ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Sidik dan Lina di tangkap polisi


__ADS_3

Tampa berpikir panjang terlihat Sidik terus-menerus melancarkan aksinya, pria itu berusaha untuk melakukan kekerasan kepada Ilyas. walaupun Ilyas masih berusia 14 tahun namun pria itu pemuda itu masih bisa mempertahankan dirinya, sudah berulang kali Abian mengatakan kepada putranya untuk selalu menjaga dirinya. karena hal itu Ilyas selalu belajar ilmu bela diri untuk mempertahankan dirinya apalagi Naura juga pandai bermain ilmu bela diri untuk menjaga dirinya.


"Dasar anak tidak tahu diri, kami ini merawatmu tidak cuma-cuma. cepat Kamu tanda tangani surat itu!!" seru Sidik.


"Kalian adalah penipu, kalian adalah orang jahat!" seru Ilyas yang berusaha untuk menahan tangan Sidik yang dari tadi terus memukul Ilyas.


BRAKKK...


suara pintu yang tiba-tiba didobrak oleh seseorang, Sidik dan Lina yang mendengar suara itu seketika mereka melihat Apa yang akan terjadi. saat mereka berada di ruang tamu tatapan mata mereka sangat terkejut saat melihat Abian dan beberapa polisi sudah berada di rumah mereka.


"Apa yang kalian lakukan di sini?!" seru Lina.


"Tangkap mereka pak polisi, mereka sudah menganiaya Putraku!" seru Abian yang membuat para polisi langsung bergegas masuk ke rumah mendiang orang tua Ilyas dan menangkap Sidik.


"Ada apa ini, ada apa ini!!" teriak Sidik.


"Tuan Sidik, Anda Kami tahan atas penganiayaan Putra Tuan Abian." jawab Pak polisi.


Sidik benar-benar sangat terkejut karena para polisi itu tiba-tiba langsung datang ke tempat mereka. Abian yang ada di tempat mereka nampak pria itu sangat marah ketika melihat wajah Ilyas yang penuh dengan beberapa pukulan.


"Beraninya kamu memukul Putraku!!" seru Abian yang kemudian memberikan pukulan ke wajah Sidik.


BUKK..


BUKK..


Siapa yang tidak akan marah jika putranya mendapatkan perlakuan seperti itu, walaupun dia bukanlah Putra kandungnya namun mereka sudah mengambilnya sebagai anak mereka.


"Tenanglah Tuan, kami akan segera membawa pria ini ke kantor polisi." ucap pak polisi.


"Kalian tidak bisa memenjarakan aku, kalian tidak boleh melakukan ini!!" seru Sidik.


"Anda berhak untuk diam karena seluruh bukti sudah ada di tangan kami." jawab Pak polisi yang membuat sedikit kebingungan.


"Lepaskan suamiku, lepaskan suamiku!!" teriak Lina yang berusaha untuk menarik suaminya.


Pak polisi langsung memborgol Lina sama seperti Sidik. "Apa ini, kenapa aku ditahan juga!!" teriak Lina.

__ADS_1


"Anda berhak untuk diam, Nyonya. karena anda juga terlibat dalam kasus penipuan ini." jawab Pak polisi.


Akhirnya dua orang itu langsung dibawa ke kantor polisi, walaupun mereka berdua terus berteriak seperti orang gila. Abian sangat puas karena mereka sudah mendapatkan bukti-bukti mengenai apa yang dikatakan oleh Sidik dan Lina. langkah kaki Abian berjalan mendekati Ilyas, pria itu menyentuh wajah putranya yang sudah mendapatkan beberapa pukulan dari Sidik.


"Kita akan memenjarakan mereka dengan tuduhan penganiayaan dan penipuan." ucap Abian.


"Terima kasih ya, Pa. karena Papa selalu melindungi ku." ucap Ilyas.


"Tentu saja Papa akan melindungi mu, karena kamu adalah putra Papa." jawab Abian yang kemudian memeluk Ilyas.


Akbar masih belum mengetahui kalau anteknya sudah ditangkap polisi, pria itu baru berada di rumah istrinya. pria itu menatap layar laptopnya dengan semua informasi yang selama ini dia cari.


TOK...


TOK...


pintu kamar Akbar diketok oleh Citra.


"Pergi dari sini, aku tidak ingin melihat wajahmu!!" teriak Akbar yang sudah mengusir istrinya yang sudah berada di luar kamarnya.


Hati Citra selalu hancur dengan penolakan yang selalu ditunjukkan oleh Akbar, sesaat kemudian wanita itu menata ponselnya. dia mendapatkan sebuah informasi mengenai keluarga dari Akbar, karena itu citra berpikir untuk menemui keluarga suaminya itu. Dia adalah seorang wanita yang tidak mempunyai keluarga, dia ingin melihat Seperti apa keluarga suaminya.


"Aku ingin menemui mereka, aku ingin meminta bantuan kepada mereka." ucap Citra yang kemudian meminta salah satu sopirnya Untuk mengantarkan dirinya pergi ke tempat yang sudah menjadi tujuannya. sekitar 2 jam kemudian Citra sudah sampai di sebuah rumah megah dengan kemewahan yang sudah terlihat di luar, wanita itu berusaha menata hatinya. memikirkan apa yang harus dia lakukan dengan semua perasaan yang selalu ada di hatinya.


"Aku harus menemui mereka." ucap Citra yang kemudian mengetuk pintu pagar rumah pak Anggoro. seorang satpam keluar dan menanyankan mengenai Citra.


"Saya ingin bertemu dengan bu Lena." ucap Citra.


"Apakah anda sudah membuat janji dengan Nyonya?" tanya satpam.


"Belum, Tuan. karena saya baru mengetahui alamat ini Setelah beberapa lama saya mencarinya." jawab Citra.


"Baiklah kalau begitu, saya akan menemui Nyonya dahulu, Kalau Nyonya mau menemui Anda maka saya akan mempersilahkan. kalau Nyonya tidak mau menemui anda silahkan Anda pergi dari sini." ucap satpam yang kemudian masuk ke rumah majikannya


Sekitar 10 menit kemudian Pak satpam menyuruh Citra untuk masuk, Bu Lena sendiri ingin tahu kenapa ada seorang tamu yang tidak dia ketahui sama sekali.


"Ada apa Bu?" tanya Pak Anggoro kepada istrinya.

__ADS_1


"Ada seorang wanita yang ingin menemui aku, Pak." jawab Bu Lena.


"Siapa?" tanya Pak Anggoro.


"Aku tidak tahu, tapi kalau dia masuk maka kita akan tahu." jawab Bu Lena.


"Ya sudah kalau begitu, Bapak juga ingin lihat Siapa orang yang ingin menemui Ibu." ucap Pak Anggoro yang ikut duduk di ruang tamu untuk melihat tamu dari mana yang ingin menemui istrinya.


Sesaat kemudian terlihat seorang wanita muda masuk ke dalam ruang tamu, tatapan mata Bu Lena menatap wanita tersebut.


"Selamat pagi, Ibu." Panggil Citra kepada wanita yang ada di depannya.


'Selamat pagi, kamu siapa ya?" tanya Bu Lena yang memang tidak tahu wanita yang ada di depannya itu siapa.


"Selamat pagi, Ayah." ucap Citra yang memberi salam kepada Pak Anggoro. sepasang suami istri itu saling menatap satu sama lain, karena mereka dipanggil ayah dan ibu.


"Kamu ini siapa ya, Kenapa memanggil kami ayah dan ibu?" tanya Bu Lena yang sedikit kebingungan.


"Jangan ditanya seperti itu dulu, Bu. suruh dia duduk dulu, masak tamu kok ditanya seperti itu." sindir Pak Anggoro yang membuat Bu Lena tersenyum.


"Maaf, maaf. Ibu sampai lupa, Duduk dulu..," ucap Bu Lena yang mempersilahkan Citra untuk duduk.


Saat wanita itu sudah duduk tatapan mata Citra menatap sepasang suami istri yang ada di depannya itu, seorang wanita yang memang kelahiran dan darahnya bukan Indonesia namun sang pria berasal dari Indonesia.


"Kamu siapa ya?" tanya Bu Lena kepada Citra.


"Perkenalkan, nama saya adalah citra Puspita. saya adalah istri dari Akbar Sebastian." jawab Citra yang membuat Bu Lena dan Pak Anggoro benar-benar sangat terkejut luar biasa.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan


- Isteri kesayangan tuan besar

__ADS_1


- ku balas pengkhianatan mu


__ADS_2