
"Karena kalian sudah mencari masalah maka kalian akan mendapatkan hadiah dari tuan Abyan." ucap salah satu pria yang sudah dibayar oleh Abian.
Panggilan video call itu masih berlangsung, salah satu pria yang ditangkap itu terlihat dilukai salah satu tangannya. istri dan putranya melihat hal itu mereka berteriak begitu keras hingga membuat mereka menangis histeris.
"Apakah kamu ingin melihat bagaimana istri dan putramu itu meninggal di sana? karena beberapa anak buahku sudah berada di sana untuk memberikan kalian pembayaran harga mahal atas perbuatan kalian." ucap si pria.
"Kamu tidak usah berbasa-basi seperti itu, Black. segera kamu bunuh saja pria itu Dan jangan kalian biarkan dia hidup. biarkan anak dan istrinya melihat kalian membunuh dia." perintah Abian.
Seketika Abian memerintahkan beberapa anak buahnya untuk melakukan pembunuhan, si pria langsung meneteskan air matanya namun salah satu dari tiga pria itu langsung berteriak.
"Hentikan, jangan bunuh kami. kami akan mengatakan Siapa yang telah menolong kami!!" teriak salah satu pria yang membuat pria yang bernama Black orang suruhan Abian langsung terhenti.
"Katakan Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Abian yang membuat si pria mengatakan Siapa yang telah menyuruhnya.
"Tuan Joni, pria itu adalah orang yang telah menyuruh kami untuk menghancurkan Anda." jawab Salah satu pria.
Mendengar nama Joni dia adalah pria yang selama ini menjadi rekan bisnisnya, seorang pria yang dia kenal sebagai ayah dari Franda.
"Kalian berbohong atau tidak?" tanya Abian.
"Tidak tuan, saya mengatakan yang sebenarnya. tuan Joni mengirim kami ke perusahaan anda untuk melakukan pencurian uang." jawab Salah satu pria.
"Sudah berapa lama kalian melakukan pencurian itu?" tanya Abian.
"Sebenarnya kami tidak mau, Tuan. tapi pria itu mengancam akan menghabisi anak-anak kami, kami tidak mau. kami takut jika pria itu melakukan hal itu." jawab Salah satu pria.
"Baiklah kalau begitu, jika semua yang kalian katakan itu bohong Maka jangan salahkan aku jika aku akan menghabisi seluruh keluarga kalian!!" seru Abian yang membuat tiga pria itu langsung terdiam.
Naura melihat apa yang dilakukan oleh suaminya, wanita itu benar-benar tidak mengira kalau Abian akan melakukan hal itu. "Mas." Panggil Naura.
Terlihat Abian berdiri, pria itu berjalan mendekati sang istri sembari tersenyum. "Apa yang kamu lakukan, Mas?" tanya Naura kepada sang suami.
__ADS_1
Abian tidak menjawab, pria itu berjalan mendekati sang istri kemudian membawanya ke sebuah ruangan.
"Mas Coba katakan sesuatu, Kenapa kamu jadi seperti ini?" tanya Naura kepada Abian.
"Sayang, maafkan mas. kita harus melakukan hal ini, mas tidak ingin kehilangan siapapun mas tidak ingin kehilangan kamu atau Putra kita. mereka semuanya selalu saja berusaha untuk menyakitimu, Apakah kamu tahu setiap kali kamu menangis hati Mas sangat sakit begitu sakit hingga membuat Mas hampir kehilangan nyawa. mas tidak berdaya mas tidak ingin mereka melukaimu dengan cara seperti ini, tangismu adalah kematian bagiku, tawamu adalah umur panjang untukku. Apakah masalah jika Mas harus membalas perlakuan mereka? Apakah masalah jika mas harus melakukan hal ini? Mas sakit saat melihat dirimu terluka, Mas sakit jika melihat kamu seperti beberapa tahun yang lalu." ucap Abian yang membuat Naura terdiam.
Apa yang dikatakan oleh suaminya itu ada benarnya juga, kadang kala mereka harus melawan orang-orang yang sudah memberikan mereka luka. Apa salahnya membalas jika mereka semua melakukan kejahatan itu, apa salahnya membalas jika mereka sudah membuat mereka terluka.
"Kamu tidak akan melakukan sesuatu yang berbahaya kan, Mas?" tanya Naura kepada sang suami.
"Tidak sayang, mas tidak akan melakukan sesuatu yang berbahaya. mas tidak akan mau melakukan kebodohan, Mas takut kehilangan kamu ataupun Citra kita." jawab Abian.
Naura takut jika suaminya melakukan kesalahan yang akan membuat Abian menyesali semua tindakannya. Naura takut jika tiba-tiba suaminya melakukan dosa dengan cara yang sangat menakutkan.
"Yakinlah pada Mas Kalau mas tidak akan pernah melukai mereka, jika mereka tidak membuat kesalahan maka aku tidak akan begini. Mas bukanlah seorang pria jahat yang akan melakukan sesuatu jika mereka tidak menyakiti keluarga Mas." jawab Abian.
Rasa sakit yang hampir 2 tahun ini dirasakan oleh Abian dan Naura. Karena hal itu Naura mengerti bagaimana perasaan suaminya, karena hal itu dia memberi kepercayaan penuh kepada sang suami. Naura yakin jika suaminya tidak akan pernah menghancurkan kepercayaannya.
"Yang menyuruh mereka adalah orang tua Franda." jawab Abian.
"Maksud Mas?" tanya Naura.
"Kamu tahu kan seperti apa wanita itu? dia berusaha untuk memisahkan kita, dia berusaha untuk membuat kamu dan aku berpisah selamanya. karena hal itu aku ingin kamu yakin dengan semua yang perlu kamu ketahui, Mas akan memberikan mereka pelajaran karena mereka berusaha untuk melukai mas. karena hal itu kamu jangan khawatir jika Mas melakukan sesuatu." jawab Abian.
Sebuah nama sudah didapatkan Abian dari 3 orang yang sudah menghianati dirinya. Abian memang tidak akan bisa memaafkan mereka, karena hal itu Abian melepaskan mereka tapi mereka harus mengakui semua kesalahan yang telah mereka lakukan.
"Tuan." Panggil salah satu dari tiga orang yang sudah menghianati Abian.
"Ada apa." jawab Abian.
"Tolong Maafkan saya, maafkan saya, saya tidak akan melakukan kesalahan lagi." ucap si pria.
__ADS_1
"Kenapa kamu harus aku maafkan, kamu sudah membuat kesalahan yang begitu besar. kamu tidak memikirkan Anak dan istrimu, kamu tidak memikirkan bagaimana nasib mereka kedepannya." ucap Abian.
"Kami terpaksa melakukannya, Tuan. kami terpaksa menerima permintaan dari tuan Joni. jika kami tidak melakukannya maka mereka akan membunuh keluarga kami." ucap satu pria.
"Seharusnya kalian mengatakannya padaku bukan malah menghianatiku, penghianatan yang kalian lakukan itu adalah penghianatan yang sangat besar. kenapa aku harus memaafkan kalian, kenapa aku harus memberikan kalian maaf." jawab Abian.
"Kami terpaksa melakukannya, tuan." ucap salah satu pria kembali.
"Kalian harus menerima konsekuensi atas kejahatan kalian." ucap Abian.
"Apakah jika kami mengakui kejahatan kami, apakah anda akan melepaskan keluarga kami?" tanya salah satu pria kepada Abian.
"Kalian hanya mempunyai dua keputusan, satu kalian mengakui kesalahan kalian dan dipenjara, kedua kalian tidak akan pernah bisa bekerja seumur hidup kalian di manapun." ucap Abian.
"Tapi, jika kami masuk penjara lalu bagaimana anak dan istri kami?" tanya para penghianat tersebut.
"Itu yang harus kalian pikirkan, kalian kembalikan uang itu dan aku akan menjadikan kalian pekerja konstruksi jika kalian mau. tapi jika kalian masih melakukan kesalahan maka kalian akan menanggung akibat yang tidak akan pernah kalian pikirkan." jawab Abian.
"Kami bersedia melakukan apapun, Tuan. kami akan mengembalikan uang itu semuanya, tidak perlu peduli dengan cara apapun." ucap salah satu pria yang membuat Abian mengeluarkan sebuah surat perjanjian kepada tiga orang tersebut.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
__ADS_1