ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Masa lalu Abian dan Akbar


__ADS_3

"Kenapa Mas mengatakan hal itu, Bukankah aku tidak akan mempunyai pemikiran seperti itu." ucap Abian sembari menatap wajah kakaknya


"Entahlah, aku tidak tahu mungkin saja kamu benar-benar menginginkan aku untuk cepat mati." jawab Akbar.


Abian hanya tersenyum dengan semua yang dikatakan oleh kakaknya, tidak mungkin dia mempunyai pikiran jahat kepada saudaranya itu. namun berbeda dengan Akbar yang memang pria itu dari dulu tidak pernah menyukai Abian karena ayahnya selalu memberikan perhatian penuh kepada Abian. walaupun itu sebenarnya tidak, Akbar adalah pria yang tidak pernah mau menuruti perkataan orang tuanya dalam hal bisnis.


Abian adalah orang yang selalu tekun, seorang pria yang begitu berprinsip. sedangkan Akbar adalah pria yang hanya bermain-main dengan para wanita, dia selalu menghambur-hamburkan uangnya untuk bersenang-senang. Hal itu membuat pak Anggoro selalu menasehat menasehati Akbar agar merubah sikapnya tersebut.


"Mungkin saja kan kamu senang ketika aku sudah tidak bangun lagi?" tanya Akbar.


Dalam hati Abian benar-benar selalu kesal dengan sikap yang selalu ditunjukkan oleh kakaknya itu, sikap permusuhan yang begitu hebat bahkan Akbar adalah pria yang tidak mempunyai otak sama sekali. sebagai seorang kakak Dia mampu mempunyai pikiran jahat untuk menyingkirkan saudaranya.


"Aku sudah bilang kan Mas, aku tidak akan pernah mempunyai pikiran seperti itu. Aku adalah adikmu tidak mungkin aku melakukan perbuatan sehina itu, walaupun aku tahu dari dulu sampai sekarang mas itu selalu menganggapku sebagai musuh, menganggapku sebagai rival dari setiap apapun yang Mas lakukan." jawab Abian.


"Kalau kamu tahu, Lalu kenapa kamu bersikap seperti orang yang tidak tahu?" tanya Akbar.


"Buat apa aku harus melukai ayah dan ibu, Mas. aku bukan seorang anak seperti itu, Aku menghargai orang tuaku yang sudah membesarkan ku, memberikan aku kehidupan dan memberikan aku pelajaran hidup." jawab Abian.


"Benarkah?" tanya Akbar.


"Pernahkah kamu berfikir untuk tidak selalu menyakiti orang tua kita, Mas? pernahkah kau berfikir untuk tidak selalu membuat ayah dan ibu cemas? kau selalu saja menganggapku sebagai musuhmu padahal aku tahu Ayah tidak pernah membedakan dirimu dan aku." ucap Abian.


"Apa kau tidak pernah tahu kalau ayah itu sangat membenciku?" tanya Akbar.

__ADS_1


"Aku benar-benar salut dengan semua pemikiranmu itu mas, kau tidak pernah sekalipun berusaha untuk memahami kedua orang tua kita. kaulah yang terus-menerus melimpahkan semua kesalahanmu padaku, aku tidak akan pernah mengungkit masa lalu. tapi pernahkah kau merasakan rasa bersalah karena sudah membuat kecelakaan itu terjadi? pernahkah kau merasakan rasa bersalah karena kau mengambil istriku di malam pernikahanku? pernahkah kau merasakan rasa bersalah pada setiap yang kau lakukan padaku?" tanya Abian yang membuat Akbar benar-benar sangat kesal.


DEG..


"Apakah kamu ingin meminta pertanggungjawabanku?" tanya Akbar.


"Tidak seperti itu mas, Aku hanya bertanya pernahkah kau merasakan perasaan bersalah Saat melihatku?" tanya Abian kembali yang membuat jantung Akbar serasa diremas. walaupun seperti itu Akbar tidak akan pernah mengakui semua kesalahannya, baginya Abian adalah musuh seorang musuh yang harus segera dia singkirkan.


Di dalam ruang tamu terlihat Bu Lena Lena tersenyum.


"Naura, ajaklah orang tuamu untuk melihat-lihat tempat kalian. Mungkin saja orang tuamu benar-benar begitu rindu padamu." ucap pak Anggoro.


"Baiklah Bu, aku akan mengajak mereka." jawab Naura.


Sesaat kemudian terlihat pak Anggoro pergi ke taman bekajang. tanpa Abian dan Akbar sadari dari tadi pak Anggoro berdiri di belakang tubuh mereka. pria itu mendengarkan pembicaraan kedua putranya, tidak pernah terpikir kalau Akbar begitu jahat kepada Abian, tidak pernah sekalipun Abian membalas kakaknya. namun entah apa yang dipikirkan oleh Akbar dengan semua kejahatan yang dia lakukan kepada saudaranya tersebut.


Pak Anggoro hanya terdiam, pria itu berdiri di balik tiang besar yang menutupi tubuhnya, hatinya serasa begitu sakit saking sakitnya Pak Anggoro tidak bisa bernafas dengan semua kata-kata yang dikeluarkan oleh Akbar.


"Sejahat itukah kau kepada saudaramu, Akbar. hingga kau memiliki perasaan yang benar-benar begitu mengecewakan. tidak pernah sekalipun aku membedakanmu dengan Abian, tidak pernah sekalipun aku memiliki perasaan saling membedakan antara kalian berdua, seperti inikah sifatmu, Putraku." ucap pak Anggoro yang menahan tangisnya. pria tua itu hanya mampu menahan semua kesedihannya. pria itu hanya mampu menahan semua sakitnya sendiri, walaupun begitu Bu Lena sebenarnya tahu bagaimana sifat Putra pertamanya itu. namun dia tidak ingin membuat Abian lebih sakit Dengan mengatakan kalau kedua orang tuanya sudah tahu.


"Ayah." Panggil Bu Lena dengan suara yang begitu pelan.


Pak Anggoro menoleh menatap istrinya yang sudah berdiri di depan matanya, Bu Lena mengelus dada suaminya mencoba untuk memberikan ketabahan kepada pria yang sudah membawanya ke Indonesia tersebut.

__ADS_1


"Kita tidak boleh membiarkan Akbar seperti itu terus, ayah. dia sudah melakukan kesalahan, dia harus berubah di kesempatan kedua ini." ucap Bu Lena yang kemudian berakting seperti tidak tahu apa-apa.


"Abian!" Panggil Bu Lena.


Seketika Abian menoleh, dia menatap ibunya yang sudah berdiri tidak jauh dari mereka.


"Iya Bu." jawab Abian sembari berjalan ke arah Bu Lena.


"Naura sudah menunggu, lebih baik kalian pulang. Oh ya, dia tukang pengganggu itu mau ke tempat kalian. nanti biarkan saja biar Naura yang memberikan pelajaran." bisik Bu Lena kepada Abian ketika pria itu sudah mendekati ibunya.


"Tenanglah Bu, aku pasti akan mendukung istriku." jawab Abian yang kemudian memeluk ibunya.


"Oh ya Mas, aku pergi dulu ya. Ayah, Ibu aku pamit. Nanti kasihan Istriku kalau ngambek." ucap Abian yang kemudian pergi meninggalkan sepasang suami istri itu.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan


- Isteri kesayangan tuan besar

__ADS_1


__ADS_2