ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR

ISTERI KESAYANGAN TUAN BESAR
Menatap tajam


__ADS_3

"Selamat pagi!" seru Bu Lena yang sudah berada di dapur.


Naura nampak menoleh, menatap seorang wanita yang sudah berada di dapur. " Selamat pagi." jawab Naura.


"Kalian sedang apa?" tanya Bu Lena yang menatap Naura yang sedang tersenyum.


"Sedang memasak Bu." jawab Naura yang terlihat tersenyum begitu lembut kepada Bu Lena.


"Ini anak ternyata lumayan cantik." ucap Bu Lena yang begitu terpukau dengan Naura.


"Kamu bisa masak masakan Chinese tidak?" tanya Bu Lena yang membuat Naura sedikit terkejut sekaligus kebingungan.


"Saya tidak bisa memasak masakan luar negeri Bu." jawab Naura.


"Lalu, kamu bisa masak masakan apa?" tanya bu Lena kembali.


"Saya hanya bisa masak sedikit Bu, masakan yang saya tahu saja. karena sejak kecil saya tidak mempunyai Ibu untuk mengajari saya masak." jawab Naura yang masih menunjukkan senyumnya.


Setelah mendengar perkataan Naura tentu saja bu Lena benar-benar tersentak, dia tidak pernah mengetahui kalau wanita yang dibawa oleh putranya itu ternyata tidak mempunyai Ibu.


"Lalu, kamu mempunyai ayah tidak?" tanya Bu Lena kembali.


Seketika Naura menganggukkan kepalanya,


"Lalu, di mana ayahmu?" tanya Bu Lena yang mulai menyelidik sedikit demi sedikit.


Naura tidak menjawab, Dia enggan sekali untuk mengatakan Di mana keberadaan ayahnya. seorang ayah yang benar-benar tidak mempunyai pikiran sama sekali, seorang ayah yang dengan tega melakukan sesuatu kepada Naura hingga membuat gadis muda itu hampir hancur.


"Ayah saya sudah menikah Bu, Dia hidup bahagia bersama dengan istrinya." jawab Naura.


Mendengar perkataan Naura, bu Lena sedikit mengerti, kemungkinan saja gadis muda itu sedang mengalami permasalahan dengan orang tuanya. sesaat kemudian bu Lena mulai mengambil beberapa barang dan mulai memasak.

__ADS_1


"Kamu mau tinggal di sini selamanya, tidak?" tanya bu Lena yang membuat Naura sedikit kebingungan.


"Tentu saja saya mau Bu, Saya tidak mempunyai tempat tinggal." jawab Naura.


Kalau dilihat dari kata-kata Naura, bu Lena sedikit berpikir. jalan satu-satunya adalah mencari tahu mengenai gadis muda itu kepada Sandi, tidak mungkin kalau Sandi tidak mengetahui mengenai wanita muda yang ada di depannya.


"Baiklah kalau begitu, kau masaklah masakan yang bisa kau masak. nanti aku mau mencicipinya, boleh tidak?" tanya bu Lena.


Naura tentu saja sedikit kebingungan sekaligus sedikit takut, wanita setengah baya yang ada di depannya itu sedikit menakutkan dengan kata-kata yang begitu lembut namun tajam.


"Baik bu, saya akan membuatkannya." ucap Naura yang kemudian mulai memasak.


Terlihat tatapan mata bu Lena masih menatap Naura, wanita itu sedikit penasaran dengan wanita muda yang ada di rumah putranya itu. sekitar satu atau dua jam kemudian Naura sudah selesai memasak, terlihat bu Lena menatap masakan yang dibuat oleh Naura. memang masakan yang dibuat oleh Gadis itu adalah masakan sederhana, namun terlihat dari cara Naura memasak kemungkinan besar Bu Lena menyukai masakan itu.


"Apakah kau suka memasak makanan ini?" tanya Bu Lena.


Naura hanya bisa menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian dia mempersiapkan makanan di meja makan. memang hari ini Abian dan Sandi sudah pergi ke perusahaan. hari ini bu Lena benar-benar ingin mencari tahu siapa sebenarnya wanita muda yang ada di rumahnya itu. begitu berbeda dengan para wanita yang berusaha untuk mendekati Abian.


"Bagaimana, Apakah masakan ini sedap?" tanya bu Lena kepada sang suami.


"Nanti Ayah harus membuat Sandi ikut sama Ayah, aku ingin mencari tahu mengenai masalah itu. tidak mungkin Sandi tidak tahu siapa wanita itu jadi Ayah harus pandai, Oke." pintar Bu Lena yang membuat Pak Anggoro langsung menganggukkan kepalanya.


"Tenang saja Bu, Ayah pasti akan melakukannya. lagi pula Siapa yang berani menantang Ayah." jawab Pak Anggoro yang terlihat tersenyum kepada sang istri hingga membuat Bu Lena malahan mencibir kan bibirnya.


"PD sekali, aku baru lihat pria sepertimu." cibir bu Lena.


"Gini-gini kan aku suamimu Bu." jawab Pak Anggoro yang membuat bu Lena malah tertawa terbahak-bahak.


Naura yang berada di dapur nampak menatap wanita setengah baya yang ada di meja makan.


"Orang tua tuan besar memang gitu ya, Bi?" tanya Naura.

__ADS_1


"Memang seperti itu, tapi sikap dari orang tua Tuan besar itu selalu menakutkan. Dia sangat tidak menyukai wanita-wanita yang berusaha untuk mendekati Tuan besar." jawab bibi pembantu.


"Lalu, sama wanita itu wanita tuyul itu bagaimana Bi?" tanya Naura yang begitu penasaran.


"Biasa aja, bahkan terkadang Bu Lena selalu mencibirnya selalu mengatakan wanita tidak bisa memasak bahkan lain sebagainya." jawab bibi pembantu.


"Jadi orang tua nyonya besar itu sangat menakutkan ya Bi?" tanya Naura.


"Tentu saja orang tua dari tuan besar itu adalah orang yang sangat menakutkan. Bahkan mereka itu adalah orang super duper menakutkan, sangat cerewet sangat menyebalkan, selalu mengatur tidak suka orang yang tidak suka memasak. tidak suka orang yang tidak bisa apa-apa, tidak suka wanita yang selalu bergosip, banyak deh..," jawab bibir pembantu.


"Wah pusing banget ya kalau jadi menantunya." ucap Naura.


"Tentu saja, mendekati Ibu dari Tuan besar itu sangat menakutkan. Nyonya Lena adalah orang yang benar-benar super luar biasa jadi bibi saja harus ekstra hati-hati, jika tidak dia bakal membuat bibi keluar dari rumah ini." ucap bibit pembantu yang membuat Naura mengganggukan kepalanya.


"Kalau begitu aku harus berhati-hati ya Bi, Kalau tidak aku pasti akan mendapatkan amukan dari wanita itu." ucap Naura.


Perbincangan dua wanita berbeda umur itu nampak begitu seru, sekitar beberapa jam kemudian terlihat Sandi sudah berada di rumah. sedikit pemberitahuan ternyata tadi bu Lena menelpon Sandi dan memintanya untuk mengantar mereka jalan-jalan di sekitar Jakarta, tentu saja sandi tidak akan berani menolaknya jika sampai dia menolaknya bisa-bisa dia akan mendapatkan bom atom Nagasaki Hiroshima.


"Selamat siang, nyonya!!" seru Sandi yang sudah berada di ruang tamu bersama dengan Pak Anggoro dan bu Lena.


"Siang Sandi." jawab pak Anggoro yang terlihat menatap Sandi. sesaat kemudian bu Lena akhirnya menarik tangan sang suami dan mengajak Sandi untuk segera pergi.


Ada sesuatu yang harus segera diketahui oleh Bu Lena dan Pak Anggoro mengenai seorang wanita yang sudah di katakan oleh dokter Hasan.


Sekitar beberapa jam kemudian tepatnya sekitar 1 jam Bu Lena dan Pak Anggoro sudah berada di salah satu restoran, mereka mengajak Sandi untuk membicarakan sesuatu. sesuatu yang begitu fatal yang harus mereka ketahui, sesuatu yang harus segera mereka dapatkan informasinya Apapun Yang terjadi.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife

__ADS_1


- Janji di bawah rembulan


- Isteri kesayangan tuan besar


__ADS_2