
Seorang pria sudah berada di tempat tua pembohong yang selalu berada di rumah Abian.
"Apa kamu sudah melaksanakan apa yang Aku perintahkan?" tanya Akbar kepada sidiq dan Lina.
"Tenang saja, kamu jangan khawatirkan masalah itu, aku sudah menyelesaikan tugas kami. tenang saja aku yakin kami akan segera mendapatkan anak itu, lagi pula jika aku sudah mendapatkan anak itu maka seluruh warisan peninggalan saudara kami itu akan jatuh ke tangan kami." jawab Sidik.
"Kalian akan mendapatkan barang-barang dan warisan dari keluargamu, sedangkan aku.., aku akan menghancurkan Abian dengan semua kebanggaannya yang selama ini bicarakan." jawab Akbar.
Sudah 10 tahun lebih Akbar masih menyimpan dendam kepada Abian, entah apa yang akan dicari oleh Akbar dalam sisa hidupnya itu. tidak pernah sekalipun pria itu berusaha untuk menjadi orang baik, Akbar selalu saja berusaha untuk menghancurkan Abian dengan cara apapun. tidak pernah sekalipun pria itu berusaha untuk mendekati keluarganya dan memberikan mereka yang terbaik sampai sekarang ini.
Akbar masih belum mempunyai keturunan sama sekali, pria itu selalu marah ketika melihat berita mengenai adiknya dan dua anak yang dimiliki oleh Abian dan satu anak angkat yang selalu dia bawa untuk mengunjungi perjalanan bisnisnya.
"Aku yakin Abian dan istrinya akan menderita, mereka akan merasakan sakit ketika sudah kehilangan sesuatu yang selalu dia inginkan." ucap Akbar.
"Pria itu kan saudaramu, lalu Mengapa kamu ingin menghancurkannya?" tanya Sidik kepada Akbar.
"Itu semua bukan urusanmu, lakukan seperti yang Aku perintahkan. kalian jangan pernah ikut campur dengan urusanku, jika kalian terlalu ikut campur dengan apapun yang akan kulakukan maka kalian semua akan merasakan akibatnya." jawab Akbar yang kemudian pergi meninggalkan dua orang yang ternyata dia suruh untuk membawa pergi Ilyas.
"Aku tidak peduli apa yang akan dilakukan oleh pria itu, yang penting kita mendapatkan warisan dari ayah bocah itu. Setelah itu kita akan hidup bersenang-senang seumur hidup kita." ucap Sidik.
"Tentu saja mas kita akan bersenang-senang untuk waktu yang panjang, walaupun kekayaan yang diwariskan untuk anak itu tidak terlalu besar.., tapi bagi kita itu kekayaan yang lumayan besar. setelah kita mengalihkan seluruh kekayaan bocah itu kita akan segera membuang bocah itu." ucap Lina.
"Kamu benar sekali, istriku. kita tunggu 3 tahun lagi setelah usianya 17 tahun maka seluruh kekayaan yang dia miliki sudah bisa kita nikmati. untuk saat ini kita tenang saja kita akan lihat apa yang akan membuat mereka mengikuti rencana kita." jawab Sidik.
__ADS_1
Sekitar 2 hari kemudian saat dua orang tidak tahu diri itu berada di rumah almarhum orang tua Ilyas, mereka berdua nampak dikejutkan dengan kedatangan pemuda berumur 14 tahun itu. kedatangan seorang remaja berusia 14 tahun yang begitu tiba-tiba.
"Akhirnya kamu benar-benar datang ke tempat ini." ucap Sidik kepada Ilyas.
"Aku datang kemari karena aku ingin tahu apa yang ingin kalian dapatkan, Mengapa kalian berusaha untuk mengganggu keluargaku?" tanya Ilyas.
"Masuklah, Kamu adalah keponakan kami tentu saja Kami tidak akan membiarkanmu bersama dengan orang-orang itu." jawab Sidik yang kemudian meminta Ilyas untuk masuk. walaupun rumah peninggalan almarhum orang tua Ilyas tidak terlalu besar namun pemuda itu menatap beberapa foto yang masih berada di tempat tersebut. Tatapan mata Ilyas menatap rumah itu.
"Oh ya, aku akan mengantarkanmu ke kamarmu." ucap Lina.
"Apa kamu tidak membawa pakaian?" tanya Sidik kepada Ilyas.
"Aku tidak ingin membawa Apapun dari rumah orang tua angkaku, jadi mulai sekarang aku minta pada kalian untuk menjaga dan merawatku seperti apa yang kalian bicarakan." jawab Ilyas.
"Aku tidak mau membawa Apapun dari tempat mereka, kalian bilang kalau kalian akan merawatku kan? jadi aku tidak ingin membawa Apapun dari rumah orang tua angkatku. Aku ingin mereka tahu kalau aku mempunyai keluargaku sendiri." jawab Ilyas.
Mendengar perkataan seperti itu dua orang itu harus bersabar, mereka harus mendapatkan tanda tangan Ilyas suatu saat nanti. jika tidak mereka tidak akan mendapatkan seluruh peninggalan keluarga Ilyas.
Sidiq dan Lina merasa mendapatkan sebuah piala kemenangan karena Ilyas lebih memilih mereka daripada orang tua angkatnya. mulai dari hari itu tentu saja Ilyas ingin tahu Seperti apakah wajah dari dua orang yang selalu mengakuinya sebagai keponakan tersebut. Ilyas tidak akan terlalu percaya dengan kata-kata yang diucapkan oleh dua orang itu, karena hal itu Ilyas harus mencari bukti-bukti mengenai Siapa mereka dan apa yang mereka inginkan.
Dari hari ke hari Ilyas selalu membuat Sidik dan Lina mengalami waktu yang begitu berat, mereka harus membayar uang sekolah Ilyas dengan nominal yang cukup besar. Sidik terkadang harus merasakan kesal dan pria itu selalu frustasi saat Ilyas meminta uang untuk pembayaran sekolah.
"Kalau kita seperti ini terus, kita bisa bisa semakin miskin, Mas. Lihatlah uang SPP anak itu saja segini banyak, apalagi kita harus membiayai ini dan itu." ucap Lina yang benar-benar kesal saat Ilyas selalu meminta uang untuk membayar sekolahnya.
__ADS_1
"Apa lagi yang harus kita lakukan, kita sudah membuat anak itu pindah ke sini. jika kita tidak membayar uang sekolahnya apa yang dia katakan nanti, dia bilang kita ini pembohong, Kita ini hanya ingin memanfaatkan dirinya. Lalu bagaimana kalau dia tiba-tiba kembali ke orang tua angkatnya? kita bisa tidak mendapatkan apapun." jawab Sidik dengan nada suara yang kesal kepada istrinya.
"Tapi mas..,uang SPP sebesar itu bagaimana kita akan mendapatkannya. kita saja bekerja keras tapi kita harus membayar pengeluaran sekolah dan makan anak itu sangat besar." Lina yang terus kesal dengan semua pengeluaran yang diminta oleh Ilyas.
Apapun yang dikatakan oleh dua orang itu ternyata sudah direkam oleh Ilyas, pemuda itu ingin mencari bukti mengenai siapa sosok orang yang selalu datang ke rumah orang tua angkatnya itu.
"Diam, kamu kalau kamu terus ngotot seperti itu bisa-bisa bocah itu langsung kabur, Kalau kabur dia tidak akan memberi kita sesuatu yang kita inginkan!!" bentak Sidik yang kemudian pergi meninggalkan istrinya.
Tentu saja Lina yang mendengar perkataan suaminya wanita itu langsung diam, jika Ilyas tiba-tiba pergi maka dia tidak akan bisa memanfaatkan remaja tersebut.
"Iya, iya. kalau begitu aku minta maaf." ucap Lina yang kemudian memegang tangan suaminya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
__ADS_1