
"Terima kasih ya sayang." ucap Abian.
"Sama-sama Mas." jawab Naura.
Abian terus tersenyum sembari menatap sang istri, begitulah yang selalu mereka lakukan ketika mereka sedang makan padahal pagi ini di ruangan itu begitu banyak orang.
"Naura, Tolong ambilkan Ayah lauk itu dong." minta Pak Farhan.
"Isteri ayah kan ada, minta dia untuk mengambilkannya biar tangannya itu berguna sedikit." jawab Naura yang membuat Pak Farhan sedikit kesal dengan jawaban yang diberikan oleh Naura.
"Brengsek, dasar anak sialan." guman pak Farhan dalam hati.
Setelah beberapa menit kemudian mereka sudah selesai dengan semua ritual makan Mereka, terlihat Abian dan Naura hendak pergi ke tempat mereka.
"Abian." Panggil Pak Farhan.
"Ada apa." jawab Abian.
"Ayah kan tidak punya pekerjaan, Tolong dong kasih Ayah pekerjaan di perusahaanmu agar ayah ada sedikit kesibukan. Ayah jenuh di rumah terus." ucap pak Farhan yang berusaha untuk menempatkan dirinya di posisi teraman di samping Abian. Pria itu mempunyai pemikiran untuk bekerja bersama Abian dan semua orang menganggapnya sebagai pria penting di perusahaan Abian. Naura dan Abyan saling menatap satu sama lain, sebuah senyum sedikit terukir di bibir Abian ketika mendengar permintaan dari ayah mertuanya tersebut.
"Semua posisi di perusahaanku sudah penuh, ayah. ada beberapa posisi yang memang masih kosong tapi kalau itu Ayah mau sih." jawab Abian.
"Tidak apa-apa, yang penting Ayah ada pekerjaan. ayah bosan di rumah tanpa melakukan apapun." ucap pak Farhan yang terus berusaha untuk berakting agar mendapat kesan baik di mata Abian.
"Iya Abian, kasihan ayahmu. dia ini kan Udah tua dia harus mempunyai tanggung jawab sama ibu." ucap Bu Warni yang ikut berakting agar dirinya mendapatkan sebuah rasa kasihan yang besar.
Naura tidak mengatakan apapun, wanita itu segera berjalan ke kamarnya untuk mengambil beberapa barang yang harus dia bawa ke tempat pembangunan. sekitar 10 menit kemudian Naura sudah kembali dan membawa barang-barang itu.
__ADS_1
"Ayo sayang, kita segera pergi nanti kita kesiangan loh..," ucap Naura.
"Baiklah, Ayo Sayang." jawab Abian yang kemudian memeluk pinggang Naura dengan begitu erat.
Sorot mata yang ditunjukkan oleh Akbar benar-benar begitu menunjukkan rasa tidak suka kepada saudaranya tersebut, Akbar benar-benar sangat cemburu dengan semua kebahagiaan adiknya.
"Lihat saja, sebentar lagi aku akan menghancurkan seluruh kebahagiaanmu itu." ucap Akbar yang kemudian ikut pergi dari rumah Abian.
Hari ini Akbar harus membuat ayahnya memberikan dia posisi tinggi di perusahaan ayahnya, Akbar ingin menyaingi adiknya. pria itu tidak ingin disebut sebagai parasit yang hanya bisa menghabiskan uang ayahnya saja.
** Perusahaan AM Corp **
"Selamat pagi, tuan!" seru para karyawan perusahaan.
"Pagi," jawab Naura.
Hari ini terlihat Abian dan Naura masuk ke dalam perusahaannya, mereka berjalan menuju kantor tempat Abian
"Oh ya Mas, nanti siang aku akan minta mas Sandi untuk mengantarku ke salah satu tempat pembangunan." ucap Naura.
"Ya udah nanti aku minta Sandi untuk mengantarkanmu, lagi pula hari ini dia tidak ada jadwal meeting atau apapun." jawab Abian.
Senyum ditunjukkan oleh Pak Farhan ketika mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Abian, pria itu berpikir dia akan mendapatkan sebuah tempat yang sangat luar biasa di tempat menantunya tersebut.
"Abian, Lalu bagaimana dengan ayah? ayah akan bekerja di posisi apa? apa Ayah akan menjadi direktur atau ayah akan memegang salah satu bagian?" tanya Pak Farhan kepada Abian.
Naura langsung mencibikkan bibirnya, sesaat kemudian wanita itu langsung pergi meninggalkan ayahnya menuju tempat Azrul.
__ADS_1
"Nanti aku akan meminta Sandi untuk menjemputmu di tempat Azrul, sayang." ucap Abian.
Naura menganggukkan kepalanya, dia langsung pergi tanpa berpamitan kepada ayahnya tersebut. tentu saja Pak Farhan benar-benar sangat kesal dengan semua sikap yang ditunjukkan oleh Naura, salahnya sendiri yang melakukan sebuah kebodohan dan sebuah kesalahan yang tidak akan pernah dimaafkan oleh Naura sama sekali.
Bagaimana Abian aku akan bekerja di bagian apa kamu pasti akan memberikan Ayah di bagian manajer bukan tanya Pak Farhan yang membuat Abian sedikit kesal dengan kata-kata ayam mertuanya itu sesaat kemudian Abian memberikan beberapa proposal tempat yang sangat cocok kepada ayah mertuanya itu. apa ini tanya Pak Farhan kepada Abian itu adalah bagian dari perusahaan yang masih kosong sedangkan yang lain maaf Ayah karena seluruh bagian di perusahaan ini sudah dipegang oleh beberapa orang kepercayaanku yang tidak bisa aku pindah jawab Abian.
Sesaat kemudian Pak Farhan nampak menatap tiga proposal bagian yang diberikan oleh Abian, 1 bagi kepala bagian gudang 2 kepala bagian keamanan 3 kepala bagian kebersihan.
"Apa ini, Abian?" tanya Pak Farhan kembali.
Pria itu ingin menegaskan apa yang ada di tangannya itu, saat kemudian Abian tentu saja memberikan penjelasan kepada Ayahnya.
"Aku sudah bilang kan ayah mengenai beberapa posisi yang sudah masih kosong di tempat ini dan itulah tiga posisi yang bisa ayah pegang." jawab Abian.
Pak Farhan benar-benar tidak pernah memikirkan apa yang harus dia lakukan, Pak Farhan menatap beberapa lembar jabatan tersebut. ia sangat kesal, yang dia inginkan adalah posisi sebagai seorang direktur perusahaan bukan kepala bagian seperti yang diberikan oleh menantunya tersebut.
"Apakah tidak ada bagian lain? maksud Ayah apakah kau tidak bisa mengganti direktur atau wakil direktur di tempat ini untuk ayah?" tanya Pak Farhan kepada Abian.
Terlihat Abian mulai kesal, pria itu menatap mertuanya yang benar-benar begitu menyebalkan. "Aku sudah bilang kan, Ayah. kalau aku akan memberikan posisi kepada ayah sesuai tempat yang kosong, jika ayah tidak mau juga tidak apa-apa. terserah tapi yang penting aku sudah menjelaskan kepada ayah seperti yang aku katakan tadi." jawab Abian yang kemudian menelpon sekretarisnya untuk memberikan beberapa berkas yang lain.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
__ADS_1
- Isteri kesayangan tuan besar