
Mau ataupun tidak akhirnya Naura sudah mengetahui mengenai kebenaran kalau ternyata dia mempunyai orang tua kandung yang utuh. Pak Farhan dan Bu warni sudah masuk penjara dengan semua kejahatan mereka, apa yang bisa dikatakan oleh sepasang suami istri itu mereka tidak akan pernah mengetahui jalan yang telah ditentukan oleh Tuhan untuk hambanya yang begitu sabar.
Pak Farhan yang berada di jeruji penjara, pria itu benar-benar tidak akan pernah mengira kalau wanita yang sudah dia nikahi dan dia tipu beberapa puluh tahun yang lalu itu sekarang sudah kembali dengan semua perubahan yang luar biasa. ternyata dia sudah kembali kepada suami pertamanya dan sudah melakukan pernikahan secara agama negara secara sah.
"Aku benar-benar tidak pernah mengira kalau kejadian seperti ini akan terjadi padaku." ucap pak Farhan.
Tak ada perkataan yang bisa diucapkan oleh Pak Farhan, pria itu benar-benar sudah kehilangan kata-kata. istri yang dulu dia sakiti itu ternyata masih hidup, pria itu tidak akan pernah mengira dia bisa melupakan istrinya dengan begitu cepat. seharusnya dia mengingat wanita yang dia nikahi beberapa puluh tahun yang lalu, namun setelah 10 tahun lebih lamanya dia benar-benar tidak pernah mengingat wajah mantan istrinya.
Di penjara wanita tentu saja Bu warni benar-benar merasa frustasi, apalagi dia adalah narapidana baru yang akan menjadi bulan bulanan dari para tahanan yang lama. "Kenapa hidupku harus seperti ini, aku ingin kaya aku ingin bahagia. aku tidak ingin sengsara namun kenapa aku malah masuk penjara." ucap Bu Warni yang terlihat meratapi kehidupannya.
"Jangan menangis terus, dasar tukang tipu!!" seru salah satu tahanan.
Bu Warni ingin melawan namun dia pernah mendapatkan beberapa pukulan dari tahanan wanita yang lain. hal itu membuat Bu Warni langsung terdiam.
"Oh ya, yang aku dengar kalau dia membunuh sahabatnya hanya untuk bersama suami sahabatnya loh..," ucap salah satu tahanan.
"Benarkah?" tanya tahanan yang lain.
"Iya, Bahkan dia sudah merampok begitu banyak dari wanita yang dia bunuh loh." ucap tahanan A.
"Kalau begitu kita harus hati-hati sama dia, kalau kita tidur lalu tiba-tiba dia membunuh kita, bagaimana?" canda tahanan B.
"Mana mungkin dia akan membunuh kita, kita ini kan tidak punya apa-apa. mau membunuh kita pun dia malah masuk penjara dalam waktu yang cukup lama." ucap tahanan C.
Para tahanan yang ada di tempat itu benar-benar membuat Bu warni tidak bisa melakukan apapun, kalaupun dia ingin melawan dia harus melawan dengan cara elegan. Jika dia tidak ingin melawan dia harus diam saja, para tahanan wanita yang ada di tempat Bu warni benar-benar sangat menakutkan. mereka adalah korban asusila, membunuh suami karena berselingkuh, membunuh orang karena menyelamatkan anaknya dan lain sebagainya.
__ADS_1
"Kalau aku punya teman seperti dia pasti aku akan membunuhnya, bodoh sekali wanita itu karena membuat wanita ini masuk penjara. Kalau aku sih langsung aku tikam." ucap tahanan A.
"Kalau ditikam kan enak banget, malah wanita itu masuk penjara. dia meninggal wanita itu mendekam dong." jawab tahanan B.
"Ya juga sih." ucap tahanan A.
"Mendingan dia di sini saja sama kita, nanti kita buat dia menjadi wanita baik-baik. wanita pendiam, Jika dia melawan kita maka kita akan memberikannya pelajaran yang sangat luar biasa." ucap tahanan B.
Tubuh Bu Warni benar-benar begitu gemetar, dia tidak akan pernah mengira kalau para wanita itu sangat menakutkan. dulu dirinya begitu bangga saat dia sudah berhasil melenyapkan sahabatnya, namun sekarang dia harus menerima pembalasan yang sangat luar biasa. dia harus merasakan kebakaran api yang sudah dia hidupkan, dia sudah membuat semua mimpi buruk itu benar-benar menjadi kenyataan.
Puluhan tahun hidup bahagia di atas penderitaan Naura namun sekarang dia masuk penjara dengan kebebasan yang tidak akan mungkin dia dapatkan. kita beralih ke tempat Naura.
"Kamu kenapa sayang, apa kamu tidak ingin memberikan maaf kepada orang tuamu?" tanya Abian kepada sang istri.
"Sebenarnya aku ingin memberikan mereka Maaf, Mas. tapi aku benar-benar bingung, aku tidak pernah menyangka kalau mereka berdua adalah orang tuaku." jawab Naura.
"Tapi ayah, rasanya begitu aneh. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan." ucap Naura .
"Lebih baik menerima kebahagiaan daripada kamu menerima kepahitan, Naura. Lihatlah Tuhan memberikanmu sebuah kebahagiaan yang luar biasa, kamu mendapatkan seorang Putra, suamimu bebas sekarang orang tua kandungmu juga berada di sini. Apakah kau akan menolak anugerah yang diberikan oleh Tuhan?" tanya Pak Anggoro yang membuat Naura terdiam.
Apa yang dikatakan oleh Pak Anggoro itu benar adanya, Naura tidak boleh melakukan hal itu rasa cinta dan perasaannya adalah sesuatu yang sangat berbeda. dia tidak boleh membuang perasaan membuang kebahagiaan yang sudah ada di depannya. langkah kaki Naura mulai berjalan keluar kamar.
"Kamu mau ke mana, Sayang?" tanya Abian.
"Aku ingin menanyakan sesuatu kepada tuan Teguh dan Bu Rasti." jawab Naura.
__ADS_1
Abian juga ikut berdiri, pria itu akan mengantarkan sang istri ke tempat tinggal sepasang suami istri itu. ada rasa begitu bahagia namun ada rasa sedikit kebingungan yang dirasakan oleh Naura, memang benar dia ingin sebuah kebahagiaan namun jika benar itu adalah kebahagiaan untuknya maka dia harus mempertahankannya.
Naura yakin dengan semua kebahagiaan yang ada di depannya itu, karena itu Naura berpikir untuk pergi ke rumah orang tuanya sekitar beberapa menit kemudian. Abian dan Naura sudah sampai di rumah Bu Rasti dan Tuan Teguh.
"Ayo kita masuk, Sayang." pinta Abian.
"Aku takut Mas." jawab Naura.
"Kamu takut apa? Kenapa kamu bilang seperti itu, ayo kita masuk Setelah itu kita pulang nanti baby Ilyas nunggu kita lho." ucap Abian yang kemudian menarik tangan sang istri.
Langkah kaki Naura memasuki apartemen milik orang tuanya, di sana Bu Rasti dan Pak Teguh menunggu Putri mereka. menunggu kebahagiaan yang dulu tiba-tiba hilang dari pandangan mereka, saat Naura hendak mengetok pintu apartemen Tuan Teguh, ternyata yang punya apartemen malah langsung membuka pintunya terlebih dahulu.
"Masuklah, Naura." ucap Tuan Teguh yang mempersilahkan Naura masuk.
Terlihat Naura menganggukkan kepalanya sembari memasuki pintu tersebut, di sana sudah ada Bu Rasti yang berdiri di belakang Pak Tuan Teguh. wanita itu begitu bahagia ketika melihat Naura sudah sampai di tempatnya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar
__ADS_1
- ku balas pengkhianatanmu