
Senyum yang ditunjukkan oleh Franda seolah mengisyaratkan sebuah penyesalan, ternyata Abian sudah mulai mencari tahu mengenai Apa yang dilakukan oleh Tuan Joni.
"Itu lebih baik, Kalau pria itu adalah anak buahmu karena aku yakin mereka adalah orang-orang sepertimu, kamu mempercayai mereka berarti mereka adalah orang yang bisa aku percaya." ucap Franda yang kemudian berpamitan kepada Abian dan Naura. setelah Franda pergi terlihat Naura menatap suaminya.
"Apakah kamu yakin dia benar-benar sudah berubah, Mas?" tanya Naura kepada sang suami.
"Aku yakin ada sebuah rasa sakit yang dapat kulihat dari wajah wanita itu, apa yang dia katakan itu adalah sebuah kebenaran. rasa sakit itu begitu luar biasa bahkan rasa sakit itu benar-benar membuatnya menjadi sosok seperti ini." jawab Abian.
Dimulailah pertempuran antara Abian dan Tuan Joni, dengan segera Abian memerintahkan beberapa anak buahnya untuk selalu membantu Apa yang dilakukan oleh Tuan Joni. kasus salah satu pengusaha yang sudah masuk ke dalam catatan kepolisian kini sudah diproses, Abian benar-benar ingin memberikan pembalasan.
"Biarkan mereka sedikit bernafas, setelah itu kalian langsung berikan pukulan telak hingga mereka tidak bisa melakukan apapun." ucap Abian.
"Baik, Tuan." jawab anak buah Black.
Setelah Franda mengetahui bahwa Black adalah orang suruhan Abian wanita itu lebih percaya apalagi Black bukanlah orang brengsek yang akan melakukan sesuatu. Bahkan dia adalah pria yang tidak mungkin melakukan kesalahan dengan cara merusak kehormatan seorang wanita.
"Jadi tuan Abian sudah mengatakan kalau aku adalah orang suruhannya?" tanya Black kepada Franda.
"Tenang saja pria itu sudah mengatakannya padaku." jawab Franda sambil tersenyum.
Memang ada sedikit perubahan yang ada pada diri Franda ketika wanita itu dekat dengan Black, walaupun Black adalah seorang pria kasar namun jika bersama seorang wanita sikapnya akan sangat berbeda. dia bisa membuat wanita yang ada di sampingnya itu merasa nyaman, merasa dia butuhkan bahkan Black adalah seorang pria yang bisa membuat seorang wanita selalu tersenyum. begitu berbeda dengan Abian yang sikapnya hanya pada Naura saja dia bisa mengutarakan isi hatinya.
Akhirnya di tempat itu Franda dan Black saling mengutarakan isi hatinya, Franda terus mengatakan mengenai penyesalannya telah berusaha membuat Naura terluka. dia tidak pernah mengetahui kalau dia hanyalah sebuah senjata untuk ayahnya bisa mendekati Anggora Sebastian.
"Kamu tidak perlu terlalu terpuruk pada semua kesedihan ini, aku yakin kalau Nyonya Naura bukanlah orang sepicik itu. aku yakin dia mempunyai kebaikan yang sangat luar biasa, lagi pula wanita itu adalah wanita yang bijaksana dia akan menjadi seorang teman yang bisa kau ajak berbicara." ucap Black.
"Aku dulu selalu menyakitinya, aku dulu selalu menganggapnya penghalang yang harus aku singkirkan. Aku tidak pernah mengetahui bagaimana dirinya, aku tidak pernah mau tahu seperti apa wanita itu. Aku adalah seorang wanita yang hanya memikirkan diriku sendiri, tidak pernah sekalipun Aku berusaha untuk mencari teman. mencari seorang sahabat atau mencari seseorang yang bisa memberikan aku pengertian mengenai hidup ini." Franda yang terlihat terus membicarakan mengenai hidupnya yang begitu tragis. sebagai Putri seorang pria kaya Dia tidak pernah merasakan penderitaan, tidak pernah merasakan susah ataupun berusaha untuk bekerja.
__ADS_1
"Ini malah lebih baik untukmu, dengan begitu Kamu akan memulai segalanya dari nol, kamu akan menapaki kehidupan yang baru mencari jati dirimu dan berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang pantas untukmu." jawab Black.
"Apakah aku berhak untuk mendapatkan hal itu?" tanya Franda kepada Black.
"Tentu saja, Semua orang berhak mendapatkan sesuatu di dalam hidupnya. bahkan orang bodoh, orang picik, orang gila orang tidak tahu diri, tidak tahu malu orang brengsek pun berhak mendapatkan sesuatu yang lebih baik." jawab Black.
Kata-kata yang diucapkan oleh Black adalah sesuatu yang sangat berarti bagi Franda, pria itu seolah memberikannya jalan untuk mencari kehidupannya. dia selalu mendapatkan apapun yang dia inginkan, Franda tidak pernah berpikir untuk berusaha keras mendapatkan setetes keringat.
"Apakah kamu mau terus bersamaku menjadi temanku dan selalu menemaniku?" tanya Franda yang membuat Black langsung menganggukkan kepalanya.
"Tentu kita bisa menjadi teman, sahabat keluarga atau apapun. tapi aku tidak suka dengan penghianatan karena aku sudah merasakan penghianatan sekian lama." jawab Black.
Pembicaraan dua insan itu semakin membuat mereka dekat dan saling memahami pribadi masing-masing, Abian sudah melancarkan serangan terhadap Tuan Joni dan beberapa rekan bisnisnya.
"Sandi, bagaimana? Apa kamu sudah melakukan apa yang aku minta kemarin?" tanya Abian kepada Sandi.
"Tenang saja Tuan, Saya sudah melakukannya bahkan saya sudah melakukan seperti yang Tuan minta." jawab Sandi.
"Naik Tuan." jawab Sandi yang kemudian menatap layar ponselnya.
Terlihat di sana harga saham perusahaan Tuan Joni naik sekitar 3%. Hal itu membuat Tuan Joni sedikit bersemangat, dia yakin kalau perusahaannya akan stabil seperti sedia kalah. namun dia belum mengetahui kalau semua itu hanyalah siasat untuk membuatnya berpikir dia akan baik-baik saja.
Langkah kaki Abian berjalan mendekati kaca kantornya, pria itu menatap pemandangan yang ada di luar kaca. hiruk pikuk kota Jakarta, begitu banyak gedung pencakar langit dengan semua kemewahannya juga kemacetan yang selalu terjadi setiap hari.
"Apa tidak sebaiknya kita melakukan tindakan cepat, Tuan?" tanya Sandi kepada Abian.
"Tidak, Sandi. kita berjalan Santai saja, tidak usah terlalu terburu-buru lagi pula ini hanyalah langkah awal saja, jangan membuat mereka terburu-buru karena jika kita melakukannya maka kita sendiri yang akan terpeleset dengan semua rencana yang sudah kita buat." jawab Abian.
__ADS_1
Di perusahaan Tuan Joni pria itu begitu bersemangat saat melihat harga saham perusahaannya naik 3%.
"Bagus, sekarang ada sedikit kenaikan pada saham perusahaan. aku yakin kasus yang terjadi pada salah satu pemegang saham tidak akan terlalu berpengaruh." ucap Tuan Joni.
"Benar Tuan, kita harus tetap bersemangat. pasti kita akan mendapatkan jalan keluar." jawab anak buah Tuan Joni.
Salah satu kepala gudang yang ada di perusahaan itu berjalan mendekati Tuan Joni. "Tuan." panggil si pria.
"Ada apa?" tanya Tuan Joni.
"Barang-barang yang sudah kita kirim ditangkap oleh pihak polisi, tuan." jawab kepala departemen pemasaran.
"Apa maksudmu?" tanya Tuan Joni.
"Barang-barang yang akan kita impor ke Singapura dan China tertangkap di pelabuhan." jawab anak buah Tuan Joni.
"Bagaimana bisa? lalu apa yang terjadi sekarang?" tanya Tuan Joni.
"Kelihatannya barang-barang kita tercampur dengan barang ilegal yang mungkin akan membuat perusahaan kita mengalami kendala yang besar, Tuan." jawab anak buah Tuan Joni yang membuat Tuan Joni langsung terduduk lemas.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
__ADS_1
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu