ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Bu Warni meminta uang kepada Naura


__ADS_3

Kedua kaki Akbar langsung terhenti ketika dirinya mendapatkan sebuah eksekusi dari ayahnya. sebuah perintah yang benar-benar tidak akan bisa dilakukan oleh Akbar.


"Kenapa aku harus melakukannya, aku berhak atas semua ini. aku berhak atas semua yang kau miliki!!" teriak Akbar.


"Sebagai seorang anak kamu berhak, tapi sebagai seorang yang kesakitan Jangan pernah kau berusaha untuk menyentuh seluruh milikku. kamu ingin hidup sendiri bukan? carilah jalanmu sendiri, carilah hidupmu sendiri dan jangan pernah kamu meminta bantuan dariku atau keluargaku!!" teriak Pak Anggoro.


Emosi Pak Anggoro benar-benar tidak bisa terkendali, pria itu benar-benar begitu murka.


"Apa yang harus dia lakukan, semua cinta yang dia berikan kepada putranya serasa hanyalah ilusi semata. Akbar selalu menganggap ayah dan ibunya pilih kasih, pria itu selalu menganggap Kalau Pak Anggoro dan bu Lena hanya mencintai Abian padahal itu semuanya adalah kebohongan. jika di total dari seluruh kekayaan yang sudah dihabiskan oleh Akbar maka Abian hanya mendapatkan satu per empat saja sedangkan Akbar pria itu sudah menghambur-hamburkan begitu banyak kekayaan Pak Anggoro untuk bersenang-senang.


"Pergilah dari sini, Akbar!!" seru Bu Lena.


"Ibu juga mengusirku?" tanya Akbar.


"Pergilah dari sini, aku tidak ingin kau terus-menerus menyakiti orang-orang yang ada di sekitarmu. Kamu adalah sebuah penyakit yang harus segera disembuhkan, Kamu adalah sebuah mimpi buruk yang harus segera dilupakan. pergilah dari sini jangan pernah kau menginjakkan kakimu di tempat ini. kamu adalah seorang Putra yang tidak pernah menganggap orang tuamu sebagai orang yang sudah melahirkan dan membesarkanmu. kamu adalah seorang anak yang tidak tahu berterima kasih, tidak tahu cara mencintai dan memperlakukan orang-orang yang ada di sekitarmu dengan baik!!" seru Bu Lena.


Kejadian hari ini membuat mata seluruh orang yang ada di rumah itu terbuka, para pembantu yang ada di sana merasa lega dengan semua yang terjadi hari ini. rasa sakit yang dirasakan oleh Naura serasa terobati, wanita itu menatap suaminya ingin sekali dia mengatakan dan menanyakan apa yang terjadi.


"Baiklah kalau begitu tidak apa-apa jika kalian sudah mengusirku, namun kalian harus ingat sampai kapanpun kekayaan yang ada di rumah ini adalah milikku. aku tidak akan pernah menyerah Aku akan merebut semua hak yang harusnya aku dapatkan!!" seru Akbar.


"Cobalah Jika kamu bisa, Jika kamu bisa melakukannya maka aku juga akan melakukan sesuatu yang pantas Kau dapatkan. mungkin saja jeruji penjara bisa membuatmu berfikir jernih." ucap pak Anggoro dengan nada suara yang begitu menghentak jiwa Akbar.


"Sudahlah, aku akan pergi dari kehidupan kalian. tapi ingatlah aku pasti akan membalas semua yang telah kalian lakukan, aku pasti akan membuat hidup kalian seperti di neraka." ucap Abian yang kemudian pergi meninggalkan rumah Pak Anggoro.

__ADS_1


Terlihat pria tua itu menghembuskan nafasnya berulang kali, Abian adalah seorang pria yang tidak akan pernah berpikir kalau putranya seperti seorang pria yang tidak mempunyai pikiran sama sekali. Dia memiliki jiwa yang begitu gelap.


Jiwa seorang ibu benar-benar merasakan sakit yang luar biasa, Apa yang di harus dilakukan oleh Bu Lena? semua ibu akan kehilangan, Bu Lena begitu merana ketika Akbar mengalami kecelakaan seorang ibu tidak akan tega. seorang ibu tidak akan mampu melihat anaknya hancur tapi Bu Lena benar-benar seperti memakan buah simalakama. satu putranya menghancurkan satu putranya dihancurkan. Bu Lena tidak bisa melakukan apapun, sebagai seorang ibu kasih sayang kepada anaknya adalah hal yang begitu luar biasa. namun saat ini Bu Lena harus memikirkan Bagaimana kondisi dari Abian, haruskah dia menangisi akbar sedangkan satu putranya juga menderita akibat Akbar.


Bu Lena hanya bisa menangis dalam hati, merasakan rasa sakit yang benar-benar sangat luar biasa. hidupnya hancur seketika karena tangis, Bu Lena benar-benar begitu menyedihkan namun seorang wanita membuat Bu Lena begitu tegar luar biasa.


"Kita adalah seorang ibu, bu. Naura bisa merasakan bagaimana penderitaan ibu, Naura mengerti bagaimana rasa sakit ibu." ucap Naura.


"Ibu benar-benar hancur, Naura. Ibu benar-benar hancur, Apakah harus seperti ini? rasa iri yang dimiliki oleh Akbar benar-benar begitu besar, tidak pernah sekalipun sebagai orang tua kami membedakan Akbar dan Abian. namun Kenapa Akbar selalu merasa Kalau kami lebih menyayangi Abian? di mana hatinya ketika dia membuat adiknya harus mengalami penderitaan seperti ini? di mana hatinya ketika dia membuat adiknya menjadi korban kecelakaan dan harus mengalami kesakitan sampai sekarang." ucap Bu Lena.


Naura memeluk bu Lena, wanita muda itu tidak ingin mertuanya terus-menerus merasa bersalah dengan kondisi Abian.


"Aku ikhlas Bu, Ibu tidak boleh seperti ini. Lihatlah aku sudah memulai kehidupan baru aku sudah menerima keadaanku." ucap Abian sembari mendekati sang ibu.


Tangis yang begitu keras dikeluarkan oleh Bu Lena ketika putranya mengatakan hal itu, rasa sakit itu benar-benar sangat luar biasa. hari itu menjadi hari yang begitu menyakitkan namun akan menjadi awal titik rendah di mana Akbar akan merasakan penderitaannya sendiri tanpa ada yang menolong.


"Baby Ilyas sayang!!" seru Bu Lena yang sudah berada di rumah Sang putra.


"Assalamualaikum gitu lho Bu, masak masuk ke rumah orang kok nggak ngucapin salam." sindir Abian yang membuat Bu Lena tersinggung.


"Maaf lupa soalnya lagi lihat bocah kecil yang menggemaskan ini." jawab Bu Lena.


Tatapan mata seorang wanita yang benar-benar menyebalkan hadir kembali, siapa lagi kalau bukan Bu Warni yang sengaja datang ke rumah Abian untuk meminta sesuatu karena beberapa bulan yang lalu Abian meminta Bu warni dan Pak Farhan untuk meninggalkan rumah mereka.

__ADS_1


"Naura!" Panggil Bu Warni yang sudah berada di rumah Naura.


Naura dan bu Lena menoleh, kedua wanita itu menatap wanita kecoa yang sudah berada di tempat Abian. "Ngapain kamu ke sini." ucap Bu Lena yang menunjukkan ketidaksukaannya Karena Wanita itu selalu menyinggung mengenai masalah asal usul baby Ilyas.


"Naura, Ibu ke sini mau minta tolong sama kamu." ucap Bu Warni.


"Memangnya mau minta tolong apa?" tanya Naura dengan nada yang sedikit kesal.


"Ibu mau minta uang padamu, Naura. kau tahu kan ayahmu beberapa hari ini jatuh dari angkutan umum jadi dia belum bisa bekerja stabil." ucap Bu warni.


"Memangnya kamu tidak punya uang sama sekali hingga mengemis ke sini, Bu." cibir bu Lena kepada Bu Warni.


"Apa salahnya sih meminta tolong kepada anak sendiri." jawab Bu Warni yang sedikit kesal dengan kata-kata yang diucapkan oleh bu Lena.


"Apa? anak, maksudmu anak dari mana? semenjak kapan kau menganggap Naura sebagai anakmu? yang aku tahu sih kalau kamu tidak pernah sama sekali bersikap baik pada menantuku ini, enak banget kalau ke sini meminta uang Bahkan aku mendengar dengan telingaku sendiri. kalau kamu selalu mengejek cucuku ini teriak!!" Bu Lena yang benar-benar tidak terima dengan semua yang pernah dikatakan oleh Bu warni mengenai baby Ilyas.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan

__ADS_1


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatanmu


__ADS_2