
Sandi yang berada di tempat itu tentu saja dia sudah merasakan sesuatu, dia yakin kalau orang tua dari majikannya itu sedang menyembunyikan sesuatu. sandi yakin kalau sekarang ini dia akan mendapatkan masalah .
"Kenapa wajahmu begitu bingung, Sandi?" tanya Pak Anggoro kepada Sandi.
"Tidak ada apa-apa, Tuan. Saya hanya merasa panas saja." Jawab Sandi.
"Apakah kamu yakin?" tanya Pak Anggoro yang membuat Sandi langsung salah tingkah.
"Tidak tuan, saya hanya merasa sedikit tidak enak badan saja." jawab Sandi yang berusaha untuk menghindar.
Sandi yakin kalau kedua orang tua itu memiliki 1000 pertanyaan, jadi Sandi lebih memilih untuk berusaha menghindar dari sepasang suami istri yang dari tadi melihatnya penuh curiga. Sandi ada sesuatu yang harus kami tanyakan, kau harus menjawabnya dengan jujur.
"Jika tidak kami tidak akan tahu bagaimana kelanjutan dari masa depan bosmu itu." ucap pak Anggoro yang membuat Sandi langsung menghela nafasnya dengan begitu yakin.
Ternyata Sandi sudah merasa kalau ada sesuatu yang ingin ditanyakan oleh kedua orang tua Bosnya itu.
"Baik Tuan, saya akan menjawab jika saya mengetahuinya." jawab Sandi.
"Tidak mungkin kau tidak mengetahuinya, Sandi. jadi jangan pernah kau berusaha untuk menyembunyikannya jika tidak kau tahu sendiri kan." ancam bu Lena yang membuat Sandi tersenyum begitu benar-benar miris.
"Sandi, siapa wanita misterius yang sudah membuat Putraku kebingungan?" tanya Pak Anggoro.
Sandi yang mendapat pertanyaan seperti itu tentu saja dia juga sedikit kebingungan, sebenarnya Sandi tidak tahu apa yang terjadi di hotel tersebut. namun yang jelas adalah dokter Hasan sudah mengatakan semuanya tinggal dia ingin tahu siapa wanita yang dimaksud oleh dokter Hasan.
"Beberapa hari ini atau Minggu ini bulan ini siapa wanita yang dibawa oleh bosmu?" tanya Pak Anggoro yang membuat Sandi mulai berpikir.
"Tunangan tuan besar kan cuma nona Franda." jawab Sandi.
"Pertanyaanku bukan itu, Jadi jangan menjawab seperti itu. aku tanya sekali lagi akhir-akhir ini siapa yang dibawa oleh Tuan besarmu itu?" tanya Pak Anggoro yang membuat sandi memikirkan Siapa yang ditanya oleh orang tua Bosnya itu.
Sesaat kemudian Sandi mulai memikirkan maksud dari perkataan Tuan Pak Anggoro dan Bu Lena. "Apakah maksud tuan besar itu adalah Naura? gadis muda yang ada di tempat tuan besar?" tanya Sandi kepada Pak Anggoro.
"Coba kau ceritakan bagaimana Gadis itu bisa masuk ke rumah Putraku?" tanya Pak Anggoro yang membuat Sandi mulai menceritakan mengenai pertama kali bertemu dengan Naura, pertemuannya dengan Tuan besarnya yang ada di hotel hingga membuat tuan besarnya menjadikan wanita itu istrinya.
__ADS_1
"Apa, Coba katakan sekali lagi, Sandi!!!" seru bu lena yang benar-benar terkejut.
"Maksud nyonya besar apa?" tanya Sandi lagi.
"Katakan mengenai Putraku yang menikahi wanita itu, tapi wanita itu tidak tahu?!" seru Bu Lena. Sandy kembali menceritakan mengenai surat yang dibuat oleh Abian bahkan pria itu seolah menjebak gadis muda itu.
"Lihatlah Pak putramu itu, benar-benar pria brengsek, tidak tahu diri, dia udah menikahi seorang wanita tapi tidak mau mengakunya. di mana sih otaknya, dia itu udah nikah dua kali loh masa dia itu menyembunyikan istrinya. dasar pria sableng dasar pria edan!!" seru bu Lena yang benar-benar sangat kesal.
"Lalu, Apakah wanita itu tidak tahu kalau dia sudah menikah dengan Putraku?" tanya Pak Anggoro.
Sandi menggelengkan kepalanya. "Tidak Tuan, wanita itu tidak tahu kalau dia sudah menikah dengan Tuan besar." jawab Sandi.
"Lihatlah bu, putramu benar-benar sangat sableng Bu. dia itu mau apa sih mau uji coba mau cocok tanam mau berkebun atau Mau coba-coba." ucap pak Anggoro yang ikut kesal .
Sandi masih belum mengerti mengenai apa yang sebenarnya di bicarakan oleh dua sepasang suami istri itu, karena memang Sandi tidak tahu mengenai insiden yang ada di hotel.
"Kalau begitu aku akan membuat pria itu menyesal." ucap Bu Lena.
"Benar juga ya Pak, kalau begitu kita harus mencari tahu mengenai siapa sebenarnya Gadis itu. jika dia adalah wanita baik-baik walaupun dia tidak punya tidak apa-apa, tapi jika dia wanita tidak baik-baik ya kita tidak usah mempertahankannya." ucap Bu Lena yang kemudian mengajak suaminya untuk kembali ke rumah.
Sandi menghela napasnya dengan begitu kasar, akhirnya dia terbebas dari sepasang suami istri yang selalu mempunyai julukan pasangan luar biasa.
** beberapa jam kemudian **
"Selamat malam!!" seru Bu Lena yang sudah melihat putranya masuk tanpa mengatakan sepatah katapun.
"Ibu, kau mengagetkan aku saja." ucap Abian yang membuat Bu Lena mencibirkan bibirnya.
"Aku mau ke kamar sebentar Bu." ucap Abian.
Bu Lena hanya diam saja, seolah wanita itu ingin mengatakan kalau dia tidak dengar. sekitar beberapa saat kemudian terlihat bu Lena menatap seorang wanita yang juga sudah berada di tempat tersebut.
Kedatangan Franda yang selalu membuat bu Lena memutar bola matanya jenggah, Wanita itu memang tidak suka dengan keberadaan Franda yang seperti ulat keket. begitu manja dan mencari perhatian Abian terus.
__ADS_1
"Selamat malam Tante!" teriak Franda yang masuk ke dalam rumah.
"Malam." jawa bu Lena yang benar-benar menunjukkan ketidaksukaan dirinya saat melihat keberadaan Franda.
"Lagi ngapain, Tante?" tanya Franda.
"Kamu lihat sendiri kan, apa matamu itu tidak berfungsi." jawab Bu Lena.
Sesaat kemudian terlihat Naura sudah keluar dengan membawa segelas teh yang diberi sesuatu seperti permintaan Bu Lena.
"Bu, ini minumannya." ucap Naura.
"Taruh di sini saja, Naura." jawab Bu Lena yang menoleh dan menatap Naura.
Sebuah senyum licik mulai ditunjukkan oleh Franda, terlihat wanita itu hendak mendekati Naura dan ingin melakukan sesuatu karena Naura tahu bagaimana wanita licik itu. tentu saja dia langsung menghindar, seketika segelas lemon yang diberi obat oleh bu Lena. disenggol oleh Franda. Hal itu membuat bu Lena langsung melotot menatap Franda dengan Tatapan yang begitu kesal.
"Kamu ini ngapain sih, Apa kamu tidak lihat kalau teh ini mau aku minum!!" bentak bu Lena.
Franda mulai mencoba mencari alasan. "Maaf Tante, aku tidak sengaja. Tadi wanita itu menyenggol tubuhku." ucap Franda yang terlihat ingin memprovokasi calon mertuanya itu. padahal dari dulu sampai sekarang memang bu Lena tidak pernah menyukai keberadaan Franda.
"Apaan, dasar wanita tuyul. aku pernah menyentuhmu, nempel aja tidak apalagi menyenggol." ucap Naura sembari menunjuk wajah Franda.
Bu Lena yang mendengar perkataan Naura Tentu saja dia sedikit terkejut sekaligus dia senang dengan seorang wanita yang bisa melindungi dirinya sendiri.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
- Isteri kesayangan tuan besar
__ADS_1