
"Mas, jangan cepat-cepat dong." ucap Naura.
"Lebih baik kita cepat daripada nanti pria itu mengikuti kita." jawab Abian.
"Lagian siapa sih Mas yang mau mengejar kita, cuma ada kita berdua kan." ucap Naura yang terlihat menatap wajah suami yang benar-benar sangat cemberut itu.
"Tadi, orang-orang pengganggu itu ngapain juga mereka selalu mengganggu hidup kita." jawab Abian.
"Siapa bilang mereka itu pengganggu, kalau Franda sih yang aku tahu dia itu kan memang calon istrimu Tentu saja dia sangat bingung karena tiba-tiba kau memutuskannya." ucap Naura.
"Aku tidak ada hubungan sama dia sayang, apakah kau marah?" tanya Abian.
"Semua wanita itu mempunyai perasaan Mas, aku tahu, saat kamu sudah menikahiku kau juga mempunyai hubungan dengan dia. kalau sekarang dia menuntutmu dan menanyakan mengenai statusnya sekarang kan itu adalah sebuah kenyataan." jawab Naura yang membuat Abian sedikit menghela nafasnya.
Ada sebuah rasa bersalah yang begitu dalam di hati Abian ketika Naura mengatakan hal itu, bagaimana tidak memang dia salah karena sudah menikah namun tidak mengatakan kepada orang-orang. di lain pihak dia masih mempunyai status hubungan dengan Franda tentu saja apa yang dikatakan Naura itu ada benarnya.
"Apakah kamu marah sama Mas?" tanya Abian.
"Bukannya marah, Mas. seharusnya kau jadi pria itu bertanggung jawab, duduk bersama dengan Franda jelaskan mengenai kondisimu saat ini bukan malah mengatakan sesuatu seperti itu. seolah Kau adalah seorang pria yang tidak mempunyai tanggung jawab, setelah kau mempermainkannya lalu kembali padaku, setelah aku memaafkanmu seolah kau tidak mempunyai salah sama sekali." jawab Naura.
Abian hanya bisa menghela nafasnya berulang kali, Jika dia mengatakan sesuatu lagi maka pria itu takut Naura akan sangat marah kepadanya.
"Aku tidak bermaksud seperti itu, sayang." ucap Abian.
"Mas, kamu itu adalah seorang pria. seorang pria harus mempunyai prinsip, tangguh dan tidak mudah digoyahkan. kalau kau bersalah maka akulah kesalahanmu, Jika Kamu mempunyai status sebagai seorang suami maka kau harus mengatakannya. jika kau tidak mencintai wanita itu Katakan sejujurnya, bukannya kau tiba-tiba memutuskan semuanya seperti ini, seolah Kau adalah pria yang tidak mempunyai tanggung jawab dan kamu tidak jantan Mas." jawab Naura yang membuat Abian menatap istrinya.
"Maafkan mas karena mas sudah menyakitimu." ucap Abian.
"Sudahlah mas, lebih baik kita segera pergi ke tempat tujuan kita." jawab Naura yang membuat Abian langsung melajukan mobilnya. pria itu memang merasa bersalah namun dia tidak akan menyangka kalau Naura akan mengatakan hal itu.
Kesalahan Abian memang sedikit berat, namun Naura berusaha untuk memberikan maaf kepada suaminya karena dia juga mencintai pria yang sekarang menjadi suaminya tersebut.
Franda yang ada di perusahaan nampak mencari keberadaan Abian, sedangkan Azrul benar-benar tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Abian kalau Naura adalah istrinya.
"Kalau wanita itu benar-benar istrinya, Lalu kenapa aku tidak pernah tahu mengenai hal itu." guman Azrul dalam hati.
__ADS_1
"Mas!!" seru Silvia yang baru masuk ke dalam kantor kakaknya.
"Ada apa?" tanyakan Azrul.
"Kamu tahu Mas aku tadi mendapatkan sebuah kabar yang benar-benar membuatku sangat terkejut." jawab Silvia.
"Memangnya ada apa?" tanya Azrul.
"kamu tahu Mas, tadi aku mau menanyakan mengenai Naura kepada mas Sandi dan kau tahu Apa jawaban yang dikatakan oleh mas Sandi." ucap Silvia.
"Memangnya apa yang dikatakan oleh Sandi?" tanya Azrul.
"Kau tahu Mas, kalau ternyata Naura itu adalah istri dari tuan Abian." jawab Silvia.
"Maksudmu?" tanya Azrul.
"Kau tahu Mas, aku benar-benar sangat terkejut dengan informasi yang diberikan oleh mas Sandi, katanya kalau Naura itu sebenarnya istri dari tuan Abian." jawab Silvia.
"Maksudmu pria itu tahu kalau Naura itu adalah istri dari tuan Abian?" tanya Azrul.
"Maksudmu?" tanya Azrul.
"Ternyata seperti rumor yang beredar itu, pernikahan Tuan Abian dengan dua istrinya itu kan gagal. sekarang tuan Abian menikahi Naura itu berarti Naura adalah istri ketiganya." jawab Silvia.
Memang Azrul sudah mengetahui mengenai informasi 2 pernikahan Abian sebelumnya, pernikahan yang hanya seumur jam dan hitungan jari saja.
"Coba katakan Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa pria itu menikahi Naura dan kapan pernikahan mereka?" tanya Azrul.
Silvia mulai menceritakan mengenai insiden pernikahan yang tidak diketahui oleh Naura, "Ternyata mereka sudah menikah berbulan-bulan lamanya. mungkin 6 atau 7 bulan setelah itu Beberapa bulan yang lalu secara sah dan Naura juga mengetahui pernikahan itu. Setelah itu mereka menikah ulang kembali di kota Bandung." jawab Silvia.
Azrul tidak bisa mengatakan apapun lagi, dia benar-benar tidak pernah memikirkan mengenai kabar yang sangat mengejutkan ini.
"Aku tidak akan pernah percaya kalau Naura adalah istri dari Abian, Aku tidak akan percaya dengan hal itu." ucap Azrul.
"Kenapa Kakak tidak percaya?" tanya Silvia.
__ADS_1
"Aku akan membuat pernikahan mereka hancur, aku akan mengambil Naura. aku tahu siapa sebenarnya Abian aku yakin pria itu akan menyakiti Naura berulang kali." jawab Azrul.
"Tapi Kak, mereka itu sudah menikah secara sah, secara agama dan secara negara. Lalu kenapa Kakak masih mau menghancurkan pernikahan mereka, itu dosa Kak..," ucap Silvia.
"Sudahlah diam saja, kau tidak tahu mengenai Apapun. kau hanyalah anak kecil, kamu jangan ikut campur dengan urusan Kakak." ucap Azrul yang membuat Silvia langsung terdiam.
Setelah mengatakan hal itu akhirnya Silvia pergi keluar dari perusahaan, Silvia tahu bagaimana sifat kakaknya itu. jika dia sudah mengatakan mengenai apapun yang dia inginkan pasti pria itu akan melakukannya.
"Aku harus menemui Naura dan Tuan Abian, aku harus mencari tahu kebenaran mengenai informasi itu." ucap Silvia yang kemudian pergi ke tempat Sandi.
Silvia yakin kalau Sandi tahu di mana keberadaan Abian dan Naura. "Mas Sandi!!" seru Silvia yang sudah berada di kantor Abian.
"Silvia, ada apa?" jawab Sandi.
"Bisakah kita bicara sebentar, Mas?" tanya Silvia kepada Sandi.
"Boleh, Memangnya ada apa." jawab Sandi.
"Bisa kita keluar sebentar nggak, Mas. soalnya ini pembicaraan yang sedikit rahasia biar tidak ada orang lain yang tahu." ucap Silvia.
"Baiklah, sebentar lagi kan jam istirahat Perusahaan kita pergi keluar aja, nanti kita bicara di salah satu cafe atau restoran." ucap Sandi.
"Baiklah kalau gitu Mas, kalau begitu aku nunggu kamu di sini aja ya." ucap Silvia.
"Boleh, Kamu duduk aja aku mau menyelesaikan laporan dan berkas-berkas yang diminta oleh Tuan Abian." ucap Sandi.
Terlihat Silvia menatap Sandi dengan tatapan mata yang benar-benar begitu terlena dan terpukau.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
__ADS_1
- Isteri kesayangan tuan besar