian berjalan meninggalkan Abian. Abian yang mendengar penolakan dari Naura tentu saja pria tersebut langsung menati tangan Naura.


Sesaat kemudian Abian menghela nafasnya begitu kasar dan langsung menarik dan membawa wanita itu untuk segera masuk ke mobilnya.


"Apa-apaan kamu, lepaskan aku!!" seru Naura.

__ADS_1


"Jangan banyak bicara, cepat lakukan apa yang Aku perintahkan." jawab Abian yang membuat Naura kemudian mencoba untuk meronta.


"Lepasin!" seru Naura.


"Diam gak, jika tidak...," ucap Abian.


"Jika tidak kamu mau apa?!" seru Naura.


"Aku pasti akan...," jawab Abian yang kemudian langsung mencium Naura di bibirnya.


DEG...


seketika Naura langsung membeku saat dia mendapatkan ciuman tiba-tiba dari Abian.


"Kau!!" seru Naura.


"Apa, kamu mau aku menciummu lagi?" tanya Abian yang mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Naura.


Seketika Naura mengelengkan kepalanya, Wanita itu nampak membungkam bibirnya dengan tangan.


"Jika kamu gak nurut lagi, pasti aku akan menciummu lagi." ancam Abian.


"Kalau kau berani melakukannya lihat aja apa yang akan aku lakukan padamu." ancam balik Naura yang membuat Abian sedikit terdiam. dalam hati terlihat Abian tersenyum begitu puas, sudah dua kali pria itu memberikan Naura kepada ciuman.


"Hehehe..., kamu tidak tahu saja kalau aku sudah menciummu dua kali," guman Abian dalam hati. pria itu begitu puas, ingin sekali Abian menertawakan Naura karena dia tidak tahu.


Sebenarnya Sandi yang melihat hal itu tentu saja pria itu sedikit terkejut juga kaget, tidak pernah sekalipun Bosnya itu mencium seorang wanita. namun sekarang di depan Sandi juga sopir pribadinya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan


- Isteri kesayangan tuan besar


"

__ADS_1


__ADS_2