
Tak ada kata yang di katakan oleh Abian, pria itu terlihat memikirkan wanita yang ada di depannya.
"Kenapa kalau aku dekat dengannya malah aku bisa on?" Abian yang kebingungan karena tiba-tiba adik kecilnya bisa tegang saat berada dekat dengan Naura.
Sesaat kemudian Abian masuk ke dalam kantornya, meminta Sandi untuk mengerjakan sesuatu, sedangkan saat Abian masuk ke dalam kantornya dia menelfon dokter pribadi nya kembali.
"Bagaimana?" tanya dokter.
"Dokter benar, saat aku dekat dengannya milikku mulai bereaksi." jawab Abian.
"Kalau begitu nanti kau datanglah ke rumah sakit, akan aku tunggu." jawab dokter yang kemudian mematikan ponselnya.
TOK...
TOK...
Pintu kantor Abian di ketok oleh seseorang.
"Masuk!" seru Abian.
Seorang wanita nampak memasuki kantor Abian, seorang wanita yang bekerja menjadi sekertaris pribadi dari rekan bisnis Abian.
"Tuan Abian!" panggil seorang wanita yang bernama Denada.
"Ada apa?" tanya Abian.
"Saya kemari karena saya diperintahkan oleh Bos saya untuk melihat beberapa berkas kerjasama kita." jawab Denada.
Abian mempersilahkan Denada untuk duduk di sofa yang ada di depan mejanya, pria itu meminta Sandi untuk datang ke kantornya.
"Kenapa Anda memanggil asisten Anda, tuan?" tanya Denada kepada Sandi.
"Memangnya kenapa aku tidak boleh memanggil asistenku?" tanya Abian kembali yang membuat Denada sedikit tersenyum.
Sebenarnya Denada harus melakukan sesuatu kepada Abian, ya singkat kata saja wanita itu berusaha untuk mendekati Abian dan berusaha untuk menggoda pria itu. kalau ada orang lain maka rencananya tidak akan berjalan seperti yang dia inginkan.
__ADS_1
Sebuah senyum terukir begitu jelas dan begitu gamblang di wajah Denada ketika wanita itu hendak berjalan mendekati Abian, namun saat dia baru berdiri ternyata Sandi sudah masuk ke dalam kantor Abian.
"Ya, tuan." Sandi yang sudah berada di tempat Abian,
"Sandi tolong kau urus kembali berkas-berkas Perusahaan kita dengan perusahaan tuan Andy. Aku ingin semua berkas-berkas itu selesai hari ini juga perintah." Abian yang membuat Sandi langsung duduk
Denada yang melihat hal itu tentu saja Wanita itu benar-benar sangat kesal. Bagaimana tidak dia harus menghilangkan semua rencana yang sudah dia buat seharusnya sekarang dia bersama dengan Abian malah datang asisten pribadi Abian berada bersamanya.
Sekitar 1 jam kemudian terlihat Naura berada di kantor Abian. "Ada apa kau kemari?" tanya Abian kepada Naura.
"Maaf tuan, saya kemari karena saya harus menyerahkan beberapa berkas mengenai para karyawan magang dan karyawan baru." jawab Naura.
Sebuah senyum yang ditunjukkan oleh Naura membuat jantung Abian bertebar semakin kencang, saat senyuman Naura terpampang diingatan Abian Hal itu membuat Abian langsung merasakan sesuatu. tiba-tiba saja adiknya langsung on, padahal dari tadi dia juga bersama seorang wanita. Dia adalah Denada, namun Abian tidak merasakan sesuatu berbeda ketika Naura datang malah situasinya sudah tidak bisa terkendali.
"Siapa yang menyuruhmu kemarin?" tanya Abian kepada Naura.
"Tentu saja pimpinan cabang kami." jawab Abian.
Setelah mendapat jawaban dari Naura, tentu saja Abian tidak bisa mengatakan apapun lagi dia langsung terdiam dengan membaca beberapa laporan yang sudah dibawa oleh Naura. tatapan mata Abian menatap berkas-berkas yang dibawa oleh Naura, ada beberapa perincian yang begitu detail bahkan Naura terkesan sangat luar biasa daripada para pekerja lainnya.
"Apakah kamu pernah menjadi sekretaris?" tanya Abian kepada Naura.
Sebuah senyum ditunjukkan oleh Abian ketika mendengar jawaban dari Naura, Bagaimana tidak, dia hanyalah seorang petugas kasir dan tidak ada pengetahuan mengenai perincian dari laporan-laporan yang dibawa olehnya.
"Kalau begitu ini siapa yang membuat laporan ini?" tanya Abian.
"Saya tuan." jawab Naura yang kembali menunjukkan senyumnya. tiba-tiba saja Abian merasa tubuhnya benar-benar sangat panas.
"Baiklah kalau begitu kau tinggalkan saja berkas-berkas ini, sekarang kau kembalilah ke tempatmu." ucap Abian yang kemudian berusaha untuk menenangkan dirinya.
Denada yang menatap Abian dari tadi nampak wanita itu sedikit merasa ada yang aneh, ketika dia bersamanya dia baik-baik saja tapi ketika ada karyawan yang tidak pernah dia lihat. malah Abian menunjukkan sikap yang begitu berbeda.
"Sandi, aku akan keluar sebentar tolong kau urus perusahaan." pinta Abian kepada Sandi.
"Baik, tuan." jawab sandi tanpa bertanya ke mana bosnya akan pergi.
__ADS_1
Abian benar-benar sudah tidak bisa menenangkan dirinya, dia lebih memilih untuk pergi ke rumah sakit untuk menemui dokter pribadinya. langkah kaki Abian sedikit terburu-buru karena dia harus segera pergi untuk membuat dirinya tidak semakin tersiksa.
1 jam kurang Abian sudah sampai di rumah sakit, pria itu sudah berada di ruang pribadi dokter pribadi nya.
"Bagaimana?" tanya Dokter pribadi Abian.
"Seperti yang aku katakan di telepon, tadi aku benar-benar tidak bisa menyangka kalau kondisinya seperti itu." jawab Abian.
"Jadi adikmu itu bisa berdiri jika dekat dengan wanita itu?" tanya dokter pribadi Abian.
"Aku benar-benar tidak pernah menyangka kalau aku akan mengalaminya." jawab Abian.
"Kemungkinan besar karena kau merasakan sesuatu kepadanya jadi hal itu memicu saraf otakmu untuk bisa merangsang adikmu untuk berdiri." jawab dokter pribadi Abian.
"Huff." nafas kasar Abian benar-benar menunjukkan kalau pria itu tidak pernah menyangka kejadian yang ada di hotel itu membuatnya terikat pada Naura.
"Apakah Kau mempunyai perasaan kepada wanita itu?" tanya Dokter kepada Abian.
Abian tidak pernah tahu bagaimana perasaannya, namun ketika melihat senyum Naura yang begitu tulus itu membuat jantung Abian sedikit berdebar.
"Kalau begitu adakah obat untuk menenangkan perasaanku ini, dokter?" tanya Abian.
Dokter pribadi tersenyum menatap pria itu. "Tentu saja tidak akan ada obat untuk menenangkan perasaanmu itu, jika kau memiliki perasaan dengan wanita itu makan hal itu akan sapi membuat perasaanmu semakin bergejolak dan bisa dikatakan penyakit lamamu itu berarti sudah sembuh total." ucap dokter yang membuat Abian sedikit lega. ketakutan bertahun-tahun karena penyakit yang dia derita sekarang membuatnya sedikit lega, itu berarti Abian bisa hidup normal.
"Tapi kenapa jika aku bersama wanita lain aku tidak merasakannya?" tanya Abian kepada sang dokter yang membuat dokter itu malah memikirkan mengenai apa yang terjadi kepada pasiennya itu.
"Kalau itu sih kemungkinan besar pemicunya karena kau memang menyukai wanita itu." jawab dokter Abian yang membuat Abian Sekarang semakin tidak tenang dengan semua perkataan yang diucapkan oleh dokter pribadinya. Apakah benar yang dikatakan oleh dokter itu jika sekarang dia mempunyai perasaan kepada Naura.
"Lebih baik aku pulang dan menenangkan diriku, dok. daripada kau membuatku semakin bingung." ucap Abian yang kemudian pergi dari rumah sakit. Karena baginya tidak mungkin dia memiliki perasaan seperti itu kepada wanita yang baru dia kenal selama beberapa minggu ini.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
__ADS_1
- Janji di bawah rembulan
-Isteri kesayangan tuan besar