
** Perusahaan AM Corp **
"Sekarang kamu kerjakan berkas-berkas ini." pinta Abian.
"Tapi, aku kan masih ada pekerjaan." jawab Naura.
"Kamu ini bawel sekali sih, Aku kan sudah bilang padamu untuk membantuku menyelesaikan berkas-berkas ini." ucap Abian yang terus menatap muka Naura.
"Tapi aku harus melakukan ini dulu kan, setelah itu aku akan membantumu mengerjakan berkas-berkas itu." Naura yang terus mencoba untuk meninggalkan Abian.
"Di sini itu akulah yang Bosnya, jadi kau harus nurut sama aku." ucap Abian yang tentu saja membuat Naura terdiam.
Memang dia itu bosnya, tapi untuk menyelesaikan pekerjaannya itu membutuhkan waktu. setelah mengatakan hal itu akhirnya mau tidak mau Naura melakukan apa yang diminta oleh Abian. terlihat jelas Abian tersenyum saat dia melihat Naura menurutinya.
"Sini." perintah Abian sembari menyuruh Naura untuk mengambil kursi dan membawanya di sampingnya.
"Buat apa?" tanya Naura.
"Tentu saja kau harus duduk di sampingku, memangnya aku harus memberikan berkas ini padamu." jawab Abian dengan nada suara yang sedikit dibuat buat.
Naura yang melihat hal itu tentu saja dia hanya menurut, wanita itu nampak mengambil salah satu kursi kemudian duduk di samping Abian. pemandangan itu terlihat begitu indah, namun sesaat kemudian pemandangan itu benar-benar berubah drastis ketika Bu Lena sudah berada di perusahaan Abian dengan membawa Rafli bersamanya.
"Abian!" panggil Bu Lena.
Naura dan Abian langsung menoleh menatap seseorang yang memanggil nama Abian, sesaat kemudian terlihat seorang wanita juga masuk ke dalam kantor Abian.
"Sayang!!" seru Franda yang juga ke perusahaan Abian secara tiba-tiba.
"Hem..," Abian, Naura, Bu Lena dan Rafli langsung menatap ke arah suara si wanita.
"Apa yang kulakukan di sini?" tanya Abian kepada Franda.
"Aku kemarin karena aku ingin mengajakmu ke tempat ayah, kita harus segera menetapkan tanggal pernikahan kita." jawab Franda yang membuat bu Lena langsung menatap putranya dengan tatapan mata yang begitu tajam.
__ADS_1
"Apa, coba katakan lagi, hari pernikahan?" tanya Bu Lena. tentu saja Bu Lena sangat kesal ketika Franda mengatakan hal itu, dia sudah tahu kalau putranya sudah menikah .
"Tentu saja seharusnya kau pergi sekarang, Abian. kau harus menetapkan tanggal pernikahan kalian." jawab Bu Lena yang membuat Franda langsung tersenyum.
Berbeda dengan Abian pria itu menatap Naura dengan tatapan mata yang sedikit aneh. "Pergi saja Mas, aku akan memeriksa bakar berkas perusahaanmu. Naura akan membantuku di sini, benar kan Naura?" tanya Rafli yang membuat Abian menatap pria itu.
Bu Lena harus segera membuat putranya itu sadar dengan semua kesalahan yang telah dia perbuat, dia sudah menikah namun tidak ingin mengakui istrinya. tentu saja hal itu membuat Bu Lena benar-benar sangat kesal dengan sikap gengsi luar biasa yang dimiliki oleh putranya itu.
"Huf..., baiklah." jawab Abian yang kemudian beranjak pergi.
Abian akhirnya beranjak Pergi dari meja kantornya, sedangkan Bu Lena yang melihat hal itu tentu saja Wanita itu sangat kesal. ingin sekali Dia segera menampar putranya, istri sah yang dia nikahi sudah ada di depannya namun pria itu masih ingin menikahi wanita lain.
Apa yang akan terjadi? lalu Bagaimana nasib Naura selanjutnya, walaupun Naura masih belum mengetahui pernikahannya dengan Abian namun tak seharusnya Abian melakukan hal itu.
"Kalau Abian sudah menikah dengan wanita ini, Lalu kenapa dia mau menikah lagi?" guman Rafli dalam hati.
Sebenarnya Rafli sudah mengetahui cerita mengenai pernikahan saudara sepupunya itu, namun dia ingin tahu siapa wanita yang sudah dibohongi oleh Kakak sepupunya hingga membuat wanita itu seperti boneka mainan di tangan Abian.
Waktu mulai berjalan, Abian sering sekali menghabiskan waktu bersama Franda. Entah mengapa tiba-tiba saja Naura sedikit merasa ada perasaan aneh ketika melihat Abian bersama dengan Franda.
"Sebenarnya ibu menunggu putra ibu untuk mengakuimu sebagai isterinya, namun ibu sangat kecewa saat melihat perlakuannya." jawab Bu Lena.
Naura benar-benar sangat terkejut dengan pernyataan dari Bu Lena. ternyata selama 5 bulan ini dia adalah isteri dari Abian, namun sayangnya pria itu malah tidak pernah mengakuinya selama 5 bulan.
"Ternyata selama ini aku adalah Isterinya, jadi selama ini dia membohongi aku." ucap Naura.
"Iya, karena itu ibu minta padamu untuk memberikan pria itu balasan, ibu tidak Sudi mempunyai seorang menantu seperti dia." ucap Bu Lena.
"Tapi, kalau mereka berdua saling mencintai apa yang bisa kita lakukan, Bu. toh aku hanyalah seorang istri yang hanya menandatangani surat perjanjian nikah saja tanpa mengetahui Kalau kami sudah menikah." jawab Naura.
"Ibu tidak peduli, pokoknya Ibu tidak mau Jika kamu diperlakukan tidak adil seperti ini!!" seru Bu Lena.
"Sudah-sudah, lebih baik kita membuat rencana untuk membalas Abian. dengan begitu biar pria itu tahu kalau dia itu salah." jawab pak Anggoro.
__ADS_1
"Sekarang kamu tahu kan kalau kamu itu adalah menentukan kami, jadi mulai sekarang kami akan selalu membantumu, Kami tidak akan membiarkan pria itu melakukan sesuatu di luar pemikirannya." ucap Bu Lena.
Ternyata selama ini Abian sudah mempermainkan Naura. Hal itu membuat Naura benar-benar sangat kesal, dia sudah dinikahi tanpa sepengetahuannya, setelah itu pria itu bersenang-senang dengan wanita lain seperti Naura tidak pernah ada di dunia ini.
Akhirnya keempat orang itu sepakat untuk membuat sebuah rencana pembalasan kepada Abian, hari itu mereka bersikap seperti biasanya dengan semua rutinitas biasanya.
** Keesokan hari **
Pagi ini Naura sudah bangun pagi seperti tidak terjadi apa-apa, wanita itu memasak seperti biasanya, bibi pembantu yang berusia tua itu sebenarnya sudah tahu kalau Naura adalah istri dari Abian, dia tidak berani mengatakannya karena dia takut kehilangan pekerjaannya.
"Kamu masak apa?" tanya Abian.
"Kau lihat sendiri kan." jawab Naura.
Terlihat Bu Lena meminta Naura untuk duduk.
"Naura, duduk di samping Ibu." pinta Bu Lena kepada Naura.
"Tidak usah Bu, aku di dapur saja." jawab Naura.
"Duduk sini Naura, di sampingku sama tante. masak kamu gitu aja nggak mau." ucap Raffi yang membuat Naura duduk.
Terlihat Raffi berbicara dengan Naura dengan begitu lembut juga begitu penuh perhatian, Abian yang melihat hal itu tentu saja hatinya begitu risih. dia itu terus menatap Naura yang sedang tersenyum kepada Rafli.
"Ini itu ruang makan bukan ruang diskusi." sindir Abian.
"Memangnya Kenapa? biarkan saja toh mereka itu kan anak muda." jawab Bu Lena.
Abian yang mendengar jawaban dari ibunya tentu saja pria itu tidak bisa menjawab lagi, tatapan mata Abian terus menatap Naura yang berbicara kepada Rafli seperti mereka itu sudah dekat begitu lama.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
__ADS_1
- my little wife
- Janji di bawah rembulan