ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Abian waspada


__ADS_3

Terlihat Naura memberikan lirikan yang menakutkan.


"Oya tuan Abian, aku permisi dulu ya." ucap Abian sembari melirik tajam ke arah sang suami. Hal itu membuat Abian yang di tatap oleh Naura seketika Dia membeku.


"Apakah kamu suka dengan kedatanganku, sayang?" tanya Franda kepada Abian.


Seketika Abian tersentak saat melihat isterinya telah keluar dari kantornya.


"Sayang!" seru Abian yang berlari mengejar sang istri. Franda yang melihat hal itu tentu saja wanita itu marah dengan semua yang dilakukan oleh Abian.


"Apa yang kamu lakukan, Kenapa kamu mengejarnya?!" seru Franda yang sudah mengejar Naura.


"Sayang!!" seru Abian.


"Ada apa?" tanya Naura yang menghentikan langkah nya.


"Kamu mau ke mana?" tanya Abian.


"Tentu saja aku mau keluar, Memangnya ada apa." jawab Naura yang membuat Abian langsung menghembuskan nafasnya.


"Kenapa sih kamu harus pergi, Kamu marah ya? aku kan tidak melakukan apa-apa." jawab Abian.


Sebuah senyum yang begitu menakutkan ditunjukkan oleh Naura, wanita itu akan melakukan sesuatu kepada suaminya agar suaminya tahu kalau dia juga bisa marah.


"Kamu kan sudah di kunjungi oleh pacarmu, jadi sana nanti calon istrimu itu marah loh..," ucap Naura.


"Sayang!!" seru Franda yang sudah mengejar Abian.


"Diam, Jangan pernah kau memanggilku seperti itu!" teriak Abian.


"Memangnya kenapa? Lalu kenapa kamu mengejar wanita itu?" tanya Franda yang tidak terima.


"Kenapa juga aku tidak boleh mengejar istriku, dia adalah istriku aku mau mengejarnya. aku mau bersamanya itu adalah urusanku." jawab Abian yang kemudian mengajak Naura pergi yang seketika dia langsung mematung.


"Isteri? wanita itu istrinya?" ucap Franda yang benar-benar kebingungan. wanita itu tidak akan terima kalau dirinya kalah dari seorang wanita yang baru dia lihat beberapa bulan yang lalu.


"Tidak, itu tidak mungkin!!" seru Franda yang melihat Abian dan Naura sudah pergi,

__ADS_1


Beberapa karyawan yang mendengar jawaban dari Abyan tentu saja mereka sangat terkejut,


"Kamu dengar tidak, kata dari Tuan Abian kalau Naura itu adalah istri dari Tuan Abian." ucap para karyawan.


"Apa, kamu yakin?" tanya karyawan yang lain.


Seketika berita itu langsung heboh di Perusahaan, berita itu langsung terdengar di telinga Azrul yang berada di kantornya.


"Apa kamu yakin?" tanya Azrul.


"Tentu, tuan." jawab anak buah Naura.


"Ada apa kak?" tanya Silvia kepada Azrul.


"Katanya Naura ada di perusahaan." jawab Azrul.


"Benarkah? Apakah kakak yakin?" tanya Silvia kepada saudaranya.


"Tentu saja Kakak yakin, tadi salah satu anak buah Kakak bilang kalau Naura sudah berada di tempat ini." jawab Azrul.


"Lalu Kenapa Kakak tidak mencarinya?" tanya Silvia kepada saudaranya.


Seketika Silvia langsung menarik tangan saudaranya itu, dia membawa Azrul untuk segera pergi ke tempat Abian untuk mencari Naura. senyum Abian benar-benar sangat mengembang, pria itu belum tahu mengenai berita kalau Naura sudah menjadi istri Abian.


"Langkah kaki Naura dan Abian hendak keluar dari perusahaan, terlihat Azrul pun sudah bergegas mengikuti Naura dan Abian yang akan pergi keluar.


"Naura!!" seru Azrul.


Naura nampak menoleh, dia menatap Azrul yang sudah memanggilnya. "Mas.' jawab Naura.


Langkah kaki Azrul berjalan dengan tergesa-gesa, Abian yang melihat hal itu tentu saja pria itu langsung sigap dan menarik tubuh istrinya ketika melihat Azrul akan memeluk sang istri.


GREPP..


Kedua tangan Azrul yang hendak meraih Naura seketika hambar saat Abian sudah menarik tangan Naura.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Azul kepada Abian Saat melihat pria itu menarik tubuh Naura.

__ADS_1


"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, apa yang ingin kau lakukan kepada istriku." jawab Abian.


Tatapan mata Azrul menatap Naura dengan tatapan mata yang benar-benar mempunyai begitu banyak pertanyaan.


"Bukankah aku yang seharusnya bertanya seperti itu, kenapa kok tiba-tiba menarik Naura?" tanya Azrul.


Terlihat Abian menghembuskan nafasnya berulang kali, pria itu mencoba untuk menenangkan dirinya karena menahan emosi saat Azrul hendak memeluk istrinya.


"Apakah kau tidak punya telinga atau kau tidak bisa mendengar." jawab Abian.


"Maksudmu?" tanya Asrul.


"Baiklah, aku katakan sekali lagi kepadamu. wanita ini adalah istriku, aku sudah menikahinya." jawab Abian.


"Hahaha..., Kau kira aku ini gila ya." ucap Azrul yang terlihat tidak mempercayai kata-kata yang di ucapkan oleh Abian.


"Kenapa kau mengatakan dirimu gila?" tanya Abian kepada Azrul.


"Tentu saja kau mengatakan kalau Naura itu adalah istrimu, apakah Kau juga gila?" tanya Azrul.


Abian sedikit menahan emosinya, pria itu tidak akan membiarkan Azrul berusaha untuk mendekati istrinya.


"Aku tekankan sekali lagi padamu, Naura ini adalah istriku. kalau kau tidak percaya tanya saja kepadanya." jawab Abian.


Azrul nampak hanya tertawa, pria itu tidak akan percaya dengan kata-kata yang diucapkan oleh Abian. kalau kau tidak percaya tidak apa-apa, tapi aku tekankan sekali lagi padamu jangan pernah mendekati istriku. Jika kau berani melakukan hal itu maka maafkan aku jika aku harus berbuat kasar padamu." ucap Abian yang kemudian menarik tangan Sofia dan pergi dari perusahaan.


"Aku tidak akan pernah percaya dengan semua kebohonganmu itu!!" seru Azrul yang terlihat sedikit emosi.


Entah hari ini semua orang benar-benar dibuat emosi oleh Abian, Franda yang sangat terkejut dengan berita yang diberikan oleh Abian kalau Naura adalah istrinya. sekarang Azrul juga dibuat kebingungan ketika Abian mengatakan kalau Naura itu adalah istrinya. walaupun begitu Azrul tidak akan percaya dengan kata-kata yang diucapkan oleh Abian.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan

__ADS_1


- Isteri kesayangan tuan besar


__ADS_2